MEMETIK KETULULUSAN CINTA

MEMETIK KETULULUSAN CINTA
Terus bagaimana?


__ADS_3

Ranty hanya bisa termenung mendengar pengakuan dari Bayu, ia sebenarnya sudah berpikir kalau Zoya yang melakukannya tapi ia tidak bisa menuduhnya kerena ia juga tidak ada bukti yang akurat tentang kelayakan Zoya.


Kata kata Bayu menghantam dadanya, Zoya dan Zoya kenapa harus Zoya yang jadi pelakunya bukan orang lain. Ya ia juga tidak menyalahkan 100 % Zoya, ia tetap menyalahkan dirinya yang tidak begitu tegas pada keluarga Bayu. Kalau saja ia bertindak tegas mungkin peristiwa ini tidak terjadi padanya, tapi bagaimana pun juga Ranty mengakui kalau dirinya mudah dirayu oleh janji manis Bayu.


Ya mungkin Zoya punya alasan yang kuat tapi Ranty tidak mungkin bisa mengatasi semuanya. Kalau saja dulu ia melakukan sesuatu pada Riri ceritanya bakal lain tidak bakal seperti ini, ia hanya menghela nafas panjang kerena apa yang ia jalani kini tetap salah ya biarpun awalnya hanya ingin menolong tapi kalau dipikir ia menolong Riri kerena menikah dengan Bayu..


Ranty sama sekali tidak pernah berpikir panjang kalau pernikahan dengan Bayu banyak resiko yang harus ia pikirkan. Ia juga tidak pernah berpikir kalau sesuatu waktu nanti keluarga Bayu bakal melakukan apa? Begitu juga dengan keluarga dirinya.


Memang dari keluarga Ageng sampai detik ini tidak ada masalah apapun juga, tanggapan mereka.positif dsn baik sekali saat ia meminta izin untuk menikah dengan Bayu. Sedangkan keluarga dirinya, orang tua apalagi ayahnya tidak pernah merestui pernikahannya dengan Bayu, apalagi Bayu usianya sebaya dengan ayahnya Ranty.


Ya otomatis ayahnya Ranty tidak setuju dengan pernikahan mereka, apalagi adik adiknya. Hanya adik Aulia yang tidak pernah komen apapun juga, dan adik bungsunya yaitu Zoya lebih parah dari dugaan. Awal nya Ranty tidak menyangka kalau Zoya bakal melakukan itu padanya, ya biarpun dari awal Zoya tidak pernah menginginkan pernikahan dirinya.


Sekarang malah Zoya semakin menjadi jadi melakukan apapun pada dirinya melalui Riri maupun Anindya. Ranty hanya bisa mengambil nafas panjang dan di keluarkan begitu saja, ia sebenarnya tidak bisa harus begini terus hanya berdiam diri tidak bisa melakukan apapun.juga.


"Zoya melakukan kembali, motif dia apa sih mas. Aku cape!" suara Ranty terdengar bergetar.


"Kamu sabar ya, mas nyakin ini hanya ujian saja." nasehat Bayu mengelus tangan Ranty.


"Kemarin kemarin juga dan Zoya kenapa dengan anak itu?" tanya Ranty seperti pada dirinya sendiri.


Ia melepaskan tangan Bayu yang sedang mengelus tangannya. Ranty langsung beranjak dari tempat duduknya, ia mendekati jendela melihat ke luar memandang sinar matahari yang mulai turun.


Semilirnya angin siang hari sejuk saat masuk kamar, apalagi di depan kamar itu ada pohon yang rindang jadi las ada angin yang datang terasa enak sekali. Bayu yang melihat Ranty beranjak dari duduknya langsung berdiri dan menghampiri Ranty yang berdiri dekat jendela. Mata wanita itu memandang ke arah depan lurus sekali, bibirnya yang tipis menarik perhatian Bayu.

__ADS_1


Tiba tiba tangan Bayu dengan lembutnya menyentuh kepal Ranty, kepala wanita itu didekatkan ke wajahnya. Ranty menepiskan wajah Bayu untuk dijauhkan ke wajah dirinya.


PLAK


"Aduh!" Jerit Bayu saat pipinya dipukul oleh Ranty dengan kerasnya.


Laki laki itu langsung memegang pipinya yang terasa sakit, Ranty hanya tersenyum.melihat suamianya meringis kesakitan seperti itu. Ranty berjalan menuju luar kamar. Tapi Bayu mencegah Ranty untuk keluar, ia menarik tanganya dari tangan Bayu, Bayu hanya garuk garuk kepalanya melihat Ranty seperti itu.


Ranty duduk langsung duduk di teras rumah, sedangkan Bayu langsung menyusul Ranty yang ada di teras. ia duduk di samping dekat meja kecil yang jadi pemisahnya.


"Jangan berpikir yang bukan bukan, ingat kehamilan mu, jangan stres." ingat Bayu sambil menatap wajah Ranty.


Ranty hanya diam saja tidak berkomentar apa apa pada Bayu. Tanpa permisi lagi Ranty langsung meninggalakan Bayu dsn mengunci pintu melihat itu Bayu hanya diam sambil garuk garuk kepala saja. Akhirnya Bayu meninggalkan rumah itu dengan kecamuk perasaan yang tidak bisa di lukis kan sama sekali.


🐝


Ranty masih terlelap, setelah shalat subuh dan baca Al Quran ia langsung tidur kembali, sebenarnya ia tahu kalau tidur habis subuh itu tidak boleh, tapi kerena tubuhnya agak meriang akhirnya ia terlelap kembali hanya dengan mengunakan mukena.


Mentari pagi tidak mengusik tidur yang lelap, mbok Inem beberapa kali mengetuk pintu membangunkan majikannya tapi sang majikan masih terbuai oleh mimpi indah.


Akhirnya mbok Inem membuka kunci dengan kunci serepnya. Saat ia masuk ke dalam kamar terlihat Ranty menggeliat. Mbok Inem langsung menyimpan sarapan yang ia buat untuk Ranty, setalah itu ia langsung keluar dari kamar, tapi sebelumnya ia membuka gorden dan jendela biar udara pagi masuk mengantikan udara kotor.


Jam 10.00 Ranty bangun dari tidurnya, ia terkejut kerena ia tidak menduga kalau ia bangun kesiangan. Matanya terbelalak melihat jam, ia hanya menghela nafas panjang.

__ADS_1


'Untung libur kalau tidak bahaya bisa kesiangan sekolah,' bisik Ranty.


Setalah mandi ia langsung Dhuha dulu dan langsung sarapan yang telah disediakan oleh mbok Inem. Ia lahap sekali makan nasi goreng dengan toping suwiran ayam dan bakso serta sayuran hijau menambah nikmat saja makan.


Tidak lupa ia minum air putih dulu sebelum susu yang disediakan oleh mbok Inem. Ya mbok inem selalu menyediakan air putih saat ia sarapan dan minum susu.


"Bu, kalau sarapan atau makan siang, malam minumnya jangan susu, tapi yang lebih sehat itu air putih," celetuk mbok Inem.


"Kalau di kota kota mbok kadang merasa heran, sarapan makan roti lalu minumnya minum susu, apa nggak kering tuh tenggorokan kalau nggak minum air putih?" lanjut mbok inem menanyakan keheranannya.


Ranty hanya tersenyum waktu itu, apa yang dikatakan oleh mbok inem memang benar sih! tapi kalau dipikir pikir harusnya makan apa saja seharusnya minumnya air putih bukan air yang berwarna misal teh botol, fanta, sprite dll.


Apalagi kalau makan di Pizza, Giant, dll rata rata orang sering makan nasi sama ayam plus sprite, ia hanya bisa gelang gelang kepala saja.


Tiba tiba lamunan Ranty buyar seketika juga. Kerena hpnya berdering dengan kerasnya, Ranty langsung mengambil hpnya dan mengangkat nya.


📱Assalamualaikum, ada apa mas?


tanya Ranty saat ia tahu kalau Bayu yang menelponnya.


📱Aku tadi bicara sama Anindya, tentang Zoya.


Kata Bayu, yang langsung menceritakan apa yang ia dapatkan dari Anindya. Anindya hanya ingin melihat pembuktikan kalau memang ada sebuah perjanjian tertulis. Ranty hanya mendengarkan saja, apa yang di ceritakan oleh Bayu sambil menghela nafas kasar.

__ADS_1


📱Mas, terus bagaimana kalau Anindya tahu semuanya? Apalagi Zoya?


Suara Ranty terdengar kesal. Memang selama ini Bayu masih berada di sampingnya dan mendukungnya tapi bukan seperti ini. Ranty dari awalnya juga masih merahasiakan semuanya dari Anindya, tapi Bayu malah bilang. Ia hanya termanggu saja.*


__ADS_2