
Zoya dari malam tidak bisa tidur gara gara memikirkan apa yang terjadi pada waktu kemarin, langsung mau pergi dari kosan yang ditempati oleh Riri dan Aisyah akan melakukan perhitungan dengan Riri. Kerena kemarin ia tidak puas gara gara kakaknya membela Riri dan Anindya, dan pagi itu ia datang ke kosan Riri.
Zoya datang ke kosan Riri kerena ia ingin memperhitungkan pembelaan Ranty pada Riri, ia merasa tersisihkan oleh pembelaan Ranty pada riri dan Anindya. Hati nya sangat panas sekali.
Waktu ia datang untungnya kosan itu tidak dikunci, tanpa ba bi bu lagi Zoya langsung masuk kedalam kosan, ia langsung membuka pintu kamar Riri dengan keras dan kasar sampai pemilik kamar itu kaget sekali melihat kedatangan Zoya yang tidak pernah diundang sama sekali.
Tanpa menunggu waktu lama lagi, Riri juga belum sepenuhnya sadar kalau Zoya datang ke kosannya, Zoya Yaang melihat Riri yang sedang duduk dan shock melihat dirinya datang dengan tiba tiba sekali.
Sebelum Riri bereaksi, Zoya langsung menarik tangan Riri dengan kasarnya untuk turun dari kasurnya. Riri yang langsung menepiskan tangan Zoya tapi Zoya dengan memaksa menarik tangan Riri dengan kasar hampir saja mereka jatuh kerena Zoya menabrak tembok yang ada di hadapannya.
Riri berusaha melepaskan tangan Zoya tapi gadis itu dengan kuatnya mencengkram tanganya, setelah itu Zoya mendorong tubuh Riri. Untung riri bisa menepiskan tangan Zoya, bukan Riri yang terjatuh malah Zoya yang tersungkur dan terjatuh dengan kerasnya.
"Awww!" Jerit Zoya spontan.
Ia meringis kesakitan saat tanganya berdarah kerena gesekan dengan tanah yang bercampur krikil. Dengan beringasnya ia langsung berdiri dan menatap wajah Riri.
"Kamu mau apa?" Teriak Zoya kasar..
"Kamu nanya? Kamu bertanya tanya!" Sembur Riri gemas.
"Bacot!"
Tangan Zoya hampir saja mengenai muka Riri, untung Riri dengan sigap menghindar dan memegang tangan Zoya dengan kerasnya. Riri dengan tanpa merasa bersalah langsung melintirkan tangan Zoya dengan kerasnya sampai gadis itu berteriak dengan kerasnya, saat tanganya langsung ditarik ke belakang dan terdengar tulang beradu dengan kerasnya. Lolongan Zoya tidak dihiraukan oleh Riri.
Belum puas ia mendorong kembali tubuh Zoya kearah depan. Tubuh Zoya meluncur dengan cepat langsung membentur ke tembok. Kepala nya dengan keras terbentur ke dinding, setelah itu ia melihat bintang bintang seperti berputar di atas kepalanya berwarna kuning. Ia meringis kesakitan sekali, waktu ia akan bangun langsung sempoyongan. Sedangkan Riri hanya melihat saja kelakuan Zoya yang begitu kewalahan menyeimbangi tubuhnya.
"Kamu, curang!" Teriak Zoya.
__ADS_1
"Curang? Siapa yang curang emang kita main latto latto?" Tanya Riri sinis.
"Kamu sekarang kurang ajar! Seharusnya kamu kerja sama denganku, supaya kakakku dan ayahmu bercerai tapi kamu seperti ini!" Teriak Zoya marah.
Ia tidak menyangka kalau Riri punya sisi baiknya dengan Ranty kakaknya, ia sama sekali tidak menduga kalau Riri bakal berubah ya biarpun tidak sepenuhnya.
Aneh! Zoya mengatakan itu dihadaoan Riri, ia langsung hatinya terasa panas dan perih sekali. Ia ingin sekali merobek mulut lancang Zoya.
PLAK
Tanpa Zoya sadari sama sekali, tiba tiba tangan Riri langsung melayang ke wajah Zoya Zoya menjerit kesakitan ketika pipinya ditampar beberapa kali oleh Riri yang ada dihadapannya.
Bukan hanya wajahnya saja di tampar tapi bahu dan tekuknya juga lanjssungbdihantam oleh tangan nya. Rir ia benar benar mengamuk. Zoya hampir kewalahan menyeimbangi pukulan demi pukulan yang dilayangkan oleh Riri pada dirinya, saat ada kesempatan Zoya langsung menghindar dari lanyangan tangan Rir. Setelah bebas dari serangan tangan Riri, ia langsung akan membalas apa yang dilakukan oleh Riri padanya, ya ia hampir saja melawan Riri, kalau saja Aisyah tidak menghalanginya.
Zoya tidak tahu kalau Aisyah datang, kerena waktu ia datang ke kosan itu Aisyah entah pergi kemana. Zoya geram sekali melihat Aisyah datang dan membela Riri. Ya untuk hari ini riri selamat dari serangan yang ia bakal berikan.
Zoya berusaha melapaskan tanganya dari tangan Aisyah.
"Aku nggak menduga kalau kamu yang jadi biang keladi dari semuanya!" Ketus Riri garang.
Ia benar benar geram melihat Zoya. Entah ia juga tidak tahu hati Zoya terbuat apa sampai membujuk dirinya untuk memusuhi Ranty. Dan ia juga tidsk pernah menyadari kesalahan yang selalu ia buat untuk Ranty. Aisyah langsung menarik tangan Riri supaya menjauhi Zoya.
Zoya yang tadinya ingin membalas hanya mengepalkan tangannya kerena Riri sudah ditarik oleh Aisyah masuk kedalam kosannya. Malah Aisyah menutup pintu dan menguncinya, Zoya hanya mendengus kedalam melihat kelakuan Aisyah seperti itu. Akhirnya ia meninggalkan kosan Aisyah dengan hati yang panas sekali.
Aisyah yang menarik tangan Riri langsung membawa gadis itu ke kamarnya. Di kamar Aisyah menyuruh Riri duduk, gadis itu menurut saja..
"Kenapa?" Tanya Aisyah.
__ADS_1
Riri tidak langsung menjawab pertanyaan dari Aisyah ia hanya mendengus kesal sekali. Apalagi kemarin ia harus bertemu dengan Zoya di rumah Ranty. Ia tidak bisa berpikir panjang lagi, sebenarnya waktu kemarin. Ingin rasanya menghajar wajah Zoya, ia sudah lama percaya dan mengagangap Zoya saudara, tapi malah gadis itu menghianati dengan mengkambing hitamkan kesalahan yang tidak pernah Ranty perbuat.
Ia hanya menggelengkan kepala mengingat semuanya. Tadi juga kalau tidak ada Aisyah mungkin ia telah menghajar habis habisan Zoya.
Aisyah yang melihat Riri hanya diam saja langsung menyentuh tangan Riri dengan lembutnya, Riri hanya menghela nafas kesal. Di wajahnya terlihat masih kesal dan geram sekali.
"Aku kemarin sudah mengingatkan kamu jangan terlalu akrab dengan Zoya, kebuktikan?" Tanya Aisyah.
Ia seperti menebak apa yang dipikirkan Riri. Kerena Riri hanya diam saja makanya itu Aisyah mengatakan itu pada Riri seperti menebak apa yang terjadi.
Mendengar suara Aisyah, Riri hanya mengangguk saja. Melihat anggukan Riri, Aisyah langsung mendekati Riri dan mengusap pungung Riri.
"Terus aku harus bagaimana?" Tanya Riri.
"Kamu lebih baik jauhi Zoya, aku nyakin Zoya bakal mencari kamu." Ujar Aisyah.
"Aku ingin menjauhi Zoya tapi bagaiamana?"
"Kamu mau tinggal di rumahku, nanti kita berangkat bareng ke kampusnya. Memang rumahku jauh dari kampus tapi aku nyakin kamu aman disana," kata Aisyah.
Gadis itu tidak tega kalau Riri tinggal di kosan itu sendirian, apalagi kalau dirinya tidak ada di kosan kerena jadwal kuliahnya berbeda dengan Riri.
Riri bukan langsung menjawab tapi diam saja, ia tahu rumah Aisyah jauh dari sini tapi dibandingkan ia harus bolak balik pulang ke rumah lebih riskan lagi, apalagi kini ia sedang hamil pasti resikonya lebih besar lagi kalau diam di kosan sendirian, keren Aisyah lebih banyak di kampus dibandingkan di kosan..
Kalau ia tinggal di rumah Aisyah, ia harus bagaimana dengan keluarganya Aisyah. Apalagi kalau keluarga Aisyah tahu kalau dirinya hamil diluar nikah. Riri hanya menghela nafas panjang, Aisyah yang melihat Riri diam saja ia mengusap rambut Riri dengan lembut.
"Sudah jangan berpikir apa apa, ayo kamu siap siap," bujuk Aisyah pada Riri.*
__ADS_1