Mencintaimu Adalah Pilihanku

Mencintaimu Adalah Pilihanku
101


__ADS_3

Hamish mengejar Bella berlari masuk ke dalam rumahnya. Hamish berteriak. "Bella, dengarkan aku dulu."


Henra terkejut ketika mendengar suara teriakan di dalam rumahnya. Henra pun keluar lalu melihat Hamish berada di dalam rumahnya.


"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Henra pada Hamish.


Hamish melihat ke arah Henra, Lalu Ia pun berjalan ke arah Henra lalu berkata. "Ayah, tolong katakan pada Bella. Aku sangat menyesal dengan semua yang pernah aku lakukan padanya. Aku datang ke sini untuk meminta maaf dan menjelaskan semuanya." Hamish menjelaskan.


Henra mengerti dengan apa maksud Hamish. Lalu Ia pun mengajak Hamish duduk di kursi.


"Duduk, dulu Nak. Baru kamu bisa menjelaskan semuanya pada Ayah. Tentang semua yang tengah terjadi."


Hamish pun berjalan mengikuti langkah Henra menuju kursi ruangan tamu. Namun sebelum itu Hamish melihat ke arah pas bunga yang berisi bunga mawar yang Ia kirim tadi pagi ke rumah Bella. Hamish tersenyum ketika melihat itu.


Hamish pun duduk di kursi ruangan tamu. Ia duduk berhadapan dengan Henra Ayah Bella.


Henra bertanya. "Sebenarnya apa yang telah terjadi di antara kalian berdua? kamu bisa menjelaskan semuanya pada Ayah."


Setelah mengatakan itu Henra menatap ke arah Hamish yang kini tengah menundukkan kepalanya.


Hamish mengankat wajahnha ketika mendengar apa yang di tanyakan Ayah Bella. Hamish pun mulai menceritakan semuanya.


"Begini Ayah, sebenarnya aku dan Bella telah hidup bersama di Sydney selama tiga tahun belakanngan ini. Bella pergi meninggalkan rumahku karna Ia salah faham denganku, dan sebenarnya?..." ucapan Hamish mengatung.


"Sebenarnya apa? Nak Hamish, kalau boleh Ayah pengen tau semuanya" Henra menatap ke arah Hamish.


Setelah Hamish menjelaskan semua padanya. Henra nampak mengerti semua dengan apa yang barusan Hamish katakan.


Hamish kembali berkata.


"Ayah, tolong aku. Tolong katakan pada Bella agar Ia mau memaafkan semua kesalahan yang pernah aku lakukan padanya. Dan dia bersedia kembali padaku sebagai istriku. Aku ingin menikahinya secara sah dalam hukum dan agama." Hamish jujur dengan apa yang Ia rasakan selama Bella pergi meninggalkannya.


Hamish kembali berkata.


"Ayah. Aku sangat mencintai Bella. Aku akan melakukan apapun asalkan dia ingin kembali lagi bersamaku dan membina rumah tangga bersamaku."

__ADS_1


Setelah mengatakan itu Hamish pulang dari rumah Bella.


Setelah Hamish kembali dari rumahnya. Henra berjalan ke arah kamar Bella. Henra mengetuk pintu lalu masuk. Henra mendapati Bella tengah menangis di atas tempat tidurnya.


"Bella, kamu kenapa Nak?" tanya Henra berjalan ke arah tempat tidur Bella.


Karna di sana Bella telah merebahkan tubuhnya sambil menangis.


Bella yang mendengar sahutan Ayahnya. Bangun lalu duduk di atas tempat tidur dengan mengusap wajahnya dengan tangannya. Ia melihat ke arah Ayahnya yang kini tengah berjalan ke arahnya.


"Aku tak papa Ayah." Hanya itu yang Bella katakan pada Henra.


Henra duduk di punggir tempat tidur putrinya. Lalu Ia mengusap lembut bahu putrinya. Kemudian berkata.


"Kalau ada sesuatu ada baiknya kalau kamu ceritakan pada Ayah. Dan ya tadi Hamish datang kemari."


Bella melihat ke arah ayahnya ketika mendengar nama Hamish di sebut olehnya.


"Ngapain dia kesini Ayah?" melihat ke arah Ayahnya. "Apa dia belum puas selama ini telah membuat hidupku sensara?" Bella memeluk lututnya setelah mengatakan itu.


Henra sengaja bertanya sebelum ia mengatakan semua. Karna Ia takut Bella akan salah faham lagi padanya. Henra takut Bella akan berfikiran yang tidak -tidak dengannya. Mengingat semua apa yang tengah Ia lakukan pada putrinya.


Setelah mengatakan itu Henra ingin berangjak dari tempat duduknya karna melihat Bella diam tak memberi jawaban atas apa yang tengah ia tanyakan.


Namun belum sempat Henra berdiri. Bella memegan tangan Ayahnya, lalu berkata. "Apa yang di katakan Hamish pada Ayah?"


Henra kembali duduk di pinggir tempat tidur Bella, lalu melihat ke arah putrinya yang kini tengah menunggunya berbicara.


Henra menarik napasnya lalu membuangnya pelan, setelah itu Ia mulai berbicara.


"Hamish, meminta maaf atas semua yang tengah Ia lakukan padamu. Dan dia juga ingin meluruskan kesalah fahaman yang tengah terjadi di anatara kalian. Ayah tak tau soal apa?. Namun yang jelasnya Ia ingin berbicara berdua denganmu." Henra sengaja tak mengatakan kalau Hamish ingin menjadikan Bella sebagai istrinya karna Henra takut Bella akan kembali salah faham dengannya.


Bella melihat ke arah Henra lalu berkata. "Menurut Ayah, apa aku harus menemuinya?" tanya Bella pelan.


"Itu terserah kamu Nak. Ayah tak pantas ikut campur dengan masalah kamu ini. Ayah takut, mengingat kejadian di masa lalu. Namun kalau Ayah boleh memberi saran padamu, sebaiknya kamu temui dia dan membicarakan semuanya dengan baik, agar semuanya terselesaikan dengan baik." Henra menjelaskan.

__ADS_1


Bella menyandarkan kepalanya di bahu Ayahnya. Lalu memikirkan semua. Hingga akhirnya Ia mengambil keputusan akan menemui Hamish.


Bella mengankat kepalanya, lalu berkata. "Baik Ayah, aku akan menemuinya dan membicarakan semuanya dengan baik -baik." Setelah mengatakan itu Bella mengambil Hapenya lalu mencoba menghubungi Hamish.


Hamish yang mendengar nada dering dari Hapenya dengan segera ia mengambilnya, "Sebuah nomor baru" Guman Hamish pelan.


Hamish menekan tombol hijau lalu berkata.


"Halo." nada datar yang selalu ia gunakan ketika ada panggilan nomor baru masuk.


Bella menarik napasnay pelan, tampa basa basi Ia lalu berkata. "Bisa kita bertemu?"


Hamish tersenyum ketika mendengar suara itu. Suara orang yang sangat ia rindukan. Suara datar yang tadi Ia gunakan kini berubah menjadi sangat lembut. Dengan segera Hamish berkata "Bisa, dimana? kamu ingin bertemu denganku?" ucapnya pelan.


Bella kembali berkata. "Aku menunggumu di rumahku." Setelah mengatakan itu Bella langsung menutup sambungan telponnya.


Hamish nampak begitu sangat bahagia, setelah Bella menelponnya. Dan tampa berfikir panjang Hamish memutar balik mobilnya karna ia belum terlalu jauh melajukan mobilnya dari rumah Bella.


Mobil Hamish masuk di halaman pekarangan rumah Bella. Hamish turun dari mobilnya lalu di sambut oleh Henra.


"Nak, Hamish kamu kembali lagi?" tanya Henra pelan.


Hamish tersenyum lalu menjawab pertanyaan Henra. "Iya, Ayah. Bella memanggilku datang kemari."


Setelah mendengar apa yang Hamish katakan. Henra pun mempersilahkan.Hamish masuk dan mempersilahkannya duduk.


Hamish melangkah masuk kedalam rumah Bella. Namun baru beberapa langkah Hamish memegan perutnya yang tiba -tiba sakit.


Namun Hamish mencoba menahan rasa sakitnya karna Ia begitu semangat ingin segera menjelaskan semuanya pada Bella. Namun rasa sakit di perutnya membuatnya jatuh tak sadarkan diri.


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2