
Setelah sampai di bandara. Bella nampak senang melihat Bastian ikut bersama mereka. Bella merasa sangat aneh bila ia hanya berdua dengan Bosnya, seperti barusan ia duduk berdampingan dengan Bosnya di dalam mobil. Ya, walau pun ada supir. Namun bagi Bella semua itu terasa lebih aneh.
Bella tak tau apa yang sedang ada di dalam pikirannya saat ini. Ikut ke Sydney tampa mengetahui, ia akan pergi untuk apa?. Hanya satu yang jelas ia hanya mengikuti keinginan Bosnya.
Bella tersenyum ke arah Bastian, ketika ia telah sampai di hadapan Bastian. "Hai, Bastian." sapa Bella ramah.
"Hai, juga Bella, kamu terlihat nampak cantik malam ini." Bastian tersenyum melihat ke arah Bella, dan tak melihat ke arah Hamish yang kini tengah mulai kesal melihat ke arah mereka berdua.
Bastian pun melihat ke arah Hamish.
"Kenapa dengan wajah kamu?, kenapa jadi kusut begitu." Ledek Bastian, dan saat itu Bastian mulai tau kalau Hamish cemburu melihat kedekatannya dengan Bella.
Bastian berjalan ke sampin Hamish, lalu berkata. "Aku fikir siapa yang akan kamu ajak?, ternyata kamu mengajak sekretarismu. Apa di sana kamu juga akan bekerja? atau melakukan perjalanan bisnis tampaku." Ledek Bastian dengan menepuk pelan bahu Hamish.
Hamish melihat ke arah Bastian, setelah mendengarkan kata apa yang keluar dari mulut Bastian. Hamish menatapa tajam, lalu berkata. "Apa kamu cari mati?." Hamish nampak geram mendengar apa yang di katakan Bastian.
Bastian merangkul lengan Hamish ketika mendengar apa yang baru saja Hamish katakan. "Ya, enggak lah, Bos, aku hanya bertanya saja."
Setelah mengatakan itu Bastian mengajak Bella masuk, karna sebentar lagi pesawat mereka akan segera berangkat.
Hamish kembali kesal ketika Bastian menawarkan diri ingin membawakan koper Bella masuk.
Bella dan Bastian masuk, melupakan kalau mereka bersama dengan Bosnya. Hingga sampai di atas pesawat Bastian baru mengingat, Bastian mulai mencari, melihat ke arah belakan dan mendapati Bosnya tengah membawa kopernya sendiri.
Bastian menhampiri Bosnya, lalu berkata. "Maaf Bos, aku melupakanmu." Bastian tertawa melihat ke arah wajah kesal Hamish.
__ADS_1
Hamish tersenyum masam, mendengar apa yang di katakan Bastian. "Gajimu untuk bulan ini, aku akan memotongnya sebanyak 70% jika kamu mau protes, protes saja, aku tak akan keberatan." Setelah mengatakan itu Hamish berjalan ke arah Bella yang kini tengah duduk sendiri. Hamish duduk di sampin Bella.
Bastian yang mendengar gajinya akan di potong hanya bisa mengaruk kepalanya yang tak gatal. Bastian tau jika Bosnya telah mengatakan seperti itu, maka itulah yang akan terjadi.
Dan itu membuat Bella sedikit terkejut. Sebenarya sedari tadi Bella berdoa, semoga seseorang segera duduk di sampinnya. Bahkan Bella mengharapkan Bastian duduk di sampinnya, dan tak menharapkan Bosnya. Namun yang terjadi saat ini orang yang tak ia harapkan kini telah duduk manis di sampinnya. Bella berbalik mencari arah tempat duduk Bastian. Setelah menemukan tempat duduk Bastian Bella tersenyum, dan di balas lambaian tangan oleh Bastian.
Bella ingin berangjak namun suara bariton Hamish membuatnya duduk kembali.
"Kamu mau ke mana?" Hamish bertanya tampa melihat ke arah Bella.
Dengan cepat Bella menjawab. "Em, tidak Pak, aku hanya ingin melihat -lihat saja." Bella tersenyum ke arah Hamish ketika mengatakan itu. Namun Hamish tak melihatnya, melainkan melihat ke arah lain.
Seiring berjalannya waktu mereka bertiga kini telah sampai di Sydney. Hamish merentangkan tangannya ketika turun dari pesawat. Hamish merasa sangat senang karna bisa kembali berkunjung ke Negaranya. Mengingat Hamish meninggalkan Negaranya telah lebih dari setahun.
Bella dan Bastian hanya bisa melihat tingkah aneh Bosnya.
Hamish pun melangkah keluar di ikuti oleh Bastian dan Bella di belakannya. Mereka bertiga keluar dari bandara, di sambut ramah oleh para Body guardnya.
"Selamat datang kembali Bos." Salah satu Body Guard Hamish menyapanya.
"Hem," Hamish hanya menaggapi ucapan Body Guardnya dengan deheman saja.
Melihat itu Bastian hanya tersenyum karna ia tau, siapa sebenarnya Hamish di negaranya. Lain dengan Bella, ia tak tau apapun tentang Bos killernya itu. Yang Bella tau kalau Hamish itu adalah Bosnya di kantor selebihnya Bella tak tau.
Bella menarik pinggir kemeja yang di kenakan Bastian. Bastian pun melihat ke arah Bella, lalu bertanya.
__ADS_1
"Ada, apa." Suara Bastian pelan.
Bella mendekatkan bibirnya di telinga Bastian, lalu bertanya . Mereka itu siapa?" Bisik Bella di telinga Bastian.
Bastian tersenyum ketika mendengar pertanyaan Bella. Ia melihat ke arah Bella. Namun belum sempat Ia mengatakan, Hamish telah menyuruh mereka berdua masuk ke dalam mobil.
"Masuk sekarang." Setelah mengatakan itu, Hamish masuk ke dalam mobil di ikuti oleh Bastian dan Bella.
Di dalam mobil, Bella nampak lebih santai, karna ia duduk berdampingan dengan Bastian. Di perjalanan menuju arah rumah Hamish, Bella menikmati pemandangan kota Sydney. Dan itu membuat Hamish tak berenti melihatnya dari balik kaca spion mobil, karna saat ini Hamish tengah duduk di job depan.
Setelah sampai di halaman pintu utama rumah Hamish. Begitu banyak pengawal yang berseragam lengkap menghampiri mobil mereka tumpangi. Salah satunya membuka pintu mobil yang di tempati Hamish duduk.
"Selamat siang Tuan."
"Siang, bagaimana keadaan di sini?, apa semua aman terkendali?." Hamish berkata datar pada Body guarnya.
"Semuanya seperti yang Tuan inginkan."
Setelah mendengar itu Hamish berjalan masuk ke dalam rumahnya. Bella dan Bastian, masih setia di dalam mobil, hingga akhirnya seorang pelayan menghampiri mereka, dan membuka pintu mobil.
karna itu adalah peraturan di rumah Hamish, jika kedatangan tamu, tamu di larang keluar dari mobil jika pelayan di rumah itu tak menhampiri atau membukakan pintu mobil tersebut. Karna jika melangar berarti dia salah satu musuh yang harus di waspadai.
"Silakan, Tuan, Nona." Pelayan itu mempersilahkan Bella dan Bastian turun dari mobil.
Bagi Bastian semua itu hal yang sangat biasa, karna ia sering berkunjung ke rumah Hamish. Namun Bagi Bella semua ini tak masuk akal. Bukan apa Bella berkata seperti itu, jika seorang tamu berkunjung ke rumah ini, jika sampai siang tak ada pelayan yang menjemput, tamu itu akan menunggu sampai siang. Benar -benar aneh tak masuk di akal.
__ADS_1
Mereka berdua pun masuk ke dalam rumah mewah Hamish. Bella. bedecak kagum melihat seisi dalam rumah Hamish, rumah yang begitu sangat mewah di penuhi dengan barang -barang antik di dalamnya.
Ini sungguh di luar nalar Bella. Bella berjalan menelusuri, menyentuh barang -barang mewah dan antik itu, membuat Bella terkagum dalam hati.