
Sesampai dalam kamar, Nabila mulai sibuk menulis segala syratnya yang akan di ajukan pada Doni besok pagi, dan tampa terasa Nabila terlelap hingga pagi hari di kursi belajar yang ada di ruangan itu.
Euggg, Suara Nabila ketika terbangun dari kursi belajar itu.
"Ini sudah pagi." Guman Nabila.
Nabila mulai bangun kemudian berjalan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersikan diri,selesai melakukan ritual mandinya, Nabila keluar dari kamarnya lalu menhampiri Doni yang kini sudah duduk di ruangan tamu sambil membaca surat kabar.
"Pagi." Sapa Nabila lembut sambil duduk dihadapan Doni lalu menyerahkan kertas putih yang di bawanya dari dalam kamarnya.
Doni pun menerima kertas putih yang di berikan Nabila, perlahan Doni mulai membaca satu persatu syarat Nabila.
Tidak ada kontak pisik,tidur di kamar berbeda.
Tidak membatasi kehidupan masing -masing.
Tidak ada perselingkuhan.
Di larang jatuh cinta.
Harus tetap bertanggun jawab dan mdnafkahi.
Apabila syarat di atas di langar, aku Nabila larasti bisa menggugat cerai, dan seluruh hutan Ayahku bisa di anggap lunas.
Doni tersenyum sendiri menbaca syarat yang di ajukan Nabila, Doni kemudian berkata.
"Baik lah, aku menerima semua syaratmu,tiga hari ke depan kita akan segera menikah." Sambil menanda tangni kertas putih tersebut.
Mendengar ucapan Doni, Nabila sedikit terkejut lalu berkata.
__ADS_1
"Apakah secepat itu?, kita akan menikah." Sambil melihat ke arah Doni.
"Iya, kita hanya akan melangsungkan pernikahan yang cukup sederhana," Ucap Doni santai.
Nabila kemudian bertanya lagi.
"Maaf oleh aku bertanya?."
"Bertanya apa?," Ucap Doni tegas
"Maaf apakah kedua orang tuamu tau soal ini."
"Tidak, mereka tidak mengetahuinya, tapi suatu hari nanti mereka berdua pasti akan mengetahuinya," Ucap Doni pelan.
"Apakah mereka bisa menerimanya bila suatu hari nanti mereka berdua tau."
"Entahlah." Jawab Doni singkat.
"Bagaimana nanti kalau orang tua Doni tak menyukaiku?,dan bahkan tak bisa menerimaku sebagai menantunya,Aiss aku berpikir apa,ini kan cuman pernikahan kontrak setelah setahun semuanya akan selesai," Ucap Nabila dalam hati.
Seperti yang di rencanakan Doni, setelah tiga hari mereka akan menikah, dan hari inilah mereka akan melangsungkan pernikahan yang sederhana dan tertutup itu.
Pagi -Pagi Nabila sudah beraiap untuk segera pergi ke salon, Nabila cuman mengunkan jasa salon untuk meriasnya, setelah selesi bersiap, Nabila keluar dari salon lalu masuk ke dalam mobil yang sudah di siapkan oleh Harlan Body Guard Doni.
Harlan kemudian melajukan mobilnya menuju sebuah mesjid yang ada di kotanya karna di sana Bosnya akan melakukan ijab kabul.
Sesampai di depan mesjid Nabila keluar dari mobil, dia terlihat begitu sangat cantik terbalut dengan pakaian pengantin,Doni yang melihat ke datangan calon istrinya tak berenti melihat ke arah wajah gadis kecil yang cantik itu.
"Sungguh sangat cantik," Ucap Doni dalam hati.
Selesai melaksanakan ijab kabul, kini Doni dan Nabila sudah resmi menjadi sepasang suami istri,ada perasaan senang yang menjalar dalam hati Doni, senyum indah itu tak pernah lepas dari bibir tebalnya.
__ADS_1
Harlan sendiri bingun melihat senyum Tuannya, Harlan hanya bisa berdoa untuk Tuannya.
"Semonga Nyonya bisa merubah sikap datar dan sikap dingin Tuan."
Ucapnya dalam hati.
Selesai menjalangkan ijab kabul,Doni dan Nabila kembali ke Apartmens mereka, Namun sebelum sampai ke dalam Doni sudah menyuruh Harlan untuk segera memesankan mereka makan malam.
"Lan,pesankan saya makanan,aku sangat lapar dan mungking Nyonya juga lapar sama seperti aku," Ucap Doni berkata tegas.
"Baik Tuan akan segera saya laksanakan," Ucap Harlan patuh.
Sementara Nabila cuman terdiam melihat kedua pemuda yang sedang berbicara di hadapannya,Nabila merasa sangat lelah menunggu Doni selesai berbicar dengan Harlan.
"Doni, aku duluan masuk ya," Ucap Nabila lembut.
Doni tersenyum melihat ke arah Nabila lalu berkata.
"Masuklah."
Nabila pun berjalan masuk ke dalam Apartmennya,menuju ke kamarnya untuk segera membersikan diri dan juga menganti pakaiannya. Setelah selesai Nabila berjalan keluar dari kamarnya menuju dapur,dan di sana Doni sedang sibuk menyiapkan makanan yang sudah di pesan oleh Harlan tadi.
Di dalam hati,Doni berkata.
Apakah ini rasanya memiliki istri, makan malam bersama, tapi tidur bersama mungking itu tidak mungking," Ucap Doni dalam hati.
__ADS_1