MEMETIK KETULULUSAN CINTA

MEMETIK KETULULUSAN CINTA
Tergoda


__ADS_3

"Nindy, aku adiknya. Kenapa kemarin aku mengatakan kalau ayahmu tua, ringkih, nggak pantas jadi istri ayahmu. Kerena aku sayang kamu dan kakakmu." ungkap Zoya.


Ia berusaha menghancurkan pernikahan Kakak nya melalui Anindya. Ya ia telah mencari tahu apa yang Anindya ingin kan dari pernikahan guru dan ayahnya. Adik.


Maka dengan itu Zoya berusaha untuk melancarkan aksinya dengan mengatakan kalau bayi itu adalah hasil hubungan dengan Toni. Ia menjelaskan kalau Toni pernah mencintai Ranty keduanya hampir menikah tapi Bayu datang melamar Ranty. Zoya juga mengatakan kalau kakaknya menikah siri dengan Toni lalu hamil.


Anindya tergoda bujukan dan rayuan dari Zoya tanpa melihat yang terjadi kemarin kemarin, sebenarnya ia hampir saja menerima Ranty sebagai ibunya tapi kalau ceritanya begitu, ia Sama sekali tidak bisa menerima Ranty.


Rekayasa Zoya yang membuat Anindya kembali marah dan kesal ia tidak menduga kalau ibu Ranty bakal melakukan itu lada ayah dsn mamanya. Strategi Zoya berhasil. Tanpa pernah berpikir ulang Anindya langsung melabrak dan membenci Ranty kembali.


Ranty yang tahu Anindya seperti itu kembali hanya mwngelangkan kepala tidak masuk akal dalam hitungan jam gadis itu berubah kembali. Ia bertanya tanya siapa bilang keladi dari semuanya ini.


"Bu, udah jangan sekolah dulu, lebih baik istirahat jaga kesehatan." nasehat mbok Inem menghampiri Ranty yang telah tapi mengunakan baju hitam dan putih. Ya ia mengunakan hitam putih kerena ini hari Rabu.


"Udah mbok saya nggak apa apa kok, pengen ketemu Anindya." sanggah Ranty sambil mengambil nasi goreng yang dibuat mbok Inem.


"Kalau si Setan kecil itu menyakiti ibu bagaimana?" tanya mbok Inem khawatir..


Terlihat dari wajahnya yang benar benar sangat risau kalau majikannya pergi, apalagi tadi malam majikannya tidak bisa tidur.


"Mbok, perutku sakit!" rintih Ranty tadi malam.


Pada pukul 02.00 dini hati ia mengetuk pintu kamar mbok Inem dengan keras sekali, sampai wanita yang sudah keriput itu bangun tergesa gesa kerena kaget mendengar suara Ranty. Apalagi malam itu memang Bayu tidak menginap di rumahnya.


Mbok Inem langsung membuka pintu dan melihat Ranty yang mengelus perutnya. Mbok Inem membawa Ranty ke kamarnya kembali dengan hati hati.


Malam itu Ranty benar benar tersiksa, perutnya terasa kram sekali, akhirnya mbok inem mengantarkan Ranty untuk periksa takut takut kalau wanita muda itu sudah waktunya lahiran.

__ADS_1


Untung PKM nya dekat sekali, jadi mereka hanya jalan kaki saja untuk menuju PKM. Kerena mbok Inem tidak bisa mengunakan sepeda motor, mau membangunkan tetangga tidak berani.


Akhirnya mereka sampai ke.temoat PKM. Setelah di periksa kandungnya majikannya baik baik saja tidak kurang satu apapun juga, penjelasan bidan kalau Ranty sebenarnya stres.


Ya apa yang dikatakan bidan memang ia stres mengingat kelakukan Anidnya seperti itu, jadi terjadi kram di perutnya.


"Jangan stres ya Bu, tenangkan,"


Tidak stres bagaimana ia yang dituduh selingkuh oleh Anindya tanpa bukti yang real otomatis Ranty memikirkan sampai terbawa mimpi segala.


Pagi itu!


Mbok Inem menyangka kalau Ranty bakal istirahat di rumah barang sehari atau dua hari lagi, tapi nyatanya wanita itu malah sekolah dengan mengunakan baju seragam di haru Rabu.


Wanita itu tudks bisa mencegahnya, ya pagi itu Ranty pergi ke sekolah jam 07.45 kerena sudah sholat subuh ia tidur kembali. Untungnya waktu sholat subuh ia mandi jadi pas berangkat hanya mencuci muka.


"La, kenapa?" Ranty heran.


"Menurut mitos kalau wanita hamil bangun tidur nggak mandi dulu nanti bayi banyak lapisan putih putih gitu," jelas mbok Inem.


"Ah! mbok ada ada aja, masa percaya kaya gitu!" sanggah Ranty menolak pendapat mbok Inem.


Iya kok, Bu." keukeuh mbok Inem pada majikannya.


Wanita itu sangat percaya apa yang ia ucapkan, Ranty hanya bisa mwngelangkan kepal kalau mbok Inem bicara tentang mitos yang tidak.masuk akal. Pernah bertengkar gara gara sebuah mitos juga, kalau tidak salah waktu itu ada acara hajatan ia dsn Bayu akan menghadiri hajatan di tetangga sebelah kampungnya. Mbok Inem dengan bergegas mengambil gunting lalu dipasangkan ke bajunya hanya tertutup kerudung saja.


"Mbok, ini buat apa?" tanya Ranty kaget waktu mbok Inem memasangkan gunting kecil di bajunya.

__ADS_1


"Buat jaga jaga, Bu. Kata mitos setan doyan sama bayi dalam kandungan,"


Ranty melonggo saja. Akhirnya mbok Inem menjelaskan pada majikannya, tapi Ranty tidak bisa menerima itu ia membuka gunting di bajunya.


Memang mitos yang beredar di kampung dan diakui oleh masyarakat itu, wanita hamil kalau berangkat malam malam harus membawa pisau, atau gunting bisa juga paku, kalau bangun dari tidur langsung mandi buat bayi yang dilahirkannya bersih, kalau ibunya tidak mandi waktu bangun tidur maka bayinya bakal kotor, kerena banyak lendir yang menempel dari tubuh bayi yang baru di lahirkan.


Ranty mendengar itu hanya tersenyum saja, mendengar mitos yang disebutkan oleh mbok inem. Ia tidak mengikuti arahan dari mbok Inem, apalagi soal benda mati yang bisa melindungi bayi dalam kandungan. Sedangkan kalau masalah ini hamil yang baru bangun tidur langsung mandi bisa dipertimbangkan lagi.


Kalau ibu hamil yang harus bawa paku, dan segala macamnya ia tidak mengikutinya kerena ia percaya dengan Allah yang akan menjaganya mengunakan ayat ayat pilihan dari Al-Qur'an saja.


Tapi sebenarnya ia mendapatkan penjelasan yang lebih ilmiah tentang bayi kotor itu, bayi bukan membawa kotoran sejak lahur.


Kotoran yang dibawa sejak lahir adalah Vernix caseosa adalah lapisan pelindung pada kulit bayi yang mirip, seperti lemak atau keju. Faktanya, lapisan ini berkembang di kulit bayi saat di dalam kandungan dan jejak zat ini masih muncul di kulit bayi baru lahir.


Semua bayi yang baru lahir akan terlihat lapisan Vernix kerena lapisan ini berguna untuk bayi saat lahir, memudahkan bayi lahir, antibodi bayi, serta berguna saat ia masih dalam kandungan.


Jadi Ranty hanya tersenyum saja mendengar penjelasan mbok Inem seperti itu, itu hanya sekedar mitos saja. Tapi kenyataannya tidak pernah ada.


Sampai di sekolah. Ia menggedarkan pandangan matanya di seluruh sekolah, ia langsung masuk ke dalam perpustakaan. Menyapu dan.membereskan kartu kartu yang terlihat sedikit acak acakan di mejanya.


BRAK


Suara pintu perpustakaan terdengar suara keras, Ranty membalikan tubuhnya ingin tahu apa yang terjadi. Anindya berdiri disan dengan tatapan yang tidak bisa dilukiskan.


"Kamu bisa bunuh bayi itu di dalam kandungannya, biar dia tidak jadi menganggu rumah tangga orang tuamu," suara Zoya terhiang hiang terdengar jelas di telinga Anidnya.


Anindya benar benar tergoda oleh rayuan Zoya, ia tidak pernah berpikir positif lagi pada Ranty apa lagi tentang kehamilan yang sekarang dialami oleh Ranty sendiri.*

__ADS_1


__ADS_2