MEMETIK KETULULUSAN CINTA

MEMETIK KETULULUSAN CINTA
Anindya mencari tahu


__ADS_3

"Bu, aku ingin ibu nggak ikut campur apa yang terjadi pada keluargaku," ujar Anindya terus terang.


Gadis itu bicara saat Ranty berada di perpustakaan, Ranty menatap Anindya dengan tajamnya.


"Ibu nggak sengaja ketemu kakak kamu kok," bela Ranty.


Wanita itu merasa kalau kedatangan Anindya pasti bersangkut paut lada kejadian dirinya dengan Riri. Ia hanya menarik nafas dalam dalam, sebenarnya Ranty sudah tidak ingin membahas kejadiannya.


Tapi mau tidak mau akhirnya ia harus mengikuti apa yang terjadi.


"Ibu hanya ingin ketemu dengan adik ibu dan kok, nggak sengaja ketemu dengan kakak kamu," jujur Ranty.


"Bu, sampai kapan ibu mengelak saja, ibu mengarang cerita supaya aku percaya kan sama ibu?" cerca Anindya agak berang.


"Nin, ibu nggak bohong, apa.yang ibu katakan itu benar." kata Ranty cepat.


"Apa ayah tahu ini?" selidiki Anindya..


"Awalnya ayahmu nggak tahu tapi aku memberitahukan pada ayahmu."


"Bu, sebenarnya ibu sayang ayah nggak sih! Jangan jangan ibu hanya ingin mempermainkan ayah saja," desak Anindya menatap tajam wajah Ranty.


DEG!


Hati Ranty berdetak keras sekali mendengar Anindya berkata seperti itu.


"Nindy kamu itu lucu, pasti lah ibu sayang sama ayahmu." senyum Ranty lucu.


"Kalau kamu memang sayang ayah, kenapa kamu pergi tanpa izin ayah menemui adikmu?" tanya Anindya kembali.


"Kita duduk dulu yuk! nggak bai bicara sambil berdiri,"ajak Ranty sambil berjalan menuju meja dan kursinya.


Anindya pun mengikuti Ranty untuk duduk. Setelah mereka duduk, Ranty menatap lembut ke wajah Anindya. Ya ia mengakui dibandingkan dengan Riri, Anindya lebih baik dan lebih mendengarkan apa yang bakal disampaikan oleh orang lain.


Watak dan sifat Anindya lebih mirip ibunya dibandingkan dengan sikap Riri yang lebih mirip ayahnya. Ranty hanya menarik nafas lalu dihembuskan kembali.


"Maafkan ibu, ibu nggak bermaksud begitu Nin Sam ayahmu. Mungkin ini juga terbawa emosi oleh keadaan," Ranty hati hati bicara.


"Ibu punya masalah dengan ayah?" tanya Anindya.


Ranty tidak menjawab ia hanya diam saja, tidak mungkin ia menceritakan apa yang terjadi pada Anindya ya biarpun Anindya anak sambungnya. Bagaimanapun ia juga harus ada privasi antara Anindya dan dirinya apalagi ini masalah rumah tangga dirinya.

__ADS_1


"Nggak ada masalah kok, cuma ibunya saja yang agak lelah," jawab Ranty seadanya..


"Lelah," Anindya memicingkan matanya heran.


''Ibu lelah kerena kelakuan adik ibu itu saja, ibu juga nggak mau kalau ayahmu tahu bakal memarahi ibu," itu yang keluar dari mulut Ranty.


"Emang adik ibu melakukan kesalahan apa?" kejar Anindya ini ingin tahu.


"Adik ibu pindah kuliah, pindahkan harus punya biaya lagi," alasan itu yang diberikan pada Anindya oleh Ranty.


Ia tidak ingin kalau Anindya tahu masa yang dihadapi nya, memang kalau dipikirkan masalah yang ia hadapi sebenarnya itu terjadi kerena Zoya yang melakukan pada Riri. Zoya hanya ingin protes kalau kakaknya jangan menikah dengan Bayu.


Anindya yang mendengarkan cerita Ranty hanya mengangguk angguk saja ia jadi tahu apa yang terjadi pada ayah dan gurunya. Ya biarpun gadis itu tidak sepenuhnya tahu apa yang tejadi.


"Bu, apa ada hubungannya dengan gambar kak Riri?" tanya Anindya hati hati.


Deg!


Hati Ranty berdetak mendengar Anindya bicara seperti itu, sebenarnya Ranty juga sudah menduga kalau Anindya bakal tahu masalah gambar Riri, kerena pasti Bayu memberi tahukan semuanya pada Wulan. Tapi Ranty lebih banyak diam dibandingkan lebih banyak bicara, ia berusaha menekan diri sendiri untuk tidak komen pada hak gambar Riri..


"Emang kenapa? Gambar kak Riri, maksudnya apa?" Ranty pura pura tidak tahu.


Ia berusaha tidak terpancing oleh Anindya. Ranty tahu kalau misalkan ia terpancing gambar yang diceritakan oleh Anindya otomatis akan menimbulkan masalah lagi..


Ia nyakin kalau Bayu juga tidak bakal cerita masalah yang Ranty katakan pada Bayu.


Anindya menatap wajah Ranty, ia mencari sesuatu yang diperlukan di wajah Ranty. Tapi wanita itu hanya pura pura saja hanya untuk menjaga masalah yang sedang berkembang apalagi tentang Riri.


"Nggak ada apa apa kok, Bu. Ibu benar benar nggak tahu?" tanya Anindya kembali seperti masih belum puas.


Ya gadis itu belum puas atas jawaban yang diberikan oleh ibu sambungnya. Tapi Anindya tahu kalau misal ibu gurunya bilang tidak tahu ya bilang tidak tahu, jadi Anindya tidak bisa memaksa.


"Aku kira tahu," Hela nafas Anindya..


"Gambar apa sih!" Ranty seperti ingin tahu.


"Nggak apa apa kok Bu," hindar Anindya.


Gadis itu langsung berdiri dan pergi begitu saja. Ranty hanya diam saja, ia menarik nafas lega saat Anindya pergi begitu saja. Jadi ia tidak susah susah untuk menceritakan apa yang terjadi. Tapi Ranty nyakin kalau Anindya tahu masalah gambar Riri.


Ia juga tidak mau tahu, bagaimana caranya Anindya tahu masalah gambar itu. Itu bukan urusan dirinya kembali, dan ia juga tidak ingin ikut campur atas keluarga Bayu, ya sadar tidak sadar ia juga sebenarnya terseret dalam keluatga Bayu.

__ADS_1


Ranty menarik nafas kalau dihembuskan kembali. Hatinya mulai tenang.


'Semoga semuanya selesai,' bisik Ranty dalam hatinya.


Ranty agak terkejut saat melihat Dihadapannya ada Bayu yang menggerakkan tangan ke kanan dan kiri.


"Kenapa melamun, ada yang dipikirkan?" tanya Bayu duduk di depan Ranty.


Ranty hanya mwngelangkan kepala.


"Kenapa?"


"Nggak ada apa apa kok,"


"Tadi aku lihat Anindya keluar dari perpustakaan, ada masalah dengan Anindya?" kejar Bayu.


"Anindya tanya aku tahu nggak masalah gambar Riri." akhirnya Ranty menjawab jujur.


"Jawab mu?"


Aku bilang nggak tahu aja. Memangnya Anindya tahu masalah gambar itu?" balik tanya Ranty pada Bayu.


Bayu mengambil nafas dan menghembuskan secara kasar, ia menghindar dari tatapan Ranty yang tajam sekali.


"Aku nyakin tahu," tebak Ranty.


Ya Ranty menebak begitu kerena melihat tingkah laku Bayu seperti itu, apalagi saat ia menatap wajah Bayu, laki laki itu lanhsung menghindar dari tatapannya.


"Itu gara gara Zoya," ketus Bayu.


"Aku nggak habis pikir apa sih pikirannya Zoya sampe berbuat seperti itu pada Riri, sedangkan mereka satu kos." lanjut Bayu agak kesal.


Ranty hanya diam. Ia mengaku salah kerena Zoya telah melakukan hal yang tidak diinginkan, apalagi menyebar gambar gambar itu.


"Aku juga nggak tahu mas, kenapa Iya seperti itu."


"Kenapa kamu nggak selidiki kenapa Zoya seperti itu pada Riri?" tanya Bayu..


"Tapi aku ngerasa nyakin kalau Zoya nggak setuju kalau kita menikah, itu yang aku tahu," ujar Ranty menduga.


Bayu menghela nafas dengan kasar, mendengar Ranty mengatakan seperti itu. Bayu mengakui kalau keluarga Ranty dari awal pernikahan memang belum.lernah merestuinya. Ia tahu itu kerena dirinya adalah seorang ayah dari dua anak dan seorang suami dari satu istri..

__ADS_1


Mana ada orang yang mau menikahkan kakaknya dengan laki laki yang punya istri dan dua putri. Bayu merasa bersalah pada Ranty.*


__ADS_2