
Hamish pun tersenyum melihat ke arah Bella lalu Ia berkata.
"Bella, kenalkan dia Ayahku. Orang yang selalu ingin kamu temui ketika kamu tinggal di sydney bersamaku." Hamish menjelaskan.
Bella sedikit terkejut ketika mendengar apa yang dikatakan Hamish. Bella pun melihat ke arah orang tua yang sedari tadi mengajaknya berbicara bahkan mengatai Hamish pemuda bodoh.
Bella pun berkata. "Maafkan aku Ayah. karna telah berkata tidak sopan padamu. Sungguh aku meminta maaf." Bella menundukkan wajahnya ketika mengatakan itu pada Ayah Hamish.
"Tidak masalah Anakku. Apakah kamu tak ingin memeluk Ayahmu yang sudah tua ini?" Tuan Willie merentangkan tanganya. Dan Bella pun memeluk Ayah Hamish dengan bahagia.
Setelah melepas pelukannya. Bella membuka dokument yang di serahkan oleh Ayah Hamish padanya. Bella sangat terkejut ketika membaca semua isi dokument tersebut, Ia pun melihat ke arah Hamish lalu berkata.
"Apa ini? aku tak butuh semua ini." Bella menatap Hamish. "Yang aku butuhkan hanya ketulusan cintamu. Aku tak menginginkan semua ini Hamish." Bella berjalan ke arah Hamish lalu memeluknya sangat erat.
Hamish yang merasakan pelukan Bella sangat erat membuatnya kembali merasa kesakitan.
"Esss." Ringgis Hamish.
Bella yang mendengar suara ringgisan Hamish. Dengan segera Ia melepas pelukannya, Lalu menatap wajah Hamish yang kini terlihat mulai sangat pucat.
Bella pun bertanya. "Apa ada yang sakit?" Bella mengankat kemeja yang di kenakan Hamish. Dan melihat perban luka Hamish telah penuh dengan darah. Bella terkejut ketika melihat itu, dan lebih terkejut lagi setelah melihat darah di pakaian yang Ia kenakan.
Bella kembali melihat ke arah Hamish yang kini mulai terlihat lemas. Hamish tersenyum lalu memeluk Bella. Setelah itu Hamish tak sadarkan diri.
Bella yang merasa beban tubuh Hamish semakin berat memeluknya. Lalu Ia bertanya. "Hamish, apa kamu tak kenapa -napa?" pelan Bella mengoyangkan tubuh Hamish. "Hamish apa kamu mendengarku?" Bella mulai panik ketika Hamish tak lagi menjawab semua pertanyaannya.
"Hamish." Teriak Bella ketika Ia menguncang pelan tubuh Hamish dan langsung terjatuh. Namun dengan segera Bella memegan tubuh Hamish di bantu oleh Tuan Willie yang tak jauh berdiri darinya.
Bella kembali menangis,panik setelah melihat Hamish mulai tak sadarkan diri.
Bella pun bertanya pada Tuan Willie.
__ADS_1
"Hamish kenapa Ayah?" menangis. "Aku tak ingin terjadi sesuatu padanya. Aku masih sangat membutuhkannya."
Setelah beberapa waktu datanglah seorang dokter di atap rumah sakit tersebut. Karna setelah melihat Hamish tak sadarkan diri dengan segera Bastian.berlari turun untuk memanggil dokter.
Dokter itu mulai memeriksa bekas luka oprasi Hamish lalu berkata.
"Sebaiknya kita membawanya turun. Lukanya kembali robek dan itu membuat darahnya tak berenti keluar." Dokter menjelaskan.
Bella yang mendengar penjelasan doktet mengerti dengan apa yang di katakannya.
Ayah Hamish pun memerintahkan para anak buahnya untuk membawa Hamish turun, dan membawanya ke arah kamar rawat inapnya.
Bella merasa begitu sangat panik. Takut terjadi sesuatu hal yang buruk pada Hamish. Bella tak ingin kebahagian yang baru tengah Ia rasakan di renggut begitu saja darinya.
Setelah sampai di kamar perawatan Hamish. Bella berjalan mendekat ke arah Hamish yang kini tengah terbaring di atas berangka rumah sakit. Dokter telah selesai menjahit ulang luka bekas oprasi Hamish.
Bella mengeluarkan air matanya, lalu memegan tangan Hamish dengan sangat erat, lalu berkata.
"Hamish, kamu mencintaiku kan? Aku tau kamu pasti sangat mencintaiku." Bella tak berenti mengeluarkan air mata. "Sekarang kamu bangun, setelah ini kita akan segera menikah. Aku tak mau menunggumu terlalu lama lagi. Uda cukup aku menantikanmu selama ini. Hamish cepat bangun." Mengelus wajah pucat Hamish dengan lembut.
Bella berbalik melihat ke arah Henra lalu berkata. "Iya, Ayah aku tau dia akan sadar. Namun aku merasa begitu sangat kesakita melihatnya seperti ini. Aku telah lama hidup bersama dengannya. Namun baru kali ini aku melihatnya lemah tak berdaya seperti ini." Bella kembali melihat ke arah Hamish.
Malam semakin larut. Henra dan juga Tuan Willie telah pulang. Henra pulang kerumahnya. Sementara Tuan Willie pulang ke rumah Hamish putranya. Atas permintaan Bella mereka semua pulang istirahat.
Bella ingin merawat Hamish sendiri. Ia ingin selalu mendampingi Hamish di saat -saat seperti ini. Karna Ia begitu sangat senang melakukan semua itu.
Dan benar kata pepatah. Mendampingi seseorang yang sangat kita cintai di saat dia kesusahan ataupun sakit, akan lebih berharga daripada saat orang itu sehat dan punya segalanya. Itulah yang ada dalam fikiran Bella saat ini.
Bella tak berenti menatap wajah Hamish yang kini tengah menutup matanya dengan tenang. Ia terlihat begitu sangat damai tampa adanya beban fikiran yang tengah Ia fikirkan saat ini.
Pelan -pelan Bella naik di berangka tempat tidur Hamish lalu merebahkan tubuhnya di sampin Hamish. Ia memeluk pelan dada Hamish hingga akhirnya Ia terlelap.
__ADS_1
Hingga pagi Hamish tersadar. Lalu pelan -pelan membuka matanya. Ia pun lalu melihat tangan Bella yang telah melingkar di dadanya. Ia juga tersenyum senang ketika melihat cincin yang Ia sematkan di jari manis Bella semalam. Lalu Ia beralih melihat ke arah Bella tengah terlelap di sampinnya.
Pelan -pelan Hamish berbalik badan melihat ke arah wajah Bella yang masih berdamai dengan mimpinya. Hamish tersenyum lalu mengecup lembut kening Bella. Setelah itu Ia mengelus lembut wajah Bella yang sedikit tertutup oleh rambutnya.
Hamish menyingkirkan rambut Bella lalu menyelipkannya di telinganya.
Merasa sesuatu menyentuhnya, Bella mulai mengeliat lalu bangun.
Bella membuka matanya dan melihat Hamish tengah tersenyum lembut padanya.
"Pagi sayang," ucap Hamish lembut.
"Pagi juga sayang." Setelah mengatakan itu Bella bangun lalu duduk di sampin tempat tidur Hamish.
Hamish mengelus lembut belakan Bella ketika melihat matanya terlihat sedikit membengkak. Hamish tau pasti semalam Bella menangis karna melihatnya dalam keadaan seperti itu.
Bella pun melihat ke arah Hamish tampa berkata apapun.
Hamish meraih tangan Bella lalu berkata pelan dan lembut. "Sayang, setelah aku keluar dari rumah sakit, kita akan segera menikah. Aku tak mau menunggu lama lagi untuk meresmikannya. Sudah cukup aku membiarkanmu pergi menjauh dariku. Seandainya saja waktu itu, aku menerima anak kita, pasti saat ini Ia tengah bermain di pangkuan kita. Aku sangat menyesal untuk semua itu. Aku berharap kamu bisa memaafkan semua kesalahanku di masa lalu yang begitu sangat keterlaluan." Hamish menyesali semua perbuatannya.
*
*
*
Hai, para Readersku jangan lupa baca juga Cinta Aby Ya karna itu adalah Ss 2 dari cerita ini.
Terimakasih karna masih setia mengikuti cerita cintaku yang sempat terhenti. Jangan lupa like+vote dan juga Bintang 5.
Semoga Allah senang tiasa memberi kita kesehatan. Amin.
__ADS_1
Selamat Menjalankan Ibadah Puasa bagi yang menjalangkannya.
Sampai jumpa di Up berikutnyaš