MEMETIK KETULULUSAN CINTA

MEMETIK KETULULUSAN CINTA
Memberikan dampak Buruk


__ADS_3

PLAK


Bayu dengan perasaan yang tidak karuan sama sekali langsung melayangkan tanganya di pipi Zoya.


"Kamu puas menyakiti kakakmu, puas!" teriak Bayu menatap wajah Zoya dengan tajamnya.


"Kenapa kamu yang marah seharusnya kakak yang marah bukan kamu!" sembur Zoya mendorong tubuh Bayu.


Zoya hendak meninggalakan tepat itu tapi Bayu dengan cepat meraih tangan Zoya, gadis itu berusaha melepaskan genggaman tangan Bayu tapi tidak berhasil.


"Jangan sekali kali menyakiti Ranty, kalau sampai kamu menyakiti Ranty kamu yang harus berhadapan denganku!" cerca Bayu.


Pria itu langsung meninggalakan Zoya. Gadis itu yang mendengarkan apanyang Bayu katakan hanya bisa mendengus, ingin rasanya ia menghajar wajah Bayu dengan tanganya tapi laki laki itu sudah pergi begitu saja setelah mengancam dirinya.


"Awas! Kalau kata kata mu benar, aku bakal membuat Anindya jadi boneka ku!" teriak Zoya dengan mata berkilat marah.


Suara Zoya yang meras memang tidak terdengar oleh Bayu sama sekali kerena Bayu telah lama meninggalakan tempat itu. Tapi tidak untuk Riri, gadis itu hanya bisa menggelengkan kepala melihat kebrutalan Zoya. Ia sama sekali tidak menyangka kala itu Zoya memang membenci Ranty dan ayahnya.


"Oh! Begini ya kelakuan kamu di belakang Anindya!" suara Riri terdengar jelas.


Zoya yang mendengar langsung terkejut, ia tidak menyangka kalau Riri ada di belakang nya, saat ia membalikan badan terlihat Riri tersenyum penuh arti.


Zoya terkejut tapi ia berusaha menenangkan dirinya dengan kemunculan Riri yang tiba tiba sekali.


"Kalau saja Anindya tahu pasti nggak menyangka kalau kamu sejahat ini, aku juga menyesal telah dekat dengan kamu nggak mendengar apa kata Aisyah."


"Anindya nggak akan tahu!"


"Kata siapa?" tantang Riri menatap wajah Zoya.


Ia sengaja melakukan itu kerena Riri hanya ingin tahu seberapa jauh Zoya melakukan itu lada keluarganya. Apalagi yang di musuhi adalah kakak sendiri, ya kalau Bayi yang dimusuhi ia tidak Maslah tapi kakak sendiri dimusuhi.


Riri mendekati Zoya, dan mengacungkan hpnya yang berisikan rekaman pembicaraan dari Bayu dan Zoya. Gadis itu terbelalak matanya melihat Riri merekam semua yang ia bicarakan.


Zoya hampir merebut hp yang dipegang oleh Riri, tapi tidak berhasil kerena Aisyah juga berada disana. Aisyah mengambil rekaman itu dan meninggalkan Zoya yang mengejar nya, tapi Aisyah langsung naik motornya.


"Berikan rekaman. itu kalau tidak!"

__ADS_1


"Kalau tidak apa? lapor pada Anindya?" sinis Riri.


"Tunggu apa yang aku bakal lakukan pada Anindya!"


"Oke! Aku juga punya kejutan buat kalian semuanya!" senyum.


"Mungkin kamu bakal puas, tapi Anindya bakal membenci kamu ingat itu. Aku bakal akhiri semuanya kalau kalian seperti ini." teriak Riri.


Gadis itu menahan gejolak hatinya yang tiba tiba muncul begitu saja. Tapi ia berusaha supaya tidak ada tangisan yang keluar dari wajahnya. Ia tidak ingin kalau Zoya mengetahui semuanya sebelum itu terjadi.


Setalah mengatakan itu Riri pergi begitu saja, sedangkan Zoya menyapa kepergiaan Riri dengan perasaan yang tidak karuan, ia sama sekali tidak menduga kalau kata kata Riri membuat ia heran dan penasaran. Dsn satu lagi ia juga tidak ingin Anindya membenci dirinya, kerana masih banyak yang belum ia lakukan.


"Anindya harus tahu ini, Ayah. Aku sudah cape dengan semua yang aku lakukan pada ibu." kata Riri waktu itu.


"Apa yang kamu.lakuakan?


"Aku harus menunjukan surat perjanjian!"


Bayu langsung menatap wajah Riri. Gadis itu hanya mengangguk.


"Ya dengan ini mungkin yang bisa menyelamatkan ibu dari Anindya supaya Anindya menyadarinya. Aku nggak peduli masalah Zoya." lanjut Riri.


**


"Aku harus ngapain ibu?" tanya Anindya menatap Zoya.


Zoya membalas tatapan Anindya, gadis yang ada dihadapannya begitu polos sekali. Dan gadis itu sepertinya begitu percaya pada dirinya yang telah menyakiti keluarganya. Tapi Zoya tidak peduli sama sekali tekad ingin menghancurkan akan terus berkobar dihatinya sebelum melihat Bayu dan kakaknya berpisah.


Zoya sebenarnya heran sekali kenapa kakaknya begitu mudah menikah dengan Bayu, sedangkan keluarga menentang pernikahan mereka.


"Kamu tahu alasan apa yang membuat ayahmu menikah dengan kakakku?" tanya Zoya.


"Entah aku juga nggak tahu."


"Jangan jangan kerena suaminya meninggal," celetuk Anindya.


Zoya hanya menarik nafas."Itu bukan alasan yang kuat, aku nyakin ada alasan yang kuat selain itu," tebak Zoya berpikir.

__ADS_1


"Kalau itu aku juga nggak tahu sih!"


"Mamamu?"


Anindya mengangkat kedua bahunya tanda tidak tahu. Ia yang tahu tiba tiba ayahnya menikah dengan Ranty, minta izin sih tapi tetap saja menurutnya salah.


"Awalnya sih kakak setuju ayah menikah dengan ibu Ranty, tapi lama lama kakak benci sama wanita itu dan sekarang malah baik lagi," ujar Anindya.


Zoya membenarkan apa yang dikatakan oleh Anindya, ia yang merasakan itu."Rencana kita bagaimana?" Zoya menatap Anindya.


"Bagaimana kalau kita cari tahu dulu," usul Zoya.


"Gimana kakak saja."


"Siap kalau gitu."


Mereka atudka.menduga sama sekali kalau pembicaraan mereka berdua di kuping oleh Riri. Ya Riri sebenarnya tadi ingin bicara sama Anindya tapi waktu akan menghampiri adiknya Riri hanya terdiam mematung saat dilihat olehnya kalau Zoya malah merencanakan sesuatu.


Riri hanya bisa menggelengkan kepala,"bener benar memberikan dampak biru kamu Zoya!" geram Riri menatap Zoya dikejauhan..


Ya biarpun ia tidak mendengarkan secara langsung apa yang dibicarakan oleh kedua orang itu, tapi Riro menduga kalau Zoya pasti merencanakan sesuatu pada Ranty maupun dirinya.


Tiba tiba ia mengusut cairan bening yang mengalir di pipinya. Ada penyesalan yang teramat sangat ketika ia mengingat kelakuan dirinya pada Ranty. Ia yang ingin melihat Ranty bahagia malah dihancurkan saat ia melihat kebahagiaan wanita itu.


'Aku benar benar jahat!' bisik nya.


Riri akhirnya meninggalakan tempat itu menjauhi keduanya. Ia bakal melakukan sesuatu buat mereka berdua ya biarpun ia harus berkorban untuk Ranty. Kalau perjanjian itu di batalkan otomatis dirinya harus masuk penjara, dan itu yang ia lakukan pada Ranty.


Kedua gadis yang berbeda umur, akhirnya sepakat melakukan rencana buat Ranty dan Bayu.


"Aku yang cari informasi," kata Zoya mengusap tangan Anindya lembut.


"Kamu yang penting berusaha memusuhi ibumu,"lanjut Zoya.


"Aku percaya sama kakak, aku bakal bantu kakak. Biar ayah dan ibu pisah. kasihan mama." kata Anindya yang tidak tahu apa apa.


Zoya mengangguk.

__ADS_1


Zoya tidak tahu sebenarnya atas perjanjian yang harus ditanda tangani oleh kakak dan Roti masalah kecelakaan itu. Entah kalau misal ia tahu kalau Riri yang telah merenggut kematian kakak iparnya.


Riri dari awal juga tidak pernah menyingung masalah kecelakaan yang dialami oleh Ranty dan suaminya pada zoya maupun Aisyah. Ia baru kemarin kemarin menceritakan nya lada Aisyah kerena hanya ingin menolong Ranty.*


__ADS_2