MEMETIK KETULULUSAN CINTA

MEMETIK KETULULUSAN CINTA
Berusaha Jujur


__ADS_3

Arghhh! 


Ranty sebenarnya sangat mendidih darahnya saat mulut Zoya melontarkan kata kata yang tidak sopan menurutnya. Sampai ia tidak bisa.menahan emosi yang meluap luap melihat Zoya seperti itu, ya Zoya tidsk bisa diajak bicara baik baik olehnya, malah semakin brutal saja. 


Ranty hanya bisa menghela nafas mengingat Zoya. Ia tidak menyangka kalau Zoya bakal memusuhi dirinya gara gara ia menikah dengan Bayu. Memang dari awal perkenalan semua keluarganya tidak mau menerima Bayu jadi suaminya apalagi Zoya terang terangan sekali menolaknya. 


Alasan nya masuk akal sih dari keluarganya, mereka tidak inginmkalau dirinya menjadi istri kedua dari Bayu, apalagi Bayu sudah memiliki dua anak perempuan, dsn yang lebih tidak menerima nya orang tua. Ranty harusnounya anak sambung yang sebeya dengan adiknya Zoya. 


Ranty tahu itu, tapi ia hanya ingin kalau cinta tidak pernah memandang usia, ya biarpun antara usia dirinya dsn Bayu berpaut 16 tahun. Tapi bagi dirinya itu tidak masalah ya biarpun dulunya Bayu juga adalah guru nya. 


Orang tua hanya mengangguk saja, tidak ada respon sama sekali, kalau mengingat semuanya ia hanya bisa bersujud dihadapanNya. 


Mobil yang ditumpanginya melaju dengan cepat sekali membela jalan yang lengang sekali, DAMRI yang iatumpangi sampai di Angsana. Jadi ia tidak usah turun di terminal Tarogong lagi kerena yang ia pilih mobil yang tepat, jurusan Angsana. 


Kalau dipikir ada enaknya ada mobil DAMRI jurusan Angsana ke terminal Pakupatan, hanya kadang harus melihat waktu nya. DAMRI kalau pagi kira kira pukul 06.30 itu dari Angsana ke terminal Pakupatan. 


Dari Pakupatan ke Angsana jam 10.00, sedangkan kalau siangnya dari Angsana ke Pakupatan 10.00. Jam 14.00 Pakupatan ke Angsana. Kalau diluar itu tudks ada DAMRI yang menuju Angsana kecuali mobil PS. 


Ranty sengaja naik mobil DAMRI kerena ingin praktis, kalau turun di terminal Tarogong harus naik mobil ke Panimbang dulu lalu ngojeg untuk sampai rumahnya. Daripada banyak naik dan turun ia lebih baik naik DAMRI sekali turun itu sudah ada di depan rumah. 


Setelah sampai kwndepan rumahnya ia langsung turun dsn berjalan menuju rumahnya, ia segaja tidak menginap kerena ia takut Bayu bakal tahu ia pergi jauh jauh tanpa ada Bayu disamping nya. 


Apa yang dikhawatirkan oleh Rabty benar juga, waktu ia sampai di rumah Bayu sudah ada di teras memandang dirinya. Ranty berusaha untuk tidak terlihat gelisah, tapi sebenarnya hatinya berdekuo dengan kencang. Ia juga tidak tahu apa yang bakal ia katakan pada Bayu, kalau suamianya menanyakan kemana ia pergi.


Melihat kedatangan istrinya Bayu yang duduk langsung berdiri agak menghalangi langkah Ranty yang akan masuk ke dalam rumah. 


"Kamu kemana?" Tanya Bayu curiga. 


"Aku hanya dari pasar Panimbang," dusta Ranty. 


Wanita itu sambil menunjukan belanjaan yang ia bawa kehadapan Bayu suaminya. Bayu hanya memandang saja, tapi ia curiga kalau Ranty berdusta pada dirinya. 

__ADS_1


"Ran, ke Panimbang seharian seperti ini? Jujur padaku!" Teriak bayi menatap wajah Ranty. 


"Nggak percaya?" Tatap Ranty. 


"Aku nggak percaya, dari jam 09.00 aku disini, tapi kamu jam segini baru muncul, emang kamu ngapain di Panimbang? Nggak mungkin kan kamu jam segini masih di Panimbang?" Tanya Bayu mendesak Ranty. 


Memang kalau di pikir aneh juga sih! Masa ke Panimbang sampai jam 17.00 baru sampai rumah sedangkan belanjaan yang dibawa Ranty sedikit hanya beberapa ikat sayuran dan ayam saja. 


Ranty tidak mau menjawab, ia masuk kedalam rumah, Bayu yang melihat itu langsung mengejarnya ke dapur. Ranty hanya menyimpan bawaannya di kulkas, ia balik lagi, dilihat Bayu berdiri dihadapannya dengan tatapan yang aneh pada Ranty.


"Aku mau mandi," ujar Rabty pada Bayu..


"Kamu jawab dulu, kamu pergi kemana seharian, nggak mungkin kan kamu ke Panimbang sampai menghabiskan waktu berjam jam di pasar?" Kejar Bayu menyentuh pingang Rabty. 


"Aku main di rumah temanku yang ada di pasar," dusta Ranty sambil melepaskan tangan Bayu dari pinggang nya. 


"Serius," 


Melihat kesungguhan Ranty, Bayu akhirnya diam saja. Tapi anehnya hatinya belum puas sebenarnya mendapatkan jawaban Ranty seperti itu belum kena dalam hatinya. 


"Masa seharian nggak pulang? Aku juga di rumah jam 09.00 kamu nggak pulang pulang?" Tanya Bayu penasaran. 


"Jangan jangan kamu menemui seseorang yang nggak mau aku ketahui?" Lanjut Bayu serius. 


Deg! Hati Ranty berdetak dengan kerasnya. Ia tidak menduga tebakan Bayi mengenai hatinya ya biarpun Bayu tudks mengatakan secara detil dirinya tapi seperti nya Bayu mengetahui kalau istrinya membohongi dirinya. 


Ranty tudks langsung menjawab ia hanya menghela nafas panjang mendengar kata kata Bayu, akhirnya Ranty menarik kursi ia duduk dimkursi yang ia tarik tadi. Bayu hanya berdiri saja melihat apa yang dilakukan istrinya, tatapan Bayu menghujam pada hatinya Ranty. 


"Mas, Janji nggak bakal marah!" Ujar Ranty ragu. 


"Jadi kamu bohong kalau hati ini kamu ke rumah temanmu?" 

__ADS_1


Ranty mengembuskan nafas kasar. Ia sebenarnya ragu sekali untuk menceritakan semuanya, ya biarpun disini ia salah juga tapi bagaiamanapun Bayu harus tahu. 


"Apa yang ingin kamu katakan, katakan saja. Saya nggak bakal marah." Lirih Bayu lembut. 


Ia pun menarik kursi duduk dihadapan Ranty, ia hanya ingin mendengarkan alasan apa yang istrinya ucapakan pada dirinya tentang kepergian sampai wanita itu tidak minta izin pada dirinya. 


"Maafkan aku mas, kalau mas nanti marah aku pasrah saja. Tadi aku mendatangi Zoya mas," ungkap Ranty berlahan. 


Tapi masih dalam keraguan kerena ia takut kalau Bayu bakal marah kalau tahu kalau Zoya yang melakukannya, tapi Ranty berusaha untuk jujur kerena ia sudah lelah membohongi diri sendiri apalagi membohongi orang banyak termasuk suamianya..


Bayu hanya diam saja saat Ranty menyebut nama Zoya, ia hanya mengkerutkan wajahnya mendengar nama Zoya terucap di bibir istrinya..


"Kenapa kamu diam? Ayo lanjutkan, apa sih yang terjadi!" 


Bayu yang tadinya diam langsung bersuara kerena melihat Ranty hanya diam saja. 


"Zoya, mas. Zoya, dia melakukan sesuatu pada Riri," lirih Ranty ragu..


"Melakukan sesuatu pada Riri? Maksudnya." 


Ranty mau tidak mau akhirnya menceritakan panjang pada bayi tentang keluarkan adiknya Zoya pada Riri, Bayu yang mendengarkan cerita Ranty sangat terkejut sekali, beberapa kali ia menghela nafas mendengar kelakuan Zoya pada Riri.


Dan waktu Ranty cerita masalah gambar Riri, Bayu tidak membendung emosinya. 


"Jadi itu kelakuan adikmu?" Tanya Bayu melotot. 


"Mas, maaf aku tadi datang hanya ingin Zoya menyadari semuanya..


"Terus kamu mau apa yang dikatakan Zoya?" 


"Nggak aku nggak mau, mas. Percanya sama aku, aku tidak ingin pisah denganmu.''ujar Ranty memengang tanga. Bayu.

__ADS_1


Tapi Bayu menepiskan tangan Ranty dengan kasarnya, melihat itu Ranty tidak bisa berkata kata lagi.*


__ADS_2