
"Ranty? Jadi kamu menabrak Ranty?" tanah Wulan bertubi tubi saat Wulan mendengar berita kecelakaan yang dialami oleh Riri di Kebon Jahe.
Wajah Wulan shock saat Bayu menceritakan kembali kejadian itu. Kerena kejadian itulah Ranty harus kehilangan bayi dalam kandungannya, Wulan yang mendengar cerita itu shock sekali, ia tidak menyangka kalau anak pertamanya melakukan itu..
Wulan kenal dengan Ranty kerena Ranty adalah adik kelasnya dulu, tapi ia juga tidak menyangka kalau Riri menabrak Ranty sampai Ranty kehilangan suami dan anak dalam kandungannya.
Riri yang di hadapan Wulan hanya diam saja tidak berkomentar apa apa pada Wulan hanya menunduk saja, sedangkan Bayu berusaha membela Riri, bukan ia membela kesalahan Riri yang telah merenggut dia nyawa sekaligus. Ia hanya ingin Wulan pelan pelan saja supaya Riri tidak takut dan tersisihkan oleh mamanya.
"Maafkan aku ma, maafkan aku!" tangis Riri.
"Mas nggak akan maafkan kamu kalau kamu tidak meminta maaf pada Ranty!"
Bukannya senang, Riri malah menangis sejadi jadinya saat mamanya menyuruh minta maaf pada Ranty, bukan sekali dua kali ia minta maaf pada Ranty beberapa kali tapi wanita itu tudks pernah mengubrisnya. Ya Ranty kekeh tidsk.mau memaafkan Riri, ia bakal memaafkan Riri asal Riri harus mempertanggungjawabkan kecelakaan itu kerena Riri tanpa sengaja membunuh Ageng dsn bayinya.
"Kamu gampang minta maaf, kamu tahu aku baru menikah belum setahun tapi kamu rampas kebahagiaan yang aku dapatkan!" teriak Ranty tidak terima.
"Kak, kalau memang kakak ingin punya anak lagi bisa menikahlah dengan ayahku! asal bebaskan aku kak, aku mohon." tangis Riri meledak seketika juga..
PLAK
Sebuah tamparan dengan sukses langsung mendarat di pipi Riri, gadis 18 tahun itu hanya diam saja menerima pukulan itu, ia tidak sakit tapi hatinya lebih sakit kerena wanita yang berkerudung itu tudks memaafkan dirinya, kesalahan yang fatal ia akui kerena ia tidak pernah meneliti perintah ayahnya.
Riri waktu itu mendatangi rumah mertuanya Ranty, ia meminta maaf atas kesalahannya. Proses hukum bakal ditindak lanjuti oleh Ranty tapi Riri dengan semangat 45 memohon pada Ranty dan mengizinkan Ranty untuk.menikah dengan ayahnya Bayu.
__ADS_1
Mendengar ucapan Riri yang polos dsn terbuka membuat hati Ranty sakit keren aiantudks.semudsh menikah setelah suaminya meninggal, ia juga tidak bakal mau menikah dengan Bayu apalagi status Bayu adalah suami orang lain.
"RI, jaga bicara kamu! Kamu gampang bilang begitu? Kamu tahu resiko seorang pelakor!" sembur Ranty kesal dan emosi.
Ya sekarang ia sering melihat banyak wanita wanita yang merebut kebahagian orang lain dengan rela dsn ikhlas menjadi istri kedua, sedangkan ia sendiri juga benci lada pelakor yang menurutnya tudks begitu baik hanya mementingkan kebahagiaan dirinya tanpa memikirkan kebahagiaan orang lain. Istri kedua atau pelakor kadang lebih sadis dibandingkan istri pertama. Ia sebenarnya tidak ingin merusak kebahagian Wulan apalagi Wulan adalah sahabatnya di SMP.
"Tapi kak, biar kakak dengan cepat punya anak lagi." ujar Riri menatap Ranty..
Riri mengatakan itu supaya ia dengan gampangnya bisa lulus dari jerat hukum yang berlaku, ia sama sekali tidak ingin kalau ia harus di penjara oleh hukum gara kecelakaan yang tanpa sengaja dilakukan, memang ia salah tapi kalau larinya ke jalur hukum otomatis ia sendiri tidak mau menanggung resiko mendekap di penjara seumur hidup.
Ranty hanya mengelangkan kepala mendengar ujaran kata kata Riri, ia pikir anak bisa digantikan oleh anak uang lain. Ranty tidak habis pikir pada Riri yang terus menerus terlepas dari jerat hukum yang ada.
"RI, sadar yang kau ucapakan? pernikahan itu sakral dsn suci tidak sembarang menikah!" ketus Ranty.
Riri hanya diam saja mendengarkan damprat an kata Ranty. Ranty lanhsung beranjak dari duduknya dan meninggalakan Riri di teras rumah, sebelum itu ia mengusap perutnya, batu kemarin ia mengusap perutnya yang ada janinnya kini sang janin menyusul ayahnya di surga.
"Nak, maafkan ibu sayang ibu nggak bisa jaga kamu." Ranty menangis di kamari sambil mengelus perutnya.
"Kamu baik baik saja ya Nak, jaga ayah kamu juga nanti ibu menyusul kalian kesana,"
Hatinya hancur sekali, di hati yang sama, jam yang sama ia harus kehilangan anak dan suami nya di waktu yang bersamaan.
"Mas, kalau aku menuruti kamu mungkin anak kita masih bersama aku, mas. Maafkan aku mas nggak bisa jaga anak kita,"
__ADS_1
Tangis Ranty getir, ia rindu anaknya. Anak yang baru saja hidup di rahim kini harus diambil lagi oleh PemilikNya. Ia hanya bisa mengadu pada Allah.
Sedangkan Riri yang melihat Ranty masuk kedalam rumah hanya bisa termangu saja, akhirnya dengan hati terluka dan berdarah ia langsung pulang ke rumahnya. Jarak Anatar rumah dirinya dan Ranty jauh sekali tapi ia ikhlas menempuh perjalan yang jauh bagaiamanapun kondisinya juga masih lemah akibat kecelakaan itu, tapi ia tidak peduli sama sekali.
Riri yang masih ada di hadapan Wulan hanya diam membisu saat ia tidak.mungkin.menveeiyakan kaku selama ini ia selalu berkunjung ke rumah Ranty membujuk Ranty mencabut tuntutannya pada polisi, kerena kasus ini Wulan juga tidak tahu apa apa. Kalau Wulan tahu mungkin Wulan bakal melakukan sesuatu pada dirinya, apalagi ia adalah harapan keluarganya. kerena sang adik masih SMP kelas 1
Dan tidak mungkin Riri curhat masalah yang berat ini lada adiknya Anindya. Bayu juga melarang menceritakan kecelakaan pada adiknya ya biarpun gadis itu sellau bertanya kenapa kakak sekarang jadi murung sekali tapi Riri hanya bisa mengelangkan kepala saja ia juga tudks ingin kalau adiknya tahu kalau ia mendapatkan kasus yang lebih berat.
"Aku udah minta maaf ma, tapi kak Ranty belum pernah bilang memaafkan aku mah," Riri akhirnya cerita itu pada Wulan.
"Kamu harus mendapatkan maaf dari Ranty, kalau tidak mendapatkan mama juga tudks bakal memaafkan kamu," suara tegas Wulan terdengar kuat di telinga Riri.
Gadis itu hanya menelan ludahnya, ia begitu berat sekali.
"Ayah bakal bantu kamu Ri, kamu tenang saja," bujuk Bayu merangkul kedua bahu Riri erat.
"Ayah, kalau memang ayah ingin bantu aku, ayah janji bakal melakukan apa yang aku bicarakan," tatap Riri tajam..
"Apa yang kamu inginkan, ayah janji bakal menuruti apa yang kamu bicarakan pada ayah."
"Ayah, kak Ranty kan kehilangan anaknya bagaimana kalau ayah menikah dengan kak Ranty buat kak Ranty nggak sedih lagi dan bisa melupakan anaknya." pinta Riri polos.
Bayu dan Wulan yang mendengarkan hanya tercengang mendengar apa yang Riri bicarakan, mereka juga tidak menyangka kalau Riri akan bicara seperti itu pada Bayu.*
__ADS_1