MEMETIK KETULULUSAN CINTA

MEMETIK KETULULUSAN CINTA
Ranty menghalangi Zoya


__ADS_3

Jam 09.00 pagi Ranty mendatangi kost Zoya. Ia ingin menanyakan tentang kepindahan dirinya dari kampus Jakarta ke kampus yang sekarang. Memang kalau di pikir secara akal sehat Zoya memilih kampus yang sekarang kerena dekat dengan rumah, sedangkan di Jakarta ia harus bolak balik ke kampus dsn pulang.


Sejujurnya Ranty dsn keluarganya pernah tinggal di Jakarta, kerena bisnis ayahnya maju dan berkembang akhirnya membuka perusahan di tempat yang sekarang. Ayah membeli rumah di daerah perkampungan dekat dengan perumahan.


"Enak tinggal disini, jauh dari keramaian," alasan ayah waktu itu.


Jadi Zoya bukan kuliah pertama kali di Jakarta, hanya saja ia dulu rumahnya di Jakarta jadi pantas kalau adiknya kuliah di Jakarta juga.


Tapi waktu semester 2, ayahnya pindah kerja dan rumah pun pindah. Rumah di Jakarta di jual sisanya dibelikan rumah di tempat sekarang.


"Riri!" gumam Ranty ketika melihat Riri di kosannya.


Awalnya ingin ketemu dengan Zoya,alah ketemu dengan Riri, akhirnya Ranty menghampiri Riri yang sedang sarapan.


"Kamu ngapain kesini?"tanya Riri heran.


Ia tidak menyangka kalau ibu sambungnya bakal datang ke kosannya.


"Kamu nge kost di sini, RI? Kata ayah kamu tinggal di perumahan?" tanya Ranty kaget.


Ia menghampiri Riri yang sarapan di teras. Hatinya bertanya tanya yang siap untuk dilontarkan oleh Ranty, dalam hatinya ia berkata,'Mumpung Bayu nggak ada, ia harus mengorek keterangan pada dirinya,'


Ranty duduk di samping Riri, Riri yang sudah menghabiskan sarapannya langsung beranjak dari tempat duduknya, tapi dengan cepat Ranty menghalangi Riri untuk pergi dari sana.


"RI, Tante boleh tahu tentang gambar itu," Ranty hati hati bertanya pada Riri.


"Jangan ikut campur! O,ya jangan jangan kamu yang melakukan itu pada ku, dasar wanita pelakor!" teriak Riri geram.


Ia dengan reflek nya menyingkirkan tangan Ranty yang menyentuh tangannya, sampai tangan Riri memukul wajah Ranty dengan keras. Wanita itu meringis, ia hanya mengusap wajahnya.


Riri langsung pergi kedalam kosan, tapi dengan cepat Ranty menghalangi supaya Riri tudks menutup pintu itu, tapi dasar Riri dengan teganya ia mendorong pintu dengan keras sekali sampai tubuh Ranty terjungkal. Untung Aisyah yang baru sampai di kosan langsung meraih tubuh Ranty dengan cepat.


Ranty kaget menerima prilaku dari Riri, dsn merasa bersyukur saat tubuhnya tidak jatuh begitu saja.


Aisyah langsung membuka kunci pintu itu, kerena ia juga memengang kunci kosan yang sama dengan Riri.


"RI, kamu tega ya mendorong wanita itu! Masalahnya apa?" sembur Aisyah.

__ADS_1


"Kamu jangan ikut campur Ai, urus saja urusan kamu!" hardik Riri tidak suka.


"Sudahlah, dek!"kata Ranty pada Aisyah yang berusaha membela dirinya.


"Nggak begitu kak, seharusnya ia harus hormat sama kakak," ujar Aisyah.


"Buat apa di hormati, wanita pelakor, nggak pantas untuk dihormati!" ketus Riri tajam.


Deg!


Kata kata Riri langsung menghantam hati Ranty, ia meras malu dikatakan sebagai pelakor apalagi di hadapan teman Riri. Aisyah yang mendengar kata kata Riri juga terkejut, kerena wanita yang dibicarakan oleh Riri ternyata ada di hadapannya.


'Jangan jangan?' bisik Aisyah dalam hati.


'Apa ia kakaknya Zoya?' tanya Aisyah kembali.


Riri lanhsung pergi begitu saja, iantidak mengatakan sesuatu pada Aisyah. Aisyah menghalangi langkah Riri tapi gadis itu menepiskan tanganya Aisyah..


"Maaf, Bu." ujar Aisyah merasa bersalah..


"Nggak apa apa kok, de!" ucap Ranty getir.


"Kamu ngapain kesini?" tanya Zoya terbelalak.


Melihat reaksi Zoya seperti itu, Aisyah yang masih ada di sana akhirnya mengerti apa yang terjadi.


"Zoya, hentikan apa yang kamu lakukan pada Riri. Kamu juga nggak bilang kalau kamu pindah kampus kenapa Zoya?" tanya Ranty.


"Kamu jangan ikut campur kak, urus saja hidup kita masing masing jangan urus orang lain," sembur Zoya.


""Zoya! Hati hati bicara, apalagi beliau kakak kamu." ingat Aisyah.


"Kakak? Sejak kapan aku punya kakak kaya dia, dia nggak pantas jadi kakak, apalagi kelakuannya kaya wanita yang tidak punya norma saja!" hardik Zoya.


PLAK


Tanpa di duga oleh Ranty maupun Zoya, Aisyah langsung memberikan stempel di pipi kanan Zoya dengan tangannya. Zoya sampai terpekik kesakitan saat tangan Aisyah mendarat dipipinya.

__ADS_1


"Kamu apa apa an?''


"Sudah sudah, kalian malah bertengkar! Zoya kenapa kamu lakukan ini pada kakak?" tanya Ranty lembut pada Zoya.


"Kamu masih menganggap aku adik kamu, kalau kamu masih menganggap aku adik kamu, seharusnya kamu dengar apa yang aku katakan. Tinggalkan Bayu." sembur Zoya menatap Ranty tajam.


"Zoya nggak segampang kamu bilang. Kakakmu hamil, dan ingat Allah melarang terjadi perceraian! Aisyah mengingatkan Zoya.


Deg!


Kata kata Aisyah menghantam sisi hati Ranty yang lembut, ia sangat terharu sekali mendengar apa yang Aisyah katakan pada Zoya, tapi apa yang dikatakan Aisyah lada Zoya hanya dianggap angin.lalu saja..


"Ai, jangan sok baik deh kamu. Dan kamu selalu ikut campur saja urusan orang lain," jengah Zoya..


wanita itu akhirnya pergi begitu saja. Ranty mengejarnya, ia belum puas bicara dengan Zoya adiknya. Tapi Zoya tidak merespon apa yang diinginkan Ranty, tanpa ba bi bu lagi Zoya meninggalkan tempat itu dengan perasaan berkecamuk.


"Zoya!" panggil Zoya.


Tapi gadis itu pergi begitu saja, tanpa mempedulikan teriakan dari kakaknya. Aisyah yang ada di sana langsung menghampiri Ranty.


"Bu, lebih baik diminum dulu airnya," Aisyah menawarkan teh manis hangat.


"Makasih ya de," ujar Ranty penuh arti.


Hati Ranty bergetar saat melihat kelakuan Aisyah yang jauh sekali seperti Zoya dan Riri, hatinya gerimis melihat Aisya seperti itu.


"Iya sama sama? Maaf ibu sebenarnya mau apa datang kesini ya? Tujuan ibu ke Zoya atau ke Riri ya," Aisyah mengkerutkan wajahnya..


Ranty menatap wajah Aisyah lembut, wajah Aisyah yang terbingkai oleh hijab membuat nyaman sekali, apalagi tutur kata yang sopan.


"Dua duanya. O,ya apa Ade tahu kenapa Zoya pindah kampus?" kata Ranty hati hati.


Aisyah tudks langsung menjawabnya. Ia sebenarnya ragu untuk cerita pada wanita yang ada di hadapannya ya mereka baru bertemu, dan ia tidak mungkin membuka aib Zoya biarpun itu pada kakaknya sendiri..


"Entah, aku juga nggak tahu. Memang sih Zoya anak pindahan dari kampus jakarta, tapi menurut pengakuannya sih ia pindah kerena jarak rumah dan kampus jauh." Aisyah akhirnya menjelaskan tapi tidak detil.


"Kalau kuliah disini, ia bisa pulang biarpun ia kost disini juga seminggu sekali ia pulang. Membereskan rumahnya," lanjut Aisyah.

__ADS_1


Aisyah mengatakan yang benar, kerena Zoya pernah menceritakan kenapa ia pindah kuliah kesini, Zoya juga mengatakan ia kost juga kerena kalau malam ia kesepian harus sendirian.


Ranty hanya mendengarkan saja apa.yang Aisyah jelaskan, ia mengangguk angguk kepalanya mengerti apa yang diucapkan oleh Aisyah*


__ADS_2