Mencintaimu Adalah Pilihanku

Mencintaimu Adalah Pilihanku
83


__ADS_3

Berian hanya tersenyum tak menjawab, ketika mendengar apa yang di katakan Natasya. Lalu Hamish kembali bertanya pada Berian.


"Oya, Berian kamu ke sini sama siapa?" Hamish melihat ke arah Berian yang kini masih berdiri di hadapannya.


"Aku bersama secretarismu." Berian mengira kalau saat ini Bella masih menjadi Secretaris Hamish.


Hamish menggaruk dahinya lalu berfikir, karna saat ini Bastianlah yang mengantikan posisi Bella di kantornya. "Kamu bersama Ba...?"


Ucapan Hamish terhenti ketika melihat Bella berdiri di sampin Berian.


Bella tersenyum manis ke arah Berian. Lalu melihat ke arah Hamish yang kini tengah menatapnya. Natasya beralih melihat ke arah Bella yang kini tengah tersenyum ramah pada mereka semua.


"Kamu?, kamukan wanitan itu." Natasya melihat ke arah Bella.


Bella tersenyum melihat ke arah Natasya lalu berkata. "Lupakan yang telah berlalu, anggapa saja tak pernah terjadi." Setelah mengatakan itu Bella beraslih melihat ke arah wajah Hamish yang kini tengah menatapnya. Kata yang keluar dari mulut Bella, seperti sindiran buat Hamish.


Setelah itu Bella mengajak Berian duduk ke tempat yang telah ia pesan. "Ayo, kita kesana, aku telah memilih meja, untuk kita." Bella melingkarkan tangannya di lengan Berian ketika mengatakan itu.


Melihat tingkah Bella seperti itu, Hamish merasa sedikit kesal, begitupun denga Natasya yang kini tengah duduk di tempat duduknya semula. Hingga akhirnya Hamish menawari Berian makan Bersama di mejanya.


"Berian, kalau kamu mau, kamu dan juga Bella bisa ikut bergabung makan di meja kami." Setelah mengatakan itu Hamish menatap ke arah Natasya yang kini tengah menatap tajam ke arahnya.


Berian setuju dengan ajakan Hamish duduk makan bersama dengannya. Tidak dengan Bella. Namun demi menjaga imejnya agar terlihat baik di depan Berian. Bella menerima keputusan Berian karna itu lebih baik baginya.


Bella mengangukkan kepalanya setuju, mengikuti apa yang Berian inginkan. Berian menarik kursi untuk Bella. Dan itu membuat Hamish lebih merasa sangat kesal, apalagi setelah melihat senyuman yang di tujukan Bella untuk Berian.

__ADS_1


Setelah menarik kursi untuk Bella, Berian ikut duduk. Namun mereka berempat duduk dalam keadaan saling memangdang. Berian duduk berhadapan dengan Bella. Hamish duduk berhadapan dengan Natasya, jadi kalau kita melihat Bella duduk berdampingan dengan Hamish. Natasya duduk berdanpingan dengan Berian.


Setelah pesanan Bella datang, mereka makan. Namun tidak dengan Natasya, Natasya merasa saat ini ia tak nafsu makan lagi, di tambah Berian duduk di sampinnya. Membuatnya salah tingkah dan tak pokus pada makanan yang ada dihadapannya.


Lain dengan Bella yang ia rasa saat ini. Ia tau kalau Hamish tak berenti menatapnya. Namun semua itu ia abaikan. Hingga akhirnya Bella sengaja memampaatkan keadaan yang saat ini ia rasakan, daripada merasa canggun sendiri, itula yang ada di fikiran Bella saat ini.


Bella melihat ke arah Berian yang kini tengah menikamati makananya.


"Bagaimana, rasa makanan yang ada di kota tempat tinggalku, Rian? apa selezat masakan yang ada di negaramu?" Bella tersenyum melihat ke arah Berian ketika mengatakan itu.


Berian melulihat ke arah Bella yang kini tengah tersenyum padanya, lalu berkata. "Wao, ini sangat lezat, aku tak menyanka masakan yang ada di tenpat tinggalmu, begitu sangat enak." kembali memakan makanannya.


"Oya, Berian lain waktu aku akan mengajakmu makan ketoprak di tempat langgananku, rasa ketopraknya sangat enak."


Mendengar kata ketoprak keluar dari mulut Bella membuat Hamish ikut berbicara. "Iya, Berian, Bella pernah membeli ketoprak untukku, rasanya itu sangat enak, bahkan aku merasa saat itu aku masih ingin menambah. Namun karna Bella hanya membeli satu, jadi cuman itu yang aku makan.


"Benarkah, Bella pernah membeli ketoprak untukmu? itu semacam makanan apa? aku agak aneh mendengar namanya." Bertanya melihat ke arah Hamish. "K e t o p r a k." melihat ke arah Bella ketika mengeja nama makanan itu.


Bella hanya tersenyum melihat tingkah Berian yang terlihat lucu baginya.


Natasya nampak tak senang melihat ketiga orang yang ada di hadapannya, tertawa bersama tampa mengacuhkannya, hingga akhirnya ia ijin ke toilet.


"Mish, aku ke kamar kecil bentar ya." Bella pamit pada Hamish, setelah mengatakan itu Natasya berlalu.


Namun tiba -tiba Berian juga ijin ke toilet pada Bella dan Hamish.

__ADS_1


"Bella, Hamish, aku ke kamar kecil dulu ya." Setelah mengatakan itu Berian berjalan kearah toilet.


Kini yang tertinggal hanya Bella dan Hamish. Bella mulai merasa canggun. Namun tak gugup. Bella melihat ke arah lain karna menghindari tatapan mata Hamish.


Hamish menatap ke arah Bella lalu berkata. "Sekarang kamu jauh berubah, jauh lebih cantik daripada biasanya."


Bella melihat ke arah Hamish lalu tersenyum sinis padanya.


"Mha, apa! apa kamu katakan barusan, aku berubah!" Setelah mengatakan itu Bella kembali melihat ke arah lain.


Hamish kembali ingin mengatakan sesuatu. Namun, dengan segera Bella berkata. "Sudahlah, aku tak mau mendengar apa -apa lagi dari mulut busukmu itu, nikmati hidupmu dengan Natasya, dan biarkan aku menikmati hidupku dengan Berian."


Hamish terkejut ketika mendengar apa yang Bella katakan. "Apa! kamu memiliki hubungan dengan Berian? Bella kamu jangan gila, kamu tak tau dan tak mengenal sifat Berian seperti apa."


Bella tersenyum sinis ketika mendengar apa yang Hamish katakan. Bella menatap Hamish lalu berkata. "Memang kenapa? dulu aku juga tak mengenal sifatmu, namun aku masih bertahan hidup denganmu, walaupun kamu sering memukulku, jadi kalau Berian seperti yang kamu katakan, Lalu apa bedanya denganmu?"


Hamish terdiam ketika mendengar apa yang baru saja Bella katakan. Setelah beberapa waktu Berian menghampiri keduanya.


"Maaf, aku lama, banyak orang mengantri di dalam."


"Tidak masalah." Bella tersenyum ke arah Berian.


Setelah itu Natasya kembali dari toilet lalu mengatakan. "Maaf, ya Mish, lama, di toilet banyak orang mengantri."


Setelah mendengar ucapan Natasya. Hamish bersandar di kursi yang ia duduki, lalu menatap ke arah Nataya, lalu berkata. "Kenapa ucapan kalian sama? kalian tidak janjian di toilet, ingin mengatakan itu pada kami berdua." Hamish melihat ke arah Bella yang kini tengah melihat ke arah Natasya.

__ADS_1


Berian tertawa ketika mendengar apa yang Hamish katakan. "Ha, ha, ha, Hamish, Hamish, kamu bicara apa, toilet wanita dan pria itu beda Mish." Berian kembali tertawa ketika selesai mengatakan itu.


"Baiklah, aku terima alasan kamu. Oya, Rian kamu akan tinggal dimana selama kamu berada di kota ini." Hamish melihat ke arah Berian ketika bertanya.


__ADS_2