
Ranty dan Bayu hanya diam saja mendengar percakapan adik dan kakak. Keduanya juga seperti tidak memperdulikan Bayu dan Ranty yang ada di sana bersama mereka.
Bayu dan Ranty membiarkan kedua adik kakak itu saling mencurahkan hati mereka. Anindya yang agak jauh dari Riri langsung mendekati kakaknya. Ranty memberikan ruang pada kedua adik kakak itu, sedangkan Bayu terduduk di lantai dekat dengan lemari buku.
Ranty juga duduk dekat kamar Anindya, sedangkan mereka tidak menyadari kalau Wulan masih belum siuman dari pingsannya apa lagi ia yang mendengar secara langsung kehamilan putrinya yang sampai sekarang tudkamdikwtahui ayah biologisnya.
"Kak, kenapa kakak lakukan itu? Apa ada hubungannya dengan gambar yang ayah lihat?" Tanya Anindya menatap kakaknya yang menunduk.
Ranty yang awalnya diam langsung merespon dengan lirikan mata pada Riri. Saat ia mendengar apa yang dikatakan Anindya pada kakaknya, Ranty merinding kalau kejadian penyebaran gambar Riri tidur dengan laki laki yang tanpa identitas itu.
Kalau misal Riri hamil atas ulah Zoya waktu itu, Ranty benar benar merasa bersalah pada Riri bagaimana pun Zoya adalah adik dan tangungjawab dirinya. Tapi untuk mengorek ketangan pada Riri ia tidak mampu kerena kalau misal Zoya diketahui adiknya, kemungkian besar Bayu bakal semakin marah. Apalagi keluarga Bayu kalau tahu Zoya pelakunya pasti bakal menyalahkan dirinya.
Ranty bukan membela adiknya bukan, ia hanya ingin menyelamatkan diri dulu sebelum bertindak, apalagi saat ia melihat kemarahan Bayu tadi. Kalau misal batu tahu semuanya itu kerena Zoya otomatis dirinya yang bakal terseret kasus Zoya.
Ranty benar benar tidak.menyangka kalau misal Zoya melakuakan itu pada Riri, apa yang ia takutkan terbukti. Tanpa Riri ketahui sebenarnya Ia mengkhawatirkan ririndibadingkan adiknya sendiri.
"Entah dek, kakak nggak tahu?" Ujar Riri masih berusaha menahan kesedihannya.
"Kak, jangan mennagis ya. Kalau ayah nggak mau mengakui Dede nya kakak, aku mau kok jadi teman Dede bayi kakak." Ujar Anindya polos..
Tangan Anindya menyusut pipi Riri yang masih ada air matanya. Riri hanya tersenyum pahit menatap adik satu satunya.
"Iya de, kakak nggak nangis lagi." Kata Riri.
Ia benar benar terharu sekali melihat perhatian adik bungsunya.
"Kak, mama kenapa mama pingsan?" Kata Anindya.
Sebenarnya Anindya mengatakan itu hanya ingin menghindari kata kata tentang kehamilan kakaknya. Tapi pertanyaan Anindya sebenarnya membuka kembali percakapan tadi.
"Dek, mama tahu kakak hamil jadi.mama pingsan." Lirih Riri sendu.
"Ya udah kakak istirahat ya di kamar." Kata Anindya.
Gadis umur 15 tahun itu langsung beranjak dari duduk berdiri disamping kakaknya dan menarik.lembut tangan Riri. Riri hanya melihat wajahnya dengan ragu, ia juga melirik wajah ayahnya yang melihat kearah lain.
__ADS_1
Riri juga menatap Ranty yang sedang di sisi Wulan. Ranty yang tahu Riri lagi menatap dirinya langsung menatap Riri, Ranty yang tahu arti tatapan Riri hanya mengangguk saja.
Kedua kakak dan beradik lanhsung menuju kamar. Anindya membawa kakaknya ke kamar dirinya kerena kamar Anindya dekat dengan ruangan dimana mereka bersama.
Setelah Anindya dan Riri masuk, Ranty langsung beranjak dari duduknya mau pergi meninggalkan ruangan itu.
"Kamu mau kemana?" Tanya Bayu mental Ranty tajam..
"Aku mau pulang, aku kesini juga hanya mengantarkan Anindya pulang itu saja." Jawab Ranty jujur.
Ya ia berniat tadi mengantarkan Anindya, tapi kerena masalah Riri ia mengurungkan diri untuk pulang.
"Kita bicara di luar!" Pinta Bayu sambil beranjak dari duduknya.
Ia langsung berdiri dan berjalan keluar. Ranty hanya mematung, melihat Bayu pergi begitu saja, ia hanya berdiri saja di tempat semula, apalagi Ranty sadar Wulan dalam keadaan tidak sadar diri masa ditinggal.
Ranty tidak mau meninggalkan Wulan sendirian. Bayu yang menyadari kalau Ranty tidak mengikutinya langsung balik lagi menghampiri Ranty yang masih di ruangan tadi.
"Ayo!" Ajak Bayu.
Bayu yang mendengar apa yang Ranty katakan hanya tercenung baru menyadari kalau Wulan masih belum sadar. Bayu akhirnya menghela nafas panjang dan akhirnya duduk di kursi.
"Ada apa yang mas hendak katakan?" Tanya Ranty..
Ia juga langsung menarik kursi untuk dirinya duduk.
"Aku curiga kalau Riri melakukan itu dengan laki laki yang ada di gambar." Tekan Bayu.
"Mas, kita tanya baik baik Riri, apa ia.melakukan atau hanya jebakan saja. Aku nyakin Riri di jebak," kata Ranty.
"Maksudmu jebakan apa?"
"Mungkin aja ada temannya yang iri sama Riri, terus ia menjebak riri dengan memasukan obat tidur ke minuman Riri," ujar Ranty.
"Aku percaya sama Riri nggak mungkin dia mau tidur dengan laki laki kalau nggak di jebak." Lanjut Ranty.
__ADS_1
Dugaan Ranty 100%akurat. Memang apa yang diucapkan oleh Ranty benar, ia mengucapkan kata kata itu kerena Ranty nyakin kalau Zoya melakukan jebakan pada Riri dengan bukti gambar yang Zoya berikan pada dirinya.
"Siapa yang melakukan itu, keji banget orang itu," gumaman Bayu marah..
Ia tidak menyangka kalau Riri bakal dijadikan korban oleh orang lain. Ranty hanya diam saja, ia mengusap tangan Bayu dengan lembut memberikan motivasi pada suamianya.
'Mas, maaf apa yang dilakukan Zoya pada kamu dan keluarga kamu.' bisik Ranty menatap wajah Bayu iba.
"Uda jangan dipikirkan. Kamu istirahat ya, aku pulang." Ujar Rabty langsung beranjak dari duduknya lalu meninggalakan Bayu yang hanya termenung.
Bukannya Ranty tega meninggalkan Bayu dalam keadaan kacau balau ia juga butuh istirahat dan menengakan pikiran dirinya. Apa yang terjadi pada keluarga Bayu kerena ikut campur adiknya itu yangwmbjT ia lelah.
Sampai di rumah Ranty langsung merebahkan tubuhnya, pinggangnya terasa linu sekali, tapi ia menahannya kerena masalah yang dihadapi lebih berat.
Belum sempat ia tidur lelap, tiba tiba hpnya berteriak dengan keras seperti ingin diangkat olehnya, Ranty dengan malas mengangkat nya. Apalagi yang menelpon adalah nomor yang ia tidak sama sekali ia kenal, tapi daripada hpnya berteriak lebih baik ia angkat saja.
📱Bagaiamana kak permainan yang aku mainkan serukan, nantikan apa yang bakal terjadi pada kalian.
Suara disebrang sana membuat bulu kuduk Ranty berdiri.
📱Zoya! Apa maksud kamu!"
Teriak Ranty saat ia tahu yang menelpon adalah Zoya.
📱Maksudku permainan yang aku lakukan baguskan? Bagaiamana suamimu itu tanggapan nya melihat anaknya hamil.
Zoya tertawa lepas seketika saat setelah mengucapakan kata.kata itu.
📱Jangan jangan ini permainan kamu?
Tanya Ranty agak geram. Mendengar apa yang Zoya katakan, ia semakin nyakin kalau Zoya melakuakan semuanya pada Riri, ia benar benar tidak menyangka kalau Zoya melakukan itu pada Riri.
📱Hahahaha…aku bakal melakukan apa pun demi memisahkan kamu dengan bandot tua itu! Aku nggak rela kamu menikah dengan dia!"
Tawa Zoya membuat hati Ranty ciut seketika juga, apalagi kata kata Zoya yang bakal memisahkan dirinya dengan Bayu. Kalau saja Zoya ada dihadapannya mungkin Ranty ingin melumatkan adiknya seorang yang benar benar membuat onar
__ADS_1
Ranty langsung mematikan hubungan telponnya. Ia hanya menghela nafas dengan kasarnya. Tiba tiba ia.meringis kesakitan pada perutnya yang kram.*