
Riri yang berdiri berdampingan dengan Anindya akan bergerak menghampiri Zoya yang tersungkur dihadapan Ranty. Ia tidak tegaelihat Zoya mennagis di hadapannya, baru kaki ini melihat Zoya menangis biarpun satu kampus juga.
Tapi Ranty hanya mengelangkan kepala saat melihat Riri akan bergerak menuju Zoya, akhirnya Riri Oun hanya diam saja melihat apa yang Zoya lakukan.
Apalagi Anindya yang masih memegang tangan kakaknya. Ia tidak mau melepaskan tangan kakaknya dari ngenggamannya.
"Kenapa kakak lakukan ini sama aku kak, aku nggak pernah membenci kakak, kakak malah menjauhi aku dan menikah dengan Bayu. Sedangkan kakak tahu Bayu sudah punya istri dan kedua anak," Isak Zoya.
Ia membongkar apa yang dirinya tahu tentang Bayu. Awalnya Anindya ingin angkat bicara tapi Riri menghalangi nya kerena Riri juga ingin tahu kenapa sampai Zoya tidak mengizinkan kakaknya menikah dengan ayahnya.
Kalau dirinya dengan Anindya oke punya alasan yang kuat, ia dan adiknya tidak ingin Bayu menikah kerena mereka masih punya ibu yaitu Wulan. Ya biarpun batu kemarin pinta izin juga, tapi Zoya?
Ranty hanya memandang adiknya sambil berdiri menatap adiknya Zoya. Gadis itu benar benar benci pada Ranty yang telah meninggalakan dirinya malah berada dipelukan Riri.
"Zoya, kakak ngerti apa yang kau rasakan. Tapi perbuatan kamu lah yang memisahkan kita, kakak nggak pernah meninggalakan kamu." Ranty membuka kata katanya..
"Zoya percayalah kakak nggak pernah membuka aib kamu lada keluarga suami kakak." Lanjut Ranty.
Ia sengaja diam dulu mengambil nafas panjang lalu dihembuskan kembali, memberikan peluang Zoya untuk mengatakan sesuatu pada dirinya.
Tapi Zoya hanya mengatur nafas, ia tidak menjawab pertanyaan yang terlontarkan oleh Ranty.
"Zoy, kenapa kamu lakukan ini sama aku. Aku sudah menganggap kamu saudaraku, aku kecewa sama kamu," cerca Ririnyabg tadi hanya diam saja.
"Aku sudah percaya apa yang kamu katakan, aku menyesal telah percaya sama kamu," lanjut Riri bergetar.
Riri menatap Zoya yang membelakangi dirinya.
"Kak Zoya, perlu Kakak tahu kalau kami juga benci sama ibu Ranty, bukan hanya kamu saja," suara Anindya terdengar.
__ADS_1
"Kami.nggak pernah suka sama ibu Rabty kerena merebut suami orang, pelakor, dan merebut kebahagiaan orang lain, kami lakukan itu hanya itu untuk kebahagian kami semata," lanjut Anindya.
"Mungkin kebahagian kakak dan kebahagiaan kami beda, kami nggak bisa menerima ibu Ranty kerena kami melihat mama yang suka menangis, dan kalau ayah pulang sering bertengkar dengan mama. Otomatis kami benci sama ibu Ranty," Anindya masih bicara.
Anindya bicara jujur, kerena apa yang ia ucapakan membagi kenyataan seperti itu. Apalagi saat mereka tahu kalau Ranty hamil anak Bayu, tumbuhlah rasa iri yang menghianggapi hati mereka, Zoya hanya terdiam mendengar apa yang di ceritakan oleh Anindya.
Ranty hanya mengigit bibir saat Anindya mengungkit kejadian itu, yaasih yeebanyang wajah ririnyabg marah akibat dirinya menikah dengan Bayu waktu itu. Sampai Riri hampir saja mencelakakan dirinya.
"Aku nggak mudah diterima dikeluarkan itu," akhirnya Ranty menyambung sambil berjalan ke pinggir kanan rumahnya.
"Ditambah lagi kami yang selalu membuat onar. Kakak sebenarnya berusaha untuk menutupi semuanya dari Riri dan Anindya tapi ini balasan kamu Zoya sama kakak," Ranty mengeluarkan uneg uneg hatinya.
"Aku nggak pernah menduga kalau kamu seperti ini?"
"Terus kalian semuanya menyalahkan aku? Kalian yang salah!" Teriak Zoya merasa benar saja.
PLAK!
Hati Riri sebenarnya tidak menyangka kalau Zoya yang dianggapnya saudara kini telah mengkhianati dengan menyebutkan dirinya untuk memusuhi Ranty. Ya selama ini ia begitu percaya pada Zoya kerena ia menganggap kalau Zoya adalah penolong dan malaikat dirinya tapi kenyataannya yang ada tidak seperti itu.
Ranty terkejut melihat Rugi melakukan itu lada Zoya, bukannya ia membela Zoya tapi melihat Riri melakukan itu Ranty hanya bisa.mwbgwlangkan kepala ia tidak bisa memihak pada siapa sekarang kerena posisi nya juga terjepit oleh keadaan.
Kalau memihak Zoya otomatis Riri dan Anindya bakal marah dan merasa kalau dirinya memihak pada adiknya, begitu juga sebaliknya. Jadi ia hanya berdiri diantara keduanya saja tidak bisa melakukan apa apa pada keduanya.
Anindya pun terkejut melihat kakaknya seperti itu, memnag bukan sekali dua kalau Riri melakukan kekerasan tapi sekarang ia lebih terkejut lagi kerena kakaknya memukul Zoya adik dari gurunya dihadapan Ranty sendiri memukulnya. Ia awalnya ingin membela kakaknya tapi Anindya hanya diam saja kerena melihat Ranty hanya tertegun saja.
Zoya yang merasa terpojokkan oleh keadaan hanya menataparah pada Riri, ya selam ini ritintidak pernah memukul dirinya tapi sekarang hadia itu menunjukan identitas dirinya yang sebenarnya, sebenarnya Zoya merinding melihat wajah Riri seperti itu. Tapi ia berusaha tegar Dihadaon Riri.
"Ri" Teriak Zoya kasar.
__ADS_1
Ia langsung menghampiri Riri dan mmenerjang Riri, tapi sebelum itu terjadi Anindya menghalangi kakaknya. Ranty dengan cepat memengang tangan Zoya yang hendak melempiaskan kekesalannya pada Riri.
Melihat itu semuanya Zoya mendengus kesal sekali. Ia mengenakan tangannya dari ngenggaman tangan Ranty, tangan nya terlepas dari tangan Ranty. Setelah itu ia menatap wajah Anindya yang menghalangi Riri.
"Zoya hentikan semuanya!" Kata Ranty memengang bahu Zoya.
"Lepaskan!" Tepis tangan Zoya kasar.
"Zoya! Lebih baik kamu pergi!" Usir Ranty.
"Kak, kakak lebih memihak mereka dibandingkan aku adikmu?"tanya Zoya mwngelangkan kepala.
Hatinya sakit melihat pembelaan kakaknya, tapi Ranty tidak menggubris apa yang dikatakan oleh Zoya sendiri.
"Bagaimanapun mereka adalah anak kakak, jadi kakak harus bela anak anak kakak," kata Ranty lembut.
BRET
Mendengar kata kata itu hati Zoya terluka sangat perih sekali. Tanpa menunggu lagi ia langsung meninggalkan tempat itu. Rabty tidak mencegah kepergian adiknya, Riri dan Anindya juga hanya diam saja melihat kepergian.
Setelah Zoya pergi, ketiganya hanya diam saja tidak ada yang berkomentar satu dan.lainnya. Sebelum Ranty buka suara terdengar suara adzan magrib memanggil para muslim dam muslimat untuk bersujud dihadapan Allah dan membaca surat yang telah diturunkan melalui nabi Muhammad Saw.
"Kalian sholat disini saja ya, nanti ibu telpon ayah biar jemput kalian." Ajak Ranty untuk masuk kedalam rumah.
Anindya langsung memandang wajah kakaknya, Riri hanya mengangguk saja akhirnya Anindya dan Riri masuk kedalam rumah Ranty. Tiba tiba mbok inem datang dan memandang sinis ke arah Riri.
"Kalau kamu datang ke sini bikin onar jangan ke masuk kedalam.rumah!" Sembur mbok Inem pada Riri.
"Mbok, Riri kesini hanya ingin silaturahim. Diapakan makan malam ya, kami mau sholat dulu," sanggah Ranty lembut sambil tersenyum.
__ADS_1
"Saya nggak percaya kalau dirinya berubah!" Ketus mbok Inem sambil meninggalkan mereka.
Riri hanya mengigit bibir bagian bawah mendengar ucapan mbok inem yang lembut tapi menghunjam hatinya.*