MEMETIK KETULULUSAN CINTA

MEMETIK KETULULUSAN CINTA
Merasa Bersalah


__ADS_3

Di PKM terdekat di sekolah. Ranty dsn Wulan langsung ke sana mengunakan motor. Ranty yang melihat keadaaan Riri hanya terpaku saja, tubuh Riri penuh dengan darah, saat bidan memeriksa Alhamdulillah kandungan Ruri baik baik saja hanya butuh istirahat saja.


Ranty melihat wajah Riri agak pucat, luka di pelipis di perban, tangannya juga ada luka lecet. Ia tidak tahu apa yang terjadi pada Riri sampai ada orang yang mau mencelakakan dirinya.


Hati Ranty merasa bersalah pada Riri kalau memang Zoya yang melakukan nya itu sudah keterlaluan dsn bertindak kriminal.


"Aku pulang juga kakak seperti itu, Bu. Aku khawatir sama kakak." kata Anindya pasrah.


"Kamu lebih baik pulang saja ya, ganti baju dulu nanti kamu kesini lagi.


Anindya mengangguk. Sebenarnya ia juga tidak nyaman mengunakan baju yang penuh darah, serta keringat. Ia tidak menyangka melihat keadaan kakaknya seperti itu. Ya tadi ia sedang di kantin tiba tiba telpon yang ia bawa berteriak dengan kerasnya seperti ingin diangkat, awalnya Anindya tidak mau mengangkatnya. Kerena hpnya terus menerus berdering, akhirnya ia mengangkatnya.


📱Hati hati jangan di tinggal tuh kakak tersayang kamu?"


Suara di sebrang sana terdengar sinis di telinga Anindya. Si penelpon tidak menyakan maksud ia menghubungi Anindya. Gadis itu hanya mengkerutkan wajahnya mendengar bahasa gadis itu, yang menurutnya kurang sopan santun.


Tapi Anindya pendapatan sama orang yang menelponnya, kerena itu ia tidak mematikan hubungan telponnya. Ia hanya ingin tahu apa yang bakal diomongkan si penelpon.


📱Maaf kamu ini siapa? kok ujug ujug aku harus jagain kakakku?


Akhirnya Anindya mengatakan rasa penasaran pada si penelpon itu. Ya tidak pendaran bagaimana, seharusnya si penelepon itu berkata mau bicara sama siapa, dan menyebutkan nama nya. Ini tidak sama sekali. Kesannya kurang sopan pikir Anindya.


Menurut gadis itu, si penelpon itu kesannya seperti tidak punya tata krama sama sekali, kerena sang penelepon tidak mengucapakan salam sama sekali malah langsung ke intinya.


📱Kamu nggak perlu tahu siapa aku yang sebenarnya. Kamu harusnya mikir bagaiamana kakakmu sekarang sudah mampus atau belum.


Suara sinis si penelpon terdengar kembali. Mendengar kata kata nya.hati Anindya saat itu tidak karuan sama sekali.

__ADS_1


Anindya yang merasa kesal sama penelpon tadi langsung mematikannya. Ia tidak mau bicara lagi. Tapi saat ia mematikan hpnya, tiba tiba hpnya berteriak kembali, ia tidak Meu mengamati pasti wanita itu lagi, tapi saat melihat layar hpnya. Nama yang tertera disana adalah nama tetangga rumahnya.


Akhirnya Anindya mengangkat hpnya dan bicara sama tetangganya. Ia sangat terkejut saat mendengar tetangganya melihat ada orang yang masuk ke rumah, dan mendengar teriak. histeris. Sang tetangga tidak bisa masuk ke rumah akibatnya ia tidak bisa melihat ke dalam rumah.


Mendengar khabar itu Anindya tanpa menunggu waktu lagi langsung Kabir dari sekolah menuju rumahnya, untuk di tengah jalan ia mendapati ojeg yang membawa dirinya ke rumah.


Ditambah lagi ia juga membawa kunci serep jadi Anindya bisa masuk ke dalam rumah dsn betapa terkejutnya saat ia mendapati kakaknya bersimbah darah. Tanpa pikir panjang Anindya langsung menubruk kakaknya dsn mengincang tubuh kakaknya, tapi nihil kakaknya tidak bangun.


Anindya ketakutan kalau kakaknya kenapa kenapa, ia langsung minta bantuan tetangga untuk membawa kakaknya ke PKM Yeng terdekat.


Darah segar mengalir di dahi dan kepal Riri, itu yang membuat Anindya shock juga. Saat menyentuh urat nadi kakaknya begitu lemah sekali, wajahnya pucat dan tanganya agak dingin sekali. Melihat keadaan itu ia langsung khawatir sekali.


Setelah dilakukan pengobatan di PKM terdekat tanpa menunggu waktu ia berlari kecil menuju sekolah ia tidak menyadari kalau jarak sekolah dan PKM jauh sekali untuk ditempuh oleh jalan kaki.


Ia mencari mamanya tapi wanita yang dicarinya tidak ada di rumah, antara khawatir, kecewa, sedih, ia langsung ingat Ranty yang ada di sekolah. Ingatannya hanya pada Ranty, dan ingin minta tolong pada gurunya.


Anindya sebenarnya terkejut saat melihat mamanya ada di perpustakaan kerena terlanjur ia ingin menceritakan pada Ranty akhirnya ia fokus pada Ranty saja menceritakan nya.


Setelah semuanya jelas, akhirnya ketiganya ke PKM. Wulan membonceng Anindya sedangkan Ranty naik motor sendiri.


Anindya di suruh pulang dan ganti baju dulu oleh Ranty, ia hanya mengangguk saja sedangkan Wulan mendampingi Ririnyabg terbaring, matanya masih menutup tapi nafasnya teratur sekali.


"Kak, sabar ya. Insha Allah Rifi baik baik saja." ujar Ranty mengelus bahu Wulan dengan lembut.


"Kamu jangan bilang sabar sabar saja, kamu nggak ngerasa apa yang aku rasakan!" ketus Wulan menepiskan usapan lembut dari tangan Ranty.


Belum sempat Ranty menjawab perkataan Wulan tiba tiba hpnya berteriak dengan kerasnya, Ranty langsung mengangkatnya setelah melihat layar hpnya. Saat ia.melihat layar hpnya hatinya bergetar hebat sekali.

__ADS_1


Ia langsung meninggalakan ruangan UGD lanhsung ke halaman PKM.


📱Assalamualaikum


Ranty mengucapkan salam sebelum si penelpon itu bicara pada dirinya.


📱Kamu puas apa yang kamu lihat sekarang, kak. aku harapkan kalau kamu sayang sama Riri tinggalkan suamimu itu, aku nggak pernah ngasih izin pada kamu untuk menikah dengan ayahnya Riri.


Si penelpon itu tidak menjawab salam dari Ranty. Ranty hanya menelan ludah, hatinya bergetar saat ia mendengar suara Zoya adiknya menelpon lagi. Dan dalam telponnya Zoya berapa berapa kali menyuruh dirinya bercerai dengan Bayu.


📱Zoya! Apa.yang apa.yang kamu.lakukan.pada Riri, kakak nggak menduga kalau kamu seperti ini.


Jerit Ranty terkejut atas pengakuan diri adiknya di seberang telpon. Ia tidak menduga kalau Zoya melakuakan tindakan itu lada Riri.


📱Aku nggak akan melepaskan Riri, sampai kamu meninggalakan tua Bangka itu!


Teriak Zoya sinis.


📱Zoya, apa pun yang terjadi kakak nggak akan pernah meninggalakan suami kakak, kamu lakukan ini kerena kamu dendam kan sama Riri, pantas saja Faisal meninggalakan kamu kerena kamu nggak layak jadi pacar Faisal.


Surya Ranty agak tinggi. ia mengatakan itu supaya adiknya sadar apa yang ia lakukan pada Riri itu salah besar.


Ranty langsung mematikan sambungan hpnya. Ia menghela nafas panjang sekali, ada rasa kesal dihatinya mengingat kelakuan Zoya yang menurutnya tidak pantas sama sekali.


Ia memejamkan mata. Menghela nafas kasar, ada kecewa dalam hatinya yang mendalam pada Riri. Ia merasa bersalah sama semuanya, termasuk lada Riri yang kini jadi korban kebiadaban Zoya.


"Ri, maafkan aku ya!" bisik Ranty perih.

__ADS_1


Ia langsung berjalan menuju tempat dimana Riri sedang istirahat. Ia melihat dari kejauhan Wulan mengelus rambut Riri dengan kasih sayang. Ia manatap kosong, rasa bersalah menjalar dalam hatinya tapi tidak ada keberanian untuk minta maaf pada Wulan.*


__ADS_2