Mencintaimu Adalah Pilihanku

Mencintaimu Adalah Pilihanku
33


__ADS_3

Doni pun berjalan mengikuti resepcionis itu masuk ke dalam lif, sementara Harlan hanya menunggu di lobi Vila. Setelah pintu lif terbuka di lantai atas dengan segera Doni keluar dari dalam lif. Melihat tingkah laku Doni resepcionis itu tersenyum.


"Ini kamar istri anda Tuan."


"Terimah kasih, dan ini tip untuk anda," Ucap Doni sambil memberikan beberapa uang ratusan.


"Terimah kasih kembali Tuan,kalau begitu saya permisi."


Setelah kepergian resepsionis itu, Doni melihat ke arah pintu kamar Nabila, jantung Doni berdetak lebih cepat daripada biasanya.


Deg, deg, deg, Suara detak jantung Doni. Perlahan Doni mulai memencat tombol pintu kamar yang di tempati Nabila.


Ting -Nong ting -nong, Suara bel kamar yang di tempati Nabila.


"Sebentar." Sahut Nabila dari dalam kamar.


"Kamu lagi ngapain sayang, kenapa lama banget baru buka pintu."


Setelah beberapa menit,Nabila pun membuka pintu kamarnya. Nabila begitu sangat kaget melihat Doni berdiri di hadapannya. Sementara Doni langsung memeluk Nabila.

__ADS_1


"Aku sangat merindukanmu sayang." Berkata sambil memeluk Nabila.


"Mas,kenapa Mas bisa tau kalau aku ada di sini?,"


"Itu ngak penting sayang, yang terpenting saat ini adalah kamu."


"Lepasin dulu Mas, aku merasa sesak."


"Tidak mau, aku masih sangat merindukanmu."


"Mas, lepasin aku, aku merasa sangat sesak, Mas pengen aku mati dalam pelukan Mas?."


Mendengar ucapan Nabila,Doni pun melepaskan pelukannya.Lalu berkata.


"Dia,siapa Mas?,kenapa dia memelukmu seperti itu?." Nabila penasaran.


Mendengar pertanyaan Nabila, Doni tersenyum sambil menuntun Nabilab duduk di pinggir tempat tidur sambil mengengam tangan Nabila lalu berkata.


"Dia bernama Bella, dulu kami memang memiliki hubungan serius, namun Mama menentang keras hubungan kami, Mama tau kalau dia gadis tak pantas untukku, awalnya aku tak percaya dengan apa yang di katakan Mama tapi setelah aku kebenarannya aku merasa sangat malu, dia hanya memamfaatkan dan mengincar hartaku saja." Menjelaskan semuanya.

__ADS_1


Nabila tertegun mendengar penjelasan Doni, Nabila merasa sangat bersalah karna telah pergi begitu saja tampa mendengar penjelasan Doni. Nabila menatap penampilan Doni mulai ujung kaki sampai ujung rambut Doni terlihat sangat lusuh tidak seperti waktu Nabila bersamanya. Doni terlihat sangat berantakan biasanya dia selalu berpenampilan rapi dan selalu terlihat tampan tapi saat ini semuanya terbalik. Setelah memandang penampilan suaminya Nabila lalu berkata.


"Maafkan aku mas." Berkata sambil menyandarkan wajahnya di dada bidang Doni.


"Maaf untuk apa sayang?,seharusnya aku yang minta maaf karna kesalahanku kamu pergi meningalkanku."


"Tidak seharusnya aku pergi tampa mendengar penjelasan kamu," Ucap Nabila sambil meneteskan air mata.


"Sudah sayang, kamu jangan menangis, aku tak mau melihat ada air mata di wajah kamu sayang,aku sangat mencintaimu." Berkata sambil mengusap air mata Nabila.


"Aku juga sangat mencintaimu Mas."


Mendengar ucapan Nabila barusan Doni tersenyum senang dan bahagia. Doni lalu berkata.


"Jadi sekarang kamu sudah memaafkan aku sayang."


"Iya, tapi Mas juga harus janji jangan mau di peluk -peluk kaya gitu sama wanita lain kecuali aku." Berkata manja.


"Iya, sayang aku janji,jadi kamu bersedia ikut aku pulang ke rumah kita."

__ADS_1


"Tidak sekarang Mas, besok siang saja, aku mau pamit dulu sama Rendi."


"Rendi, Rendi teman sekolah kamu itu,yang ketemu kita waktu makan siang itu?, kenapa dia bisa bersama kamu?,ada hubungan apa kamu dengan si Rendi ini?." Tanya Doni cemburu dan penasaran sambil menatap tajam pada Nabila.


__ADS_2