
"Aku kecewa sama kamu Ran, Riri telah melakukan kejahatan pada kamu tapi kamu selalu bela Riri," gumam Bayu.
'Mas maafkan aku, aku nggak berani mengungkapkan semuanya pada kamu,' bisik Ranty.
Wanita itu langsung beranjak dari ranjang dan memeluk tubuh suaminya dengan erat sekali. Hatinya sangat berdosa pada Riri, kalau sampai Riri kenapa kenapa pasti Zoya pelakunya.
Ranty tidak menyalahkan sepenuhnya Riri, maupun Zoya. Intinya keduanya masih mempengaruhi sikap ego masing masing. Ya kalau dirinya berada di posisi Zoya pasti ia bakal melakukan apa yang Zoya lakukan sekarang.
Siapa sih yang mau pacarnya di rebut orang, apalagi orang itu adalah bagian keluarga sendiri, pasti dengan cara apapun bakal dilakukan.
Kalau diposisi Riri, ia pasti terpengaruh oleh bujuk rayuan teman yang dianggap baik.
"Maaf Bu, Zoya sebenarnya bukan teman yang maik buat Riri." suara Aisyah terhiang hiang ditelinga ya.
"Bukan menjelaskan Zoya ya Bu. Riri pernah di perlakukan tidak baik oleh Zoya," lanjut Aisyah.
Kata kata Aisyah yang membuat dirinya percaya, apalagi Aisyah pernah cerita kalau Zoya membawa Riri ke sebuah hotel, mendengar itu hatinya berdegup kencang tapi Ranty hanya diam saja.
Ya ia baru sadar kalau Zoya biang semua keonaran. Zoya juga menelpon dirinya, kalau posisi Zoya berada di hotel. Dari informasi itulah Ranty menganggap Zoya salah dan harus di peringatan apalagi mencoreng nama baik Riri.
"Aku harus nyusul Riri, dan tidak melanjutkan penyelidikan terhadap keluargamu," kata Bayu.
"Mas, jangan!"
"Tapi ini sudah keterlaluan, dia yang berbuat kriminal tapi kenapa harus keluargamu yang jadi korban.!" bentak Bayi kasar.
Ia benar benar tidak menyangka kalau Riri akan berbuat sesuka hatinya. Bayu yang akan ke kamarnya tanpa sengaja mendengar percakapan antara Riri dan Anindya.
📱 Kak, ibu Ranty itu sebenarnya punya adik dua, yang bungsu katanya kuliah.
Kata Anindya via seluler. Ia menceritakan apa yang perlu di ceritakan oleh dirinya.
📱What? Kamu dapat info darimana?
__ADS_1
Riri terkejut sekali mendengarkan informasi yang didapatkan oleh adiknya, ia tidak menyangka kalau Anindya adiknya dapat informasi Ranty lebih cepat dari dugaannya.
📱Terus kamu tahu kuliah adiknya Dimana?
Tanya Riri penasaran sekali. Ia ingin tahu bagaimana reaksi adik Ranty kalau ia bakal bisa menemukan adiknya.
Riri membanyangkan kalau misal mereka bisa bertemu di suatu tempat, dan Riri janji bakal melakukan sesuatu pada adiknya ibu sambung.
📱Katanya sih di Jakarta, tapi aku juga nggak tahu pasti kak, apa di Jakarta atau tidaknya. Tapi aku denger sih di Jakarta.
kata Anindya menjelaskan kalau keberadaan adik ibu Ranty ada di Jakarta. Sebenarnya Anindya sendiri yang membuat cerita itu, kerena ia pernah mendengar kalau adik ibu sambungnya itu di Jakarta.
📱Jakarta luas de? Kita kira Jakarta mana?
Tanya Riri gemas pada adiknya,.dikira Jakarta itu tidak luas.
📱 Jakarta barat kak.
Kata Anindya asal tebak saja. Ia sebenarnya pernah mendengar pembicaraan ayahnya dengan Ranty di perpustakaan waktu ayahnya menyakan kuliah adiknya ibu sambung.
Tanpa menunggu lama lagi, Bayu langsung menerobos kamar Anindya dan merebut hp yang di pegang anaknya. Anindya berteriak saat seseorang merebut hpnya ditangannya.
Riri yang masih pegang hp mendengar suara ayahnya sedang mengintrogasi adiknya, ia langsung mematikan hpnya supaya tidak ketahuan sama ayahnya. Tapi sang ayah tahu semuanya dari Anindya, gadis itu tidak bisa mengelak kerena Bayu memang dari tadi mendengar kan apa yang dibicarakan oleh Anindya dan kakaknya.
Akhirnya Anindya cerita apa adanya tentang Riri yang ingin mencari tahu masalah keluarga ibu Ranty.
"Kamu buat apa mencari informasi tentang ibu Ranty, trus kenapa kamu bicara apa dengan kakak kamu!"
Anindya terpaksa menceritakan kalau kakaknya ingin mengetahui tentang keluarga Ranty, setelah mendengar itu Bayu langsung ke rumah Ranty.
Ranty yang mendengarkan hanya diam saja, ia tidak menyangka kalau Bayu tahu apa yang Anindya lakukan padanya ya biarpun itu menurut Ranty tidak apa apa, tapi menurut Bayu itu bahaya.
"Mas, sudahkan jangan di permasalahkan, itu hal kecil bukan hal yang besar sama sekali."
__ADS_1
"Kamu hanya ngomong hal kecil saja kenapa sih kamu nggak berpikir bagaimana kalau Riri jahat!"
"Mas,
Bayu marah sama Ranty kerena Ranty membela Anindya yang meminta identitas dirinya. Tapi Ranty telah mengizinkan kalau Riri meminta identitas dirinya melalui Anindya. Tapi Bayu malah tidak setuju, sebenarnya Bayu takut kalau misal Riri mendapatkan identitas dari Ranty tentang adik Ranty ia takut kalau Riri bakal mencelakai Zoya itu pikiran Bayu.
Tapi Ranty hanya diam mendengar penjelasan dari Bayu. Hatinya merasa bersalah mendengar alasan Bayu yang diutarakan oleh suamianya sendiri.
Ranty benar benar merasa bersalah untuk mengaku ia tidak berani dan sekali, ia takut kalau Bayu bakal marah dan bukan hanya dirinya yang kena damprat tapi Zoya juga yang kena. Jadi Ranty lebih baik diam saja tanpa menjelaskan apa apa pada Bayu.
Ranty bukan membiarkan kalau Bayu dan Riri tahu apa yang ia pikirkan, ia hanya tidak ingin Bayu melakukan hal yang diluar dugaan..
"Aku nggak menyangka lalu kamu gampang menceritakan identitas kamu, aku kecewa!" sembur Bayu.
"Mas, maafkan aku. Aku hanya ingin Riri tahu tentang keluargaku, emang mas nggak ingin ya kalau Riri tahu tentang keluargaku?" tanya Ranty memegang tangan Bayu.
"Aku hanya ingin Riri tahu, dan bisa menerima aku sebegai ibunya,"lanjut Ranty.
Mendengar apa yang di katakan oleh Ranty, Bayu langsung terdiam seketika juga mendengar alasan yang Ranty berikan. Ranty berusaha untuk menjelaskan pada bayi tentang identitas dirinya tanpa menceritakan alasan yang sebenarnya.
'Ya Allah maafkan hamba Mu ini, yang telah membohongi suami sendiri,' bisik Ranty.
Hati ia terasa perih sekali, kerena harus membohongi diri sendiri maupun suami maupun Anindya kala itu saja ada keberanian mungkin ia tidak bakal seperti ini.
"Mas, aku ingin istirahat," pinta Ranty.
"Kamu pulang saja ke rumah kak Wulan, daripada disini," lanjut Ranty sambil mengusir Bayu buat pergi menuju Wulan.
Bayu hanya bisa menarik nafas dalam dalam lalu dihembuskan kembali, apalagi saat mendengar Ranty mengusir dirinya secara halus. Bayu akhirnya pulang, sedangkan Ranty masih duduk di kursi dengan hati perih dan sakit kerena telah berbohong.
'Aku harus bagaimana?'tanya Ranty dalam hati.
'Kalau aku cerita pada mas Bayu apa mas Bayu bisa menerima kejujuran yang aku ungkapkan atau tidak?' Bisiknya.
__ADS_1
Ranty langsung beranjak di tempat duduk lanhsung merebahkan badan di atas ranjang. Ya ia ingin istirahat sejenak untuk memulihkan pikirannya yang terkuras dari tadi.*