MEMETIK KETULULUSAN CINTA

MEMETIK KETULULUSAN CINTA
Riri Mengelak


__ADS_3

PLAK!


Tanpa ba bi bu lagi Bayu yang emosi melayangkan tanganya ke wajah Riri yang sedang membaca buku novel yang di pinjam di perpustakaan kampusnya.


Riri sangat terkejut melihat ayahnya datang datang ke kost nya tanpa ba bi bu lagi malah menampar. Riri merasa keheranan atas kedatangan ayahnya yang baru kemarin datang malah sekarang datang lagi.


Riri ciut melihat wajah Bayu yang merah padam menahan emosi yang siap membludak.


"Ayah apa apa an, datang datang malah membuat onar!" teriak Riri marah ia langsung berdiri dan memandang tajam kearah wajah Bayu.


"Apa apa an maksudmu itu apa, ayah yang seharusnya tanya sama kamu. Bukan kamu yang tanya pada ayah!" sembur Bayu merah.


"Aku nggak ngerti, maksud ayah itu apa?" tanya Riri.


Ia heran melihat ayahnya marah seperti ini, beberapa kali ia berpikir kalau ia melakukan kesalahan tapi seingat dirinya ia sama sekali tidak merasa bersalah.


"Lihat ini!" ketus Bayu..


Bayi langsung merogoh kantung celananya dan membuang beberapa gambar yang ada Riri di dalamnya. Riri terbelalak menatap gambar yang ada dirinya.


"Ayah ini dari siapa? Demi Allah aku nggak pernah melakukan ini!" teriak Riri shock.


Tidak shock bagaimana, ia tidak pernah tidur dengan laki laki lain apalagi sampai membuka baju seperti ini!


"Kamu mau mangkir bagaimana? Kamu lebih keji dari binatang!" teriak Bayu marah.


Riri gamang melihat pemandangan yang ada di depannya. Bayu yang melihat Riri menjatuhkan diri ke lantai hanya diam saja tanpa memperhatikan anaknya ia langsung pergi begitu saja.


Riri meraung sekeras kerasnya. Mengambil beberapa gambar dan langsung di sobek begitu saja. Riri langsung mengingat kejadian kemari di Anyer.


Seingat dirinya, dirinya tidak pernah memasukan laki laki lain, ke dalam hotel. Ia hanya ingat waktu sebelum tidur ia dan Zoya bertemu dengan Burhan, itu saja seterusnya mereka tidur di kamar yang sama. Sedangkan sebelum tidur memang Zoya pergi dulu sama Burhan, waktu paginya ia juga tidak menemukan Zoya di kamar.

__ADS_1


Pagi itu Zoya telpon kalau ia mendadak ke rumah saudaranya, Riri percaya itu kerena Riri tahu Zoya tinggal bersama saudaranya. Itu saja tidak lebih dan kurang.


Riri tidak mengerti ia juga tidak tahu laki laki yang ada dalam gambar itu, tapi gambar itu Natura seperti tidak ada rekayasa sama sekali.


Tanpa disadari Riri, di kejauhan Zoya melihat apa yang dilakukan oleh kakak iparnya. Ia sangat puas sekali kerena Bayu sebagai ayah dari Riri, memarahi Riri habis habisan seperti itu.


Ada senyuman di wajah sinis Zoya. Ia tidak berniat menolong Riri yang sedang butuh bantuan, ia juga tidak sudi kalau membantu Riri yang memang butuh bantuan. Ia melakukan itu kerena ia tidak ingin melihat kakaknya harus menikah dengan anak Bayu.


Setalah Bayi meninggalakan Riri yang meraung kerena melihat kemarahan ayahnya dan memang ia tidak pernah melakukan itu, ia merasa ayahnya tidak pernah memihak pada dirinya.


Setelah lama Zoya bersembunyi sampai Bayu tidak kelihatan, ia langsung menyongsong Riri yang sedang termanggu dan masih ada tangis di wajahnya.


"Ri, kamu kenapa menangis? Apa yang terjadi pada diri kamu, dan siapa laki.laki itu?" tanya Zoya pura pura panik melihat keadaan Riri yang masih drop akibat kemarahan ayahnya serta gambar yang telah ia sobek.


Riri yang tahu Zoya datang langsung memeluk tubuh Zoya dengan erat, ia menumpahkan rasa sakit hatinya dengan tangisan. Zoya bergoyang hatinya, saat mendengar tangisan Riri yang semakin kencang.


Zoya sebenarnya ingin jingkrak jingkrak mendengar tangis Riri makin kencang seperti itu! ia hanya pura pura mengelus rambut Riri, tapi hatinya sangat girang.


Ia sebenarnya risi mendapatkan pelukan dari Riri, Zoya tidak mau bajunya harus basah oleh air mata yang dikeluarkan oleh Riri. Jadi ia berusaha melepaskan pelukan Riri dari tubuhnya.


"Aku sedih Zoya, aku hiks hiks hiks.." Riri tidak tahan untuk menangis kembali..


'Ya iya lah sedih, kalau nggak sedih juga kamu nggak bakal nangis,' gerutu Zoya kesal.


"Aku dituduh tidur sama laki laki sama ayahku. Tadi ayahku datang kesini marah marah kerena lihat gambar aku hiks hiks," terbata bata Riri menjelaskannya..


Waktu ia ingin cerita bagian dirinya tidur sambil pelukan dan telanjang Riri menangis. Hatinya sakit sekali, mengingat semuanya.


Zoya hanya diam. ia hanya mencipir kan bibirnya, mendengarkan apa yang Riri jelaskan pada dirinya. Ya iyalah Riri tidak bakal.mengaku kerena dia lah yang biang keladi nya.


Dalam hati Zoya tertawa terpingkal pingkal mendengar apa yang Riri jelaskan padanya. Ya ingatannya terbentur pada malam itu.

__ADS_1


Ia dan Burhan memang sengaja mengajak Riri ke hotel di Anyer, hanya untuk menjerumuskan Riri di malam hari nya. Sebelum tidur Zoya memasukan pil tidur ke gelas minum Riri.


Otomatis saat Riri minum air yang ada di gelas, kepalanya langsung terasa berat dan matanya terasa menganguk berat sekali. Zoya langsung menghubungi Burhan untuk menidurkan Riri ke kamar, dan salah satu anak buah Burhan masuk dan mengikuti perintah Burhan dan Zoya.


Sedangkan Zoya dan Burhan tidak melihat apa yang mereka lakukan di kamar hotel itu, laki laki suruhan Burhan langsung mengirimkan gambar dirinya pada Burhan..


"Kamu cerdik juga sayang!" ujar Zoya dengan nada puas.


"Aku gitu lho, siapa yang bisa melawan kecerdikan ku," tawa Burhan renyah.


"Oke aku percaya sama om."


"Kamu seperti benci banget sama gadis itu? kenapa?" tanya Burhan menatap wajah Zoya..


"Dia yang merebut pacarku, aku nggak ikhlas pacarku direbut sama dia. Masih untung kalau dia tulus sama mantan pacarku, malah dia ninggalin Farel ke pelukan laki laki lain." cerita Zoya getir.


Ya tidak getir bagaiamana, ia sakit saat Farel meninggalkan dirinya demi gadis lain, setelah diselidiki tidak tahunya gadis itu adalah Riri. Dan satu bukan kemudian ia mendengar kalau farel patah hati akibat ditinggalkan oleh Riri.


Zoya tidak terima atas prilaku Riri terhadap Farel. Ia yang begitu tulus harus ditinggal begitu saja oleh Farel demi gadis busuk seperti Riri.


Dan yang lebih menyakitkan lagi, ia mendengar kalau ayah Riri harus menikah dengan kakaknya. Apalagi kakaknya malah menantang dan menerima lamaran ayahnya Riri.


Zoya masih bersama dengan Riri yang ngedrop dituduh tidur bareng dengan laki laki lain, ia sudah membujuk Riri tapi Riri tidak mengubris apa yang dikatakan Zoya.


Ri, kamu kenapa Aisyah terkejut melihat Riri menangis. Aisyah lanhsung mendekati Riri, ia mengusap lengan Riri lembut, tapi oleh gadis itu di tepiskan begitu saja.


"Jangan sok suci Ai, kamu kan yang membuat Riri seperti ini," sembur Zoya yang ingin memperkeruh suasana hati Riri.


"Aku?'' tunjuk Aisyah bigung.


Ia baru datang malah dituduh macam macam. Tapi gadis berkerudung itu menatap wajah Zoya curiga, ia juga menatap Riri dengan hati yang iba sekali.*

__ADS_1


__ADS_2