
Selesai berpamitan dengan Rendi, Doni dan Nabila kembali ke kota mereka.
"Sayang ayo kita berangkat," Berkata sambil membawa koper Nabila.
"Ayo." Jawab Nabila lembut.
Doni dan Nabila pun turun ke lantai bawah. Sesampai di lantai bawah Nabila merasa risih dengan pandangan semua orang yang menatapnya.
"Mereka semua kenapa?, kenapa mereka melihat ku,seperti sedang melihat pencuri."
Berkata pada Doni.
"Biarkan saja mereka melihatmu."
Berkata santai pada Nabila.
Sesampai di parkiran,Doni dan Nabila berjalan ke arah mobil mereka, di sana Harlan sudah siap menunggu ke datangan mereka. Melihat majikannya sudah tiba di dekat mobilnya dengan segera Harlan membuka pintu mobil untuk ke duanya. Di dalam mobil Harlan selalu memperhatikan wajah Doni yang terlihat begitu sangat bahagia.
"Maaf Tuan," Ucap Harlan sambil menyerahkan surat kabar.
Nabila pun mengambil surat kabar dari tangan Harlan, setelah melihat majalah tersebut Nabila sangat kaget melihat potonya terpajang di halaman utama surat kabar tersebut.
"Mas apa ini?." Bertanya pada Doni.
"Itu usul Mama, biar kamu cepat ketemu sayang," Ucap Doni sambil menarik hidung mancung Nabila.
__ADS_1
"Apa Mas Doni begitu sangat mencintaiku?, sehingga dia rela melakukan semua ini untukku," Ucap Nabila terharu.
"Tentu saja sayang, apapun bisa aku lakukan asal aku segera menemukanmu." Berkata sambil memeluk tubuh Nabila.
Doni melepas pelukannya,lalu berkata pada Harlan.
"Lan, suruh pihak surat kabar untuk segera menghapus poto Nyonya."
Berkata sambil melihat ke arah Harlan.
"Baik Tuan akan segera saya lakukan."
Di perjalanan pulang Nabila terlelap dalam pelukan Doni. Setelah menempuh perjalanan cukup jauh, akhirnya mereka sampai di depan rumah orang tua Doni. Doni lalu menyuruh Harlan untuk segera membukakan pintu mobil. karna dia tak ingin tidur istrinya tergangu.
"Baik Tuan."
Harlan pun segera turun dari mobil, kemudian membuka pintu mobil dengan pelan. Lalu berjalan ke arah pintu utama rumah orang tua Doni kemudian memencat bel pintu rumah Doni.
Ting -nong, ting -nong, Suara pintu bel rumah Doni. Setelah beberapa saat, Art Mira keluar dari dalam rumah.
"Iya, Tuan ada apa?," Ucap Art Mira.
"Di mana Nyonya?." Tanya Harlan dengan nada sedikit datar.
"Ada di dalam Tuan, sebentar saya panggilkan."
__ADS_1
Setelah selesai menjawab pertanyaan Harlan. Art Mira berlari masuk untuk memanggil majikannya.
"Nyonya." Panggil Artnya.
"Iya Bi, ada apa?."
"Di luar, Body guard Tuan Doni mencari anda Nyonya."
Setelah selesai mendengar ucapan. Artnya, Mira berjalan ke luar, sesampai di depan pintu Mira terkejut melihat Doni sedang mengendong Nabila."
"Nabila kenapa?." Tanya Mira.
"Huss, pelankan suara Mama," Ucap Doni dengan nada suara berbisik.
Doni melangkah masuk ke dalam rumahnya di ikuti oleh Mira di belakangnya. Doni berjalan naik ke lantai atas di mana letak kamarnya. Setelah sampai di dalam kamarnya. Doni merebahkan tubuh Nabila di atas tempat tidurnya kemudian menyelimuti tubuh Nabila dengan selimut. Setelah selesai Doni keluar dari kamarnya lalu berjalan menuju ke arah Mamanya.Mira lalu berkata pada Doni.
"Kenapa kamu tak memberitahukan Mama kalau kamu sudah menemukan Nabila,lalu apa yang terjadi padanya?,"
Meminta penjelasan pada Doni.
Mendengar ucapan Mira,Doni tersenyum bahagia sambil memeluk Mira. lalu berkata.
"Nabila cuman ketiduran Ma,Mama tak usah khawatir,mungkin karna kelelahan jadi dia tertidur,ya sudah Ma,aku juga merasa kelelahan dan ingin segera istirahat."
"Ya, sudah,masuk sana temani istri kamu tidur," Ucapa Mira sambil tersenyum.
__ADS_1