Mencintaimu Adalah Pilihanku

Mencintaimu Adalah Pilihanku
108


__ADS_3

Bella tersenyum mendengar perminta maafan Hamish. Melihat Hamish menyesali semua kesalahannya, membuat Bella semakin yakin kalau saat ini Hamish benar -benar berubah dan ingin menjalani bahtera rumah tangga bersamanya.


Bella pun berkata. "Yang lalu, biarlah berlalu. Aku telah melupakan semua itu. Aku yakin dan percaya padamu, kalau kamu tak akan pernah lagi menyakiti, dan membuatku kecewa." Setelah mengatakan itu Bella mengecup lembut bibir Hamish dan Hamish pun membalas kecupan lembut itu.


Cukup lama mereka melakukanya hingga akhirnya pintu kamar yang di tempati Hamish saat ini tengah terbuka.


"Astaga." itulah kata yang keluar dari mulut orang yang tengah membuka pintu ruangan perawatan Hamish.


Bella melepas pautan bibirnya dari bibir Hamish lalu melihat ke arah orang yang tengah berbalik keluar bersama seorang wanita.


Bella mengenali orang itu lalu berkata. "Rendi." Bella turun dari tempat tidur yang tengah Hamish tempati.


Bella berjalan ke arah Rendi yang kini tengah berbalik badan bersama seorang wanita. Setelah sampai di belakan Rendi Bella menepuk pelan bahu Rendi.


Rendi berbalik badan begitupun dengan gadis yang tengah bersamanya.


Rendi tersenyum melihat ke arah Bella, lalu Ia memperkenalkan gadis yang kini tengah bersamanya.


"Clarisa, ini Bella teman aku. Dia dulu datang bersamaku maka malam di Restorand tempatmu bekerja." Rendi menjelaskan.


Clarisa mengulurkan tangannya pada Bella. Dan Bella membalas uluran tangan itu lalu berkata.


"Hei, aku Bella."


"Clarisa."


Setelah keduanya berkenalan. Bella mengajak Rendi berjalan ke arah Hamish yang kini tengah melihat ke arah mereka.

__ADS_1


Setelah sampai di sampin Hamish Bella mulai memperkenalkan mereka berdua.


"Sayang, kenalkan dia Rendi teman aku, dan Clarisa?. Ren, Clarisa apanya kamu?" tanya Bella. Karna Bella tau Hamish tengah cemburu melihat kedekatannya dengan Rendi.


Rendi pun melingkarkan tangannya di pinggul Clarisa dengan senyuman bahagia menghias di bibirnya. Setelah itu Ia menjawab pertanyaan Bella. "Kenalkan calon istriku, bulan depan kami akan segera menikah." Rendi terlihat sangat bahagia ketika mengatakan itu.


Mendengar itu Hamish nampak begitu sangat senang. Karna selama ini Ia mengira kalau Bella dan Rendi tengah memiliki hubungan.


Hamish pun mengulurkan tangannya kepada Rendi dengan perasaan yang begitu sangat senang. Hamish pun langsun memberi selamat bukan memperkenalkan namanya.


"Selamat ya Rendi, atas rencana pernikahanya. Aku turut bahagia mendengarkannya."


Rendi pun membalas uluran tangan Hamish lalu berkata. "Terimakasih ya. Hamish atas ucapan selamatnya"


Mendengar namanya di sebut oleh Rendi. Hamish sedikit bingun karna Ia belum memperkenalkan namanya. Hamiah pun melihat ke arah Bella dan meminta penjelasan dari tatapan matanya.


"Rendi tau namamu, karna aku sering curhat padanya tengtangmu. Aku selalu bercerita dengan semua, soal perasaanku padamu." Bella menjelaskan.


Setelah hari itu Hamish mengerti semuanya. Kini Hamish telah kembali dari rumah sakit. Seperti yang Ia katakan waktu masih berada di rumah sakit.


Setelah Ia keluar, Hamish ingin segera meresmikan hubungannya dengan Bella dengan menikahinya secara resmi. Hamish ingin membuat acara mewah dan mega. Namun Bella tak mau. Bella hanya menginginkan pernikahan yang sederhana. Bagi Bella yampenting hubungan mereka sah secara hukum dan agama itu sudah cukup baginya.


Bella membuat acara pernikahan yang sederhana di rumahnya. Bella hanya mengundang para tetangga dan kerabat dekatnya saja dan tak lupa Bella mengundang secara Resmi kedua orang tua Hamish.


Acara pernikahan yang terlaksana begitu sangat sederhana. Awalnya ke dua orang Hamish keberatan dengan acara pernikahan sederhana ini. Karna mereka berdua menginkan acara pernikahan yang mewah untuk putranya. Selain itu kedua orang tua Hamish ingin memperkenalkan Bella pada semua anggota keluarga besarnya yang ada di sydney. Dan juga memperkenalkan menantunya pada Dunia.


Namun Hamish tak ingin itu terjadi. Karna itu bisa membuat kenyamanan Bella tergangu. Hamish hanya ingin melihat Bella hidup bahagia bersamanya tampa adanya ganguan apapun.

__ADS_1


Malam semakin larut. Acara pernikahan mereka telah usai. Ke dua orang tua Hamish kembali ke negara asal mereka. Semua para keluarga dan para tamu telah kembali ke rumah masing -masing.


Hamish kini tengah berada di dalam kamar Bella. Hamish tak pernah berenti melihat ke arah Bella yang kini tengah duduk di depan lemari hianya. Hamish tak percaya kalau saat ini dirinya telah benar -benar menjadi suami dari gadis yang dulunya pernah Ia sakiti.


Hamish bangun dari duduknya lalu berjalan mendekat ke arah Bella yang kini nampak kesulitan membuka gaun pengantin yang Ia kenakan. "Sayang, apa aku boleh membantumu?" tanya Hamish pelan.


Bella mengangukkan kepalanya, lalu berkta. "Boleh." Bella tersenyum melihat ke arah cermin dan melihat pantulan wajah Hamish di sana.


Hingga akhirnya Ia membantu Bella membuka gaun pengantinnya. Hamish yang dulunya terlihat kasar pada Bella kini ia bersikap begitu sangat lembut.


Setelah membantu Bella membuka gaunnya. Hamish berjalan ke arah kamar mandi untuk membersikan diri. Namun dengan segera Bella berkata. "Sayang, kita mandi bareng yu." Ajak Bella dengan senyuman centil mengambang di bibirnya.


Hamish tersenyum melihat ke arah Bella yang kini tengah berjalan ke arahnya hanya mengenakan pakaian dalamnya saja.


Setelah sampai di hadapan Hamish. Bella langsung menarik tubuh Hamish masuk ke dalam kamar mandi.


Hamish pun berkata. "Sayang, kamu jangan menggodaku. Aku takut, tak bisa mengendalikan diriku. Melihatmu seperti ini membuatku. Ah." Hamish mengacak rambutnya ketika mengatakan itu. Hamish pun membalikkan badannya.


Namun dengan segera Bella memeluk Hamish dari belakan lalu bertanya. "Membuatku apa? Hem." Bella mencium belakan Hamish.


Hamish berbalik badan ketika Bella memeluknya dari belakan. Hamish menatap wajah Bella lalu berkata.


"Sayang, apa kamu ingin melakukannya denganku malam ini?" tanya Hamish pelan. Karna sejujurnya Ia sangat ingin melakukannya. Namun, karna tak ingin memaksa Bella hingga akhirnya Ia hanya bersikap biasa -biasa saja.


Bella tersenyum lalu berkata. "Kenapa? sebelumnya kita juga sering melakukannya. Kenapa baru sekarang kamu meminta ijin seperti itu?" tanya Bella pelan.


Mendengar ucapan yang keluar dari mulut Bella. Hanish hanya menarik nafasnya lalu membuangnya pelan. Setelah itu Ia berkata. "Dengar sayang, aku pernah berjanji, tak akan pernah memaksakan keinginanku padamu, walaupun aku sangat ingin melakukannya." Hamish memegan pundak Bella dengan kedua tangannya. "Aku tak ingin menyakitimu atau pun berbuat kasar lagi terhadapmu. Aku sangat mencintaimu Bella Anastasia. Ah, bukan lagi Bella Anastasia. Namun Bella Hamish daud Willie dan di singkat menjadi Ny. Hamish." Setelah mengatakan itu Hamish kembali berbalik badan.

__ADS_1


Namun Bella kembali memeluk Hamish dari belakam, lalu berkata. "Aku menginginkannya malam ini." ucap Bella pelan dan lembut.


__ADS_2