MEMETIK KETULULUSAN CINTA

MEMETIK KETULULUSAN CINTA
Di Ruang Pustaka


__ADS_3

Mata Ranty melotot seketika juga, saat matanya menangkap pemandangan yang tidak sesuai dengan hatinya. Sebuah pemandangan yang tidak harusnya ada dihadapan matanya. Beberapa fhoto Riri yang sedang berpelukan dengan seorang laki laki yang lebih tua dengan Riri.


Hati Ranty menjerit seketika melihat semua gambar yang berisikan Riri di dalamnya. Tiba tiba hpnya berteriak seperti ingin diangkat, Ranty langsung mengangkat hpnya.


"Bagaiamana kak, kakak puas apa yang aku lakukan pada anak kakak, terdengar suara Zoya dengan sinis.


"Kamu, apa yang kamu lakukan pada Riri!" teriak Ranty marah.


Ia benar benar tidak bisa menahan emosi nya, melihat apa yang Zoya lakukan pada Riri anak dari Bayu.


"Dan kamu bakal terkejut suatu waktu nanti Riri bakal membuat kamu mati berdiri!" seru Zoya tertawa renyah.


Setelah itu ia menutup hpnya. Tapi saat dihubungi kembali hp Zoya malah dimatikan. Ranty tidak habis pikir bagaimana cara nya Zoya dan Riri bertemu?


Ranty tidak tahu kalau Zoya sebenarnya pindah ke kampus negri yang ada di Banten. Ranty hanya tahu kalau Riri memang dari awal kuliah sudah di kampus yang dekat terminal itu, sedangkan Zoya yang Ranty tahu Zoya kuliah di Jakarta itu saja..


Ranty terduduk lemas di.lanatai perpustakaan, ia berusaha bangkit untuk melepaskan beberapa fhoto yang menempel di dinding perpustakaan. Ranty tidak habis pikir pada pikiran Zoya kerena Zoya bisa menempuh jarak beberapa kilo meter hanya untuk memberikan kejutan padanya.


Setelah melepaskan gambar gambar di dinding perpustakaan, tiba tiba ia meringis kesakitan saat merasakan perut bagian bawah terasa kencang sekali. Ia langsung memegangi perutnya sambil mengusap mengusapnya lembut.


Ranty berusaha untuk membuka perpustakaan, ia ingin cepat masuk ke dalam perpustakaan bukan untuk beberes tapi untuk bersandar supaya perutnya tidak kram kembali.


"Ran, kamu kenapa?" tanya Bayu.


Ketika melihat Ranty mengelus perutnya.


"Cuma kram mas," ujar Ranty.


"Makanya kamu jangan kerja yang berat, jaga jangan stres!" kata Bayu mengingatkan dirinya.


'Mas, aku nggak stres bagaimana kalau lihat gambar Riri bugil tidur bareng laki.laki lain,' bisik Ranty dalam hati.

__ADS_1


Ia berusaha tidak menceritakan penemuannya pada Bayi, kaku bayi tahu pasti ia bakal marah pada Riri dan otomatis Riri juga bakal semakin membenci dirinya. Itu yang Ranty tudks inginkan, pertengkaran dirinya dengan Bayu. Apalagi kalau ia menyalahkan diri Riri dihadapan Bayu.


Jadi Ranty tidak mau menanggung resiko apa apa, untung gambar Riri ia simpan dalam tasnya langsung. Jadi bayi tidak curiga dengan isi tas yang ia bawa.


"Kamu udah sarapan?" perhatian Bayu pada Ranty.


Ranty mengelengkan kepala, memang tadi ia tidak makan apa apa, ia malas untuk makan. Kalau ia makan pasti terasa mual dsn muntah muntah.


"Aku beli uduk ya, biar perut kamu diisi." ujar Bayu sambil meninggalkan Ranty.


Ia tidak bisa mencegah kepergian Bayu, ia hanya menghela nafas saat suaminya pergi menuju kantin yang tidak jauh dari sekolah. Hanya beberapa menit Bayu meninggalkan Ranty, tidak lama kemudian Bayi datang dengan satu piring nasi uduk dsn goreng tempe yang masih hangat.


Bayu juga memesan teh anget buat Rani. Rani yang melihat itu hanya diam saja melihat Bayu yang wajahnya berseri seri ketika Bayu memberikan nasi uduknya ke hadapan Ranty.


"Makan!" perintah Bayu menatap wajah Ranty.


Ranty dengan malasnya menyuap nasi uduk, tiba tiba ia merasa mual yang sangat menyerang perutnya. Ia langsung berlari menuju belakang perpustakaan dsn memuntahkan isi perutnya.


Bayu langsung menatap barang barang Ranty yang terjatuh berserakan di lantai. Mata Bayi terbelalak seketika juga melihat pemandangan yang tidak disangkanya. Ia langsung mengambil gambar yang ada dirinya yang sedang tidur di pelukan lai.laki lain.


Tiba tiba darah Bayi langsung sampai ke ubun ubun seketika melihat gambar itu, tangannya gemetar saat ia memengang gambar Riri berpelukan dengan laki laki yang tidak ia ketahui sama dirinya.


"Mas!" suara Ranty tercekat saat ia kembali ke ruangan perpustakaan.


Ia shock seketika juga saat melihat suamianya memegang gambar yang tadi ia sembunyikan. Bayu langsung menatap wajah Ranty yang pucat, Ranty kaget tidak menyangka kalau Bayu bakal mengetahui semuanya.


"Kamu menyembunyikan sesuatu dariku, Ranty!" getar suara Bayu terdengar seram.


"Mas, aku!" ujar Ranty ragu sambil menghampiri bayu.


BRAK!

__ADS_1


Bayu langsung mengebrak meja di depannya. Membuat Ranty ketakutan melihat kemarahan Bayi seperti itu, ia sebenarnya berusaha menyembunyikan keadaannya Riri, tapi tidak bjsa tas yang ia simpan terjatuh saat ia mengeluarkan semua.makanan nya.


"Kamu dapat fhoto ini dari siapa?" tanya Bayu sambil berdiri.


"Zoya, ya Zoya mas." gugup Ranty.


"Adik kamu! Ngapain adik kamu mengambil gambar Riri!" ketus Bayu.


"Nggak atau mas, aku juga nggak mengerti, emang Riri dan Zoya satu kampus ya?" tanya Ranty polos.


Ia sama sekali tidak mengerti seingat nya Zoya sedang kuliah di Jakarta, dan kenapa Zoya bisa.kenal dengan Riri? Itu yang Ranty tidak ketahui sampai sekarang, ia tidak tahu kalau zoya sejak kematian mantan pacarnya telah mencari tahu siapa orang yang harus bertangungjawab atas kematian pacarnya..


"Kamu nggak becus mengurus adikmu!" sembur Bayu sengit.


Mas, apa.mas juga becus mendidik Riri dan Anindya? Mas, ingat Riri masih tangung jawab mas tapi kelakuan Riri seperti ini memalukan keluarga," ketus Ranty tidak kalah sengitnya.


"Diam kamu! Aku nggak mau ya kamu menjelaskan keluargaku." gelegar Bayu menatap tajam Ranty.


"Aku perintahkan pada kamu, jangan sampai Zoya mencelakakan Riri. Awas kalau sampai Zoya melakuakan sesuatu pada Riri," ancam Bayu tidak suka.


Bayu langsung meninggalakan ruangan perpustakaan. Meninggalakan Ranty yang sendirian, hatinya terasa sakit mendengarkan kata kata Bayu seperti itu. Kalau saja tasnya tidak terjatuh tidak.mungkin ia dsn Bayu harus bertengkar seperti ini. Ranty langsung menghempaskan pungungnya ke kursi.


Ia mengelus pelipisnya yang terasa pening sekali. Dengan perasan yang tidak karuan sama sekali Ranty lanhsung meninggalakan perpustakaan untuk kembali pulang ia hanya ingin menenangkan perasaannya yang tidak menentu.


Setelah Ranty pulang, dan perpustakaan nya dikunci. Bayu lanhsung ke ruangan perpustakaan keren melihat perpustakaan tutup, ia hanya mengepalkan tangannya, Bayu menyangka kalau Ranty pulang. Akhirnya Bayu pulang juga menuju rumah Ranty ingin bicara tentang Zoya dan Riri.


"Ibu belum pulang," kata mbok Inem pada Bayu.


Bayu melonggo saja mendengar apa yang keluar dari mulut mbok Inem.


Dengan perasan kesal, dan marah akhirnya Bayu pulang ke rumah istri pertamanya. Wulan yang melihat suamianya pulang hanya menatap heran saja, jarang kalau suamianya pulang dijam.sekolah apalagi saat ia melihat jam masih menunjukkan pukul 09.45 menit.*

__ADS_1


__ADS_2