
Setelah sampai di depan rumahnya. Berian keluar dari mobilnya lalu berjalan ke arah Bella yang kini telah keluar dari mobil. Berian kembali menarik tangan Bella masuk ke dalam rumahnya dan menyeret Bella masuk ke dalam kamarnya.
Setelah sampai di dalam kamar, Berian menghempaskan Bella ke atas tempat tidurnya. lalu melepas jas yang ia kenakan. Setelah itu ia berjalan mendekat ke arah Bella yang kini tengah duduk di pinggir tempat tidurnya.
Bella terkejut dan sangat takut melihat wajah Berian yang kini terlihat sangat marah padanya. Bella juga sangat terkejut ketika Berian membawanya masuk ke dalam kamarnya, karna selama ia tinggal di dalam rumah Berian ini pertama kalinya ia masuk ke dalam kamar pribadi Berian.
Bella terkejut lalu berkata. "Kamu kenapa, Berian?" tanya Bella takut melihat wajah Berian yang kini sangat merah karna marah.
Berian mendekatkan wajahnya di wajah Bella lalu berkata. "Aku ingin bukti, kalau semua yang aku dengar itu tidak lah benar."
Bella menundukkan matanya melihat ke arah baju Berian. "Apa yang kamu dengar? dan bukti apa yang kamu inginkan dariku?" Berkata melihat ke arah lain.
Berian menarik napasnya lalu membuangnya kasar di hadapan wajah Bella, lalu berkata. "Aku mendengar semua yang Hamish kataka di dalam kamar mandi." Kata yang keluar dari mulut Berian membuat seluruh tubuh Bella bergetar ketakutan, keringat dinginnya mulai terlihat di dahinya, walaupun dalam ruangan kamar Berian begitu sangat dingin. Namun karna rasa takut dan rasa tegan Bella mengeluarkan keringat dinginnya.
Bella terdiam, mematung tak tau harus berkata apa pada Berian, karna semua yang di katakan Berian semuanya benar adanya.
Melihat kebungkanman Bella. Berian tersenyum sinis, lalu kembali berkata. "Jadi semuanya benar? Mha." Berian namapak sangat marah ketika mengatakan semua itu.
Mendengar kemarahan Berian, Bella mencoba melihat ke arahnya lalu berkata. "Iya, semua itu benar, tapi kamu harus tau apa alasanku melakukan itu." Mencoba menjelaskan. Namun Berian terlagjur marah dan kesal hingga akhirnya ia memukul wajah Bella dengan sangat kerasnya.
PLak.
Satu tamparan mendarat di wajah Bella.
Ahh.
__ADS_1
Ringgis Bella, ketika mendapat tamparan di wajahnya. Bella memegan wajahnya yang kini terasa perih akibat tamparan Berian.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Bella dengan memegan wajahnya yang terkena tamparan tangan Berian.
Berian memegan dagu Bella dengan sangat kasar, lalu berkata.
"Itu, akibat karna selama ini kamu tak pernah berkata jujur padaku, apa kamu tau Bella?" Menatap wajah Bella dengan sorotan mata tajam."Selama ini aku jatuh cinta padamu, sejak pertama kali kita bertemu, dan aku mengira hubunganmu dengan Hamish hanyalah sebatas Bos dan secretaris. Namun ternyata kamu adalah wanita jalangnya Hamish." Berian melepas tajam tangannya dari dagu Bella, dan itu membuat Bella kembali menjerit kesakitan.
"Auh, sakit Berian." Meringgis kesakitan. "Kamu kenapa berubah menjadi kasar seperti ini?" Bella kembali bertanya pada Berian.
Berian kembali menatap tajam ke arah Bella, ketika ia mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Bella. "Aku berubah semua karna dirimu, karna ketidak jujuranmu, aku kecewa padamu Bella." Teriak Berian dengan kembali memukul wajah Bella.
Bella berdiri ketika ia kembali mendapat pukulan di wajahnya.
"Hentikan Berian." Berteriak "Cukup! kamu terlalu menyakitiku. Siapa kamu berani memukulku seperti ini? Kamu itu bukan siapa -siapaku. Apa kamu pantas melakukan hal seperti ini padaku?"
"Apa kamu fikir semua yang aku berikan padamu gratis, Ha.? kamu harus membayar semua itu." Masih dalam keadaan mencekik leher Bella.
Bella meronta, dengan memukul sampin perut Berian, agar pengangan tangan Berian terlepas dari leharnya.
"Lepaskan aku Berian." Masih dalam keadaan memukul lengan Berian.
Berian melepas tangannya dari leher Bella. Setelah cengkeraman tangan Berian terlepas Bella batuk karna merasa sesak napas, lalu melihat ke arah Berian yang kini tengah melepas ikat pinggan dari celananya.
"Apa lagi yang ingin kamu lakukan?"
__ADS_1
Bella berdiri, lalu mencoba berjalan ke arah pintu. Namun ikat pinggan yang Berian pegan membuat Bella terjatuh. Berian mencambuk tubuh bagian belakan Bella.
Bella terjatu di lantai meringgis kesakitan, karna terkena cambukan ikat pinggan Berian.
Bella berteriak. "Apa yang kamu lakukan? kamu kelewatan Berian." Setelah mengatakan itu, Bella berusaha berdiri dengan memegan belakannya.
Berian berjalan mendekat ke arah Bella lalu menjambak rambut Bella dengan kasar, lalu kembali menghempaskan tubuh Bella di atas tempat tidur.
"Berian apa yang kamu lakukan?" teriak Bella, mengulang kata pertanyaan untuk Berian.
Berian tersenyum sinis melihat ke arah Bella, lalu mencambuk belakang tubuh Bella sebanyak dua kali.
"Au, Berian sakit." Menangis dalam keadaan terbaring di atas tempat tidur. "Ampun, aku mohon, jangan lakukan itu, ini sangat sakit, Berian ku mohon lepaskan aku." Bella menangis menahan sakit akibat cambukan Berian.
Berian melempar ikat pingganya di sembarang tempat, lalu membuka kemeja yang ia kenakan dan menyisakan pakaian dalamnya saja. Lalu naik di atas tempat tidur dimana ada Bella tengah menangis karna merasa kesakitan.
Berian mendekat, lalu mengelus lembut rambut Bella yang kini tengah menangis. "Sakit ya?" hanya itu yang Berian katakan.
Bella beralih melihat ke wajah Berian yang kini tengah mengelus lembut rambutnya. Bella merasa sakit hati dengan semua yang di lakukan Berian padanya. Hingga akhirnya Bella mengambil tangan Berian yang kini ada di kepalanya lalu menghempaskannya dengan kasar. "Jangan menyentuhku." teriak Bella dengan berusaha bangun dari atas tempat tidur.
Berian bertambah marah ketika Bella kembali berteriak padanya. Hingga akhirnya Berian menarik tubuh Bella yang ingin bangun dari tempat tidur, lalu menindihnya dengan sangat kasar, lalu berkata.
"Malam ini kamu harus melayaniku dengan baik, setelah ini, aku anggap semua yang aku berikan padamu lunas." Setelah mengatakan itu Berian mulai menyerang tubuh Bella.
Bella mencoba melawan bahkan memberontak agar Berian bisa melepaskannya. Namun apa daya Bella, kekuatan Berian jauh sangatlah kuat dari pada dirinya.
__ADS_1
Berian mulai menyentuh tiap inci dari tubuh Bella. Hingga akhirnya ia selesai melakukan itu dengan Bella. Berian merasa sangat puas dan juga kecewa, karna ia mengharapkan Bella tak seperti yang dikatakan Hamish di dalam toilet restorand.
Bella, menangis pilu ketika Berian selesai melakukan itu padanya. Bella merasa kehidupan yang ia ingin lupakan kini telah terulang kembali lagi menghampirinya. Bella kembali hancur sama seperti Hamish menendangnya keluar dari dalam rumahnya. Bella menangis sejadi -jadinya di dalam kamar Berian. Bella tak pernah menduga orang sebaik Berian bisa melakukan hal keji seperti itu padanya.