Mencintaimu Adalah Pilihanku

Mencintaimu Adalah Pilihanku
77


__ADS_3

Hari -hari yang di lalui Bella bersama dengan Hamish, seperti layaknya sepasang suami istri kalau berada di dalam rumah Hamish. Namun tidak untuk di kantor dan di manapun, kecuali kalau mereka berdua ke luar negri, melakukan perjalanan bisnis. Bella dah Hamish akan selalu terlihat sangat dekat.


Bella yang dulunya hanya mengenakan pakaian sederhana kini mulai memakai pakaian yang terbuka, dan itu membuat Hamish semakin terpesona melihat kemolekan tubuh Bella.


Di kantor Hamish hanya memperlakukan Bella seperti biasanya. Namun jika Berada di dalam ruangannya, tampa ada orang lain di antara mereka, Hamish akan selalu membuat Bella merasa bagaimana gitu.


Bella pun merasa sangat menyukai semua yang Hamish lakukan padanya. Bahkan Bella yang dulunya begitu sangat takut melihat ke arah Hamish, kini telah berubah. Bella bahkan terang -teranggaan menatap dan bahkan menangtang Hamish untuk melakukan itu padanya.


Siang ini Bella bertemu dengan Bastian di kantin kantornya. Mereka berdua menikmati makan siang bersaama. Bastian menatap ke arah Bella yang kini mulai sibuk menikamati makan siangnya.


"Bella, akhir -akhir ini aku memperhatikanmu, kamu sekarang sangat berubah." Bastian melihat ke arah Bella.


Mendengar apa yang Bastian katakan, Bella melihat ke arahnya lalu berkata. "Masa sih?. Ah, itu mungkin hanya perasaan kamu saja, aku merasa biasa -biasa saja, tak ada yang berubah."


"Benar, Bel, kamu sangat berubah sekarang, Bella yang dulunya hanya mengenakan pakaian yang sederhana, kini telah berubah menjadi Bella yang modis, semua terlihat jelas dari cara kamu berpakaian."


Bella tersenyum manis mendengarkan apa yang Bastian katakan, lalu ia berkata. "Aku ingin mencoba hal yang baru dan salah satunya. Ya, aku mengubah penampilanku, lagian gaji yang ku dapat dari Bos kita lumayan tinggi loh, aku tak bisa menghabiskanya dalam waktu satu bulan." Bella mengatakan itu dengan melihat ke arah Bastian.Namun dalam hati Bella berkata. "Apapun yang aku mau Hamish tak akan pernah menolak keinginanku, uangnya tak akan habis, jika ia membeli semua yang aku mau."


Bastian mengangukkan kepalanya mendengar apa yang Bella katakan. Karna memang benar semua yang di katakan Bella benar adanya. Gaji menjadi seorang asisten dan juga secretaris sangat lah tinggi, belum lagi mendapat bonus kerja yang baik selama satu bulan. Bastian percaya dengan semua yang di katakan Bella.

__ADS_1


Namun pertanyaan baru mumgcul dari mulut Bastian. Mebuat Bella merasa kikuk dan juga gugup.


"Oya, kemarin sore aku melihatmu keluar dari rumah Hamish?, kamu sedang apa di sana?" Bastian menatap ke arah wajah Bella, dab menanti jawaban yang keluar dari.mulut Bella.


"Hem, itu, itu, kemarin sore ya?" Bella melihat ke arah makanannya yang sedari tadi ia aduk, dan juga memikirkan jawaban yang tepat untuk ia katakan pada Bastian.


"O, iya, itu kemarin, Pak, Bos, memintaku datang ke rumahnya mengambil berkas yang harus aku selesaikan, iya, itu." Bella tersenyum, walaupun terlihat jelas dari wajahnya kalau ia tengah berbohong.


Bastian hanya tersenyum mendengar jawaban yang keluar dari mulut Bella. "Baik lah." kalau begitu aku permisi ya, senang bisa makan siang bersamamu." Setelah mengatakan itu Bastian berlalu meningalkan Bella sendiri di meja yang ada di dalam kantin kantornya.


Setelah Bastian pergi, Bella memukul kepalanya sendiri. Bella merasa sangat bodoh dengan jawaban yang di berikan pada Bastian. "Ka**mu m**emang sangat bodoh Bella, bagaimana bisa kamu berkata gugup seperti itu di hadapan.Bastian? Bagaimana kalau Bastian sampai curiga dengan hubunganmu dengan Hamish? Apa yang akan kamu lakukan? bodoh, bodoh." Masih memukul kepalanya dengan tangannya.


"Halo."


"Ke, ruangan saya sekarang." Nada datar yang keluar dari balik sambungan telpon, setelah selesai memgatakan itu sambungan telpon terputus begitu saja.


Bella menatap layar Hapenya ketika sambungan telponnya terputus begitu saja. Bella menggerutu kesal, lalu ia berkata. "Masih tak berubah juga, kapan kamu akan merubah cara berbicaramu padaku, tidak di rumah, tidak di kantor, nada bicaramu sama saja." Setelah mengatakan itu Bella berangjak dari tempat duduknya lalu berjalan ke arah lif, untuk segera sampai di lantai atas dimana arah letak ruangan Bosnya.


Setelah sampai di depan pintu ruangan Hamish. Bella mendorong pintu lalu masuk. Bella tersenyum manis berjalan mendekat ke arah tempat duduk yang Hamish tempati saat ini. Hamish menatapnya ke arah Bella dengan pandangan agak sedikit kesal.

__ADS_1


"Kamu, memanggilku." Bella ingin memegan wajah Hamish. Namun dengan cepat Hamish menepis tangan Bella.


"Kamu kenapa?" Bella terkejut ketika Hamish menepis tanganya. Karna ini tak pernah Hamish lakukan sebelumnya. Biasanya Hamish selalu senang ketika Bella menyentuhnya.


Hamish menatap ke arah Bella yang kini tengah berdiri di sampin tempat duduk ia tempati saat ini, lalu berkata. "Apa yang kamu lakukan dengan Bastian di kantin." Hamish bertanya dengan menatap tajam ke arah Bella.


Dengan cepat Bella menjawab. "Makan." Hanya itu yang terucap dari mulut Bella.


"Selebihnya kalian berbicara apa? kenapa kalian terlihat sedekat itu?" Berbicara dengan cara membelakangi Bella.


Bella tersenyum mendengar apa yang Hamish katakan.Bella berjalan mendekat ke arah Hamish lalu memeluknya dari belakang, lalu ia.berkata. "Apa kamu cemburu melihat kedekatanku dengan Bastian?" Bella tersenyum, ketika ia melingkarkan tangannya di perut Hamish. Bella berfikir kalau Hamish saat ini tengah cemburu melihat kedekatannya dengan Bastian.


Hamish tersenyum sinis ketika mendengar apa yang Bella katakan. Hamish melepas kasar tangan Bella yang tengah melingkar di perutnya, lalu ia berkata. "Apa! cemburu? cemburu melihat kedekatanmu dengan Bastian?, kamu jangan mimpi, aku tak akan cemburu dengan siapa kamu dekat. Ingat," Menunjuk ke arah wajah Bella. "kita berdua tak memiliki hubungan apapun, kamu itu cuman jaminan dari uang yang telah di ambil oleh Ayahmu dalam kata lain dari ucapanku ini adalah Ayahmu telah menjualmu padaku, Ayahmu tak memiliki hutang apapun pada rentenir, namun karna keserakahan Ayahmu dia telah mengorbankanmu, dan menjualmu padaku, apa kamu mengerti sekarang, ingat diri dan ingat apa yang pernah kamu tandatangani." Hamish mengingatkan semua pada Bella. Lalu mengatakan semua tengtan apa yang telah Henra lakukan padanya.


Mendengar semua yang Hamish katakan. Seperti tamparan untuknya. Bella mengeluarkan air mata tak percaya dengan semua yang Hamish katakan. Bella tak pernah berfikir kalau Ayahnya, Ayah kandungnya akan melakukan hal menjijikan seperti ini.



Yang kemarin meminta Visual Bella ini ya.

__ADS_1


__ADS_2