Mencintaimu Adalah Pilihanku

Mencintaimu Adalah Pilihanku
8


__ADS_3

Setelah kepergian Nabila masuk ke dalam kamar,Doni menyusulnya.


Tok,tok,tok, Suara pintu kamar Doni ketuk.


"Masuk," Ucap Nabila singkat dari dalam kamar.


Nabila mengusap wajahnya dengan kedua tanganya, matanya terlihat sedikit benkak dan merah.


Doni masuk,sambil melihat ke arah wajah Nabila, Doni merasa sedih melihat keadaan Nabila seperti ini,berkali -kali Doni melawan perasaan sedih ini,tapi berkali -kali juga dia kalah dengan perasaanya,Doni kemudian memulai pertanyaanya.


"Jadi apa jawabanmu?." Berkata sedikit pelan.


"Bisakah aku meminta waktu,dan tolong biarkan aku sendiri." Berkata lembut pada Doni.


"Baik lah,aku akan menunggu jawabanmu," Ucap Doni berlalu dari kamar Nabila.


Setelah berbicara dengan Nabila, Doni berencana ingin mengunjungi rumah kedua orang tuanya, namun sebelum Doni keluar dia kembali lagi ke kamar Nabila.


Tok,tok,tok, Doni kembali mengetuk pintu kamar Nabila.


"Masuk." Berkata sinkat dan lembut.


Doni mendorong pintu kamar yang di tempati Nabila lalu berkata.


"Aku mau keluar,kalau ada sesuatu yang kamu perlukan kamu tinggal menhubungiku,dan kalau kamu lapar kamu bisa masak di dapur." Berkata tegas.


"Baik lah," Ucap Nabila lembut.


Mendengar kata masak, Nabila tertegun lalu berkata dalam hati.

__ADS_1


"Aku kan tak bisa masak." Berkata dalam hati.


"Oya,ketikkan nomor Hp kamu di sini." Ucap Doni sambil memberikan Hpnya kepada Nabila.


Nabila mengambil Hp Doni lalu mengetikkan nomornya, kemudian mengembalikannya lagi pada Doni.


Tampa berkata apapun Doni berjalan keluar dari kamar Nabila,untuk segera pergi ke rumah orang tuanya,sesampai di rumah orang tuanya, Doni langsung masuk dan disambut hangat oleh Mira mama Doni.


"Masih ingat pulan." Sindir Mama Doni.


Mendengar ucapan Mamanya Doni langsung memeluk dan mencium pipi Mira.


"Maaf Ma,bukan begitu,nanti aku jelaskan ya Ma,aku cape mau ke kamar dulu istirahat," Ucap Doni sambil melepaskan pelukannya dari sang Mama.


Cukup lama Doni tertidur di rumah orang tuanya, hingga waktu menjelang sore, Mira datang ke kamar putra yang terletak di lantai dua,perlahan Mira masuk ke dalam kamar putranya untuk menyalahkan lampu dan juga menutup tirai jendela kamar Doni, karna sebentar lagi akan gelap.


"Iya,Ma,bentar lagi,Doni masih ngantuk," Ucap Doni sedikit manja.


"Bangun,ini sudah malam,Mama sengaja ngak membangunkan kamu tadi siang, karna Mama lihat kamu tertidur sangat lelap dan sekarang ini sudah malam." Ucap Mira menjelaskan.


Doni bangun lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersikan diri, sementara Mira berjalan keluar dari kamar Doni lalu turun ke lantai bawah untuk menyiapkan makan untuk putranya.


Selesai membersikan diri, Doni turun ke lantai bawah, Doni segera menghampiri Mamanya di dapur.


"Ma, aku lapar," Ucap Doni sambil duduk di kursi meja makan.


Mira tersenyum melihat ke arah putranya, lalu memberikanya sepiring makanan yang sudah di siapkan oleh Mira.


Perlahan Doni mulai menikmati makananya, dan tiba -tiba Mira bertanya pada putranya.

__ADS_1


"Don,apa kamu sudah memiliki calon untuk di jadikan istri." Bertanya sambil melihat ke arah Doni.


Mendengar ucapan Mamanya Doni langsung tersedat makanan yang ada di dalam mulutnya.


Uhuk,uhuk,uhuk,Doni tersedat.


"Mama," Ucap Doni sedikit kesal.


Mendengar ucapan kesal Doni,Mira kembali berbicar.


"Kalau kamu belum punya calon, sini biar Mama yang bantu carikan, banyak loh, putri -putri teman Mama yang cantik -cantik," Ucap Mira semangat.


Mendengar ucapan Mamanya,Doni tersenyum sendiri sambil berjalan mendekat ke arah Mira lalu berkata.


"Mama, gak perlu repot -repot kaya gitu,sebentar lagi Mama akan memilikinya,Doni sudah ada pilihan dan ini tak akan membuat Mama dan Papa kecewa, dia itu sangat cantil,kalau berbicara dia selalu berkata lembut." Doni menjelaskan pada Mira.


Mendengar ucapan putranya Mira sangat senang lalu berkata.


"Benarkah,lalu kapan rencana kamu ingin mengenalkannya pada Mama, " Ucap Mira senang.


Di dalam hati Mira berkata.


"Gadis ini pasti sangat unik, dia bisa membuat putraku jatuh cinta setelah sekian lama,gadis ini pasti bisa membuat seluruh keluargaku bahagia,dan soal ini Papa juga harus tau," Ucap Mira sambil berjalan mengambil Hpnya untuk segera menghubungi suaminya Arman.


-


-


-

__ADS_1


__ADS_2