
Riri hanya menghela nafas panjang, melihat tingkah laku adiknya yang menjadi jadi pada Ranty, ia sama sekali keputusannya yang diambil salah. ia mengakui kesalahannya dimasa lalu.
"Kak, maafkan aku. Aku salah," tangisnya waktu Ranty mengajukan pemerikasaan tentang kematian suaminya.
Riri langsung memeluk tubuh Ranty waktu itu sambil menangis. Ia sebenarnya takut dipenjara apalagi dalam pikirannya kalau penjara itu ruangannya sempit, gelap, tidak bisa melakukan apapun juga. Ia sudah berpikir kemana kemana, itu yang ditakutkan oleh dirinya sebenarnya.
Ranty yang tidak menduga kalau Riri memeluknya langsung berusaha melepaskan tangan Riri yang memeluk tubuhnya. Ia sebenarnya tidak tega tapi ia harus menegakkan keadilan untuk dirinya dsn suamianya. Tapi Riri malah mempererat pelukannya di tubuh Ranty. Wanita itu hanya bisa menghela nafas panjang dan kasar melihat kelakuan Riri seperti itu.
"Ri, keputusan kakak nggak bisa digugat oleh siapa pun juga." kata Ranty.
"Kak, aku mohon jangan bawa ini ke ranah hukum. Aku hanya ingin kakak menikah dengan ayahku, kakak bisa punya anak dari ayah," iba Riri.
"RI! Nggak segampang itu!" teriak Ranty tertahan mendengar apa yang Riri katakan ia sangat terkejut sekali mendengar Riri berkata seperti itu.
Ranty tidak menyangka kalau Riri bakal mengatakan itu padanya, apalagi posisi Bayu adalah suami orang dan memiliki dua putri, ia tidak mungkin melakukan itu pada temannya. Ranty langsung mendorong tubuh Riri dengan kasarnya.
Tapi tatapan mata Ranty langsung menatap wajah gadis 18 tahun dengan tajam, ia melihat wajah itu polos sekali dan gadis itu mengatakan kejujuran dan kebeningan hatinya yang benar benar tulus. Tapi Ranty tidak mengambil keputusan untuk dirinya sendiri dan ini harus dibicarakan.
Ia juga tidak mau mengkhianati Ageng. Ya biarpun Ageng sudah meninggal tapi ia masih mencintai Ageng apalagi anaknya yang menyusul ayahnya.
"Kan sama sama punya anak nantinya."
"Riri! Suami bisa digantikan tapi anak? Kalau masalah suami kakak nggak jadi masalah tapi anak? Anak kakak yang kau bunuh!" getar Ranty.
__ADS_1
Hampir saja ia menangis dihadapan Riri tapi untungnya tidak sama sekali, ia hanya bisa menahan gejolak mengingat kehamilan yang baru berusia muda. Ia masih bisa merasakan kalau bayi itu hadir dalam hatinya lembut sekali, tapi Ranty harus menipiskan semuanya. Saat tanganya mengelus perutnya yang kini tidak ada janinnya, kemarin biarpun masih belum kelihatan tapi ia bisa merasakan kalau janin itu hidup di dalam tubuhnya.
"Kak, menikahlah dengan ayah!" Riri memohon..
Tapi Ranty langsung melepaskan tangan Riri dari tangannya. Wanita itu meninggalakan Riri dengan perasaan asing, ia tudkammungkin harus menikah dengan Bayu secara Bayu sudah menikah dan punya anak. Ranty tidak mau menghancurkan pernikahan Bayu biarpun itu desakan dari anaknya Bayu.
Riri yang melihat Ranty pergi begitu saja hanya melonggo tidak mengerti apa yang salah dari ucapannya. Kepergian Ranty hanya diiringi tatapan heran dari gadis 18 tahun itu yang menatap nya.
Sedangkan Ranty yang langsung masuk mobil langsung membawa mobil pulang ke rumah mertuanya. Ya mertuanya menahan ia pulang ke rumah orang tuanya kerena mereka telah menganggap Ranty anaknya dan pengganti Ageng.
Akhirnya orang tua Ranty membiarkan anaknya disana, alasannya mertua Ranty lah yang meminta kalau anaknya tinggal di rumah itu. Orang tua Ranty tidak bisa memaksa keinginan dari mertua Ranty, sejujurnya orang tua Ranty sangat bersyukur melihat anaknya punya mertua yang baik, perhatian seperti itu lada anaknya.
Jadi wajar kalau Ranty sehabis suamianya meninggal masih bersama mertuanya saja.
"Ibu nggak mengizinkan kamu keluar dari rumah ini, kecuali kamu menikah kembali." suara ibu mertuanya terhiang hiang di telinganya.
Mendengar apa yang mertuanya katakan Ranty hanya mengangguk seketika ia merasa terharu mendengar apa yang mereka katakan pada dirinya. Memang benar apa yang orang tua Ageng katakan kalau rumah itu adalah rumah Ageng yang dibeli olehnya sewaktu mereka mau menikah.
Ageng sebelum menikah dengan Ranty sudah memiliki rumah, jadi waktu Ageng menikah mereka langsung mengisi rumah itu! sekarang rumah itu jadi miliknya, milik Ranty. Sedangkan orang tua Ageng hanya mendapati rumah yang sederhana saja, diajak juga tidak mau sama sekali. Dan ketika Ageng meninggal Ranty memohon pada mertuanya untuk tinggal di rumah itu.
Mau tidak mau akhirnya mereka mau menempati rumah itu! Tapi pas 7 hari meninggalnya Ageng selesai orang tua Ranty menyusul anaknya ke rumah mertuanya Ranty, tapi mertuanya Ranty tidak mengizinkan Ranty pulang ke rumah orang tua nya. Mertuanya malah tidak mengizinkan Ranty pergi dari rumah itu.
"Bu, Ranty nggak akan pergi dari rumah ini. Ini rumah Ranty, Bu." kata Ranty.
__ADS_1
"Betul ini rumah Ranty kami disini juga numpang, masa kamu pergi dari rumah ini sedangkan kami disini saja," ujar ibu mertua Ranty.
"Ran, katanya ini rumahnya mendiang suami mu, kenapa nggak kamu berikan saja rumah ini pada mertua kamu biar mertua kamu yang mengisinya." kata ibu Ranty berbisik lada Ranty.
Tapi bisikan ibu Ranty kedengaran jelas oleh ibunya Ageng.
"Bu, ini rumah Ranty, pokoknya ini rumah Ranty dengar nggak!" teriak mertuanya Ranty menatap ibunya Ranty dengan tajam sekali.
"Bu, masa Iddah Ranty juga belum selesai, ya menurut orang juga seorang istri yang ditinggal mati maupun di ceria hidup pas masa iddah masih ditanggung oleh pihak suami atau mertua, apalagi mas Ageng meninggal," lanjut Ranty memberikan sedikit penjelasan pada orang tuanya.
Intinya sih sebenarnya biar mereka tidak bertengkar itu saja. Ya yang dikhawatir Ranty mereka bertengkar gara gara dirinya, entah ia harus senang atau tidak mempunyai mertua seperti orang tua Ageng. Ya menurutnya orang tua Ageng itu seperti orang tua sendiri baik bangsat.
Ranty yang tidak mau mertuanya marah dan terjadi keributan akhirnya memutuskan akan tinggal di rumah itu se betah nya. Mendengar Ranty mengatakan itu akhirnya orang tua Ranty langsung pamit ke orang tua Ageng.
"Cepat menikah makanya!" goda mertuanya pada Ranty.
Ranty hanya bisa tersenyum saja mendengar godaan dari mertuanya.
Ranty Yaang pergi meninggalkan Riri hanya bisa menghela nafas panjang.'Anak nggak tahu diri,' bisik Ranty mengingat Riri.
Watak Riri mirip ayahnya Bayu.
Sebenarnya buat Ranty bertato sih untuk menikah lagi, tapi orang tua Ageng malah mengizinkan dirinya menikah, memang orang tua Ageng tidak memaksa dirinya menikah dengan siapa saja yang terpenting laki laki yang mau menikah dengan Ranty sayang.
__ADS_1
"Mas maafkan aku," bisik Ranty.
Kalau mau jujur ia lebih baik tidak punya suami lagi. Kalau Maslah anak ia sebenarnya sudah pikirkan ya kalau tidak menikah lagi ia hanya ingin mengangkat anak yatim piatu untuk dijadikan anak. Tapi mertuanya tidak setuju dengan keputusan dirinya, akhirnya dengan berat hati ia menikah dengan Bayu.*