
Setelah menceritakan semuanya pada Rendi. Beban yang dirasakan Bella sedikit berkurang, Ia merasa lebih lega setelah menceritakan semuanya. Namun berungtung Bella memiliki teman yang baik seperti Rendi, yang masih mau berteman dengannya setelah Ia menceritakan semua tentang Rendi.
Rendi hanya berkata setelah mendengar semua cerita tentang kehidupan Bella.
"Setiap orang pasti memiliki masa lalu, bahkan, aku pun memilikinya. Namun satu yang harus kita lakukan agar kita terlepas dari masa lalu itu, yaitu berusa menjadi orang yang jauh lebih baik daripada sebelumnya"
Rendi juga memberi saran yang terbaik untuk Bella. "Bella, cobahlah berfikir dari sisi drinya. Lihatlah dia seperti dia melihatmu. Dan kamu akan tau ketulusan yang sebenarnya. Kamu pasti akan tau dia tulus mencintaimu setelah kamu melakukan itu. Dan fikirkan kembali, ini soal dirimu dan juga masa depanmu, sedikit saja kamu melakukan kesalahan seumur hidup kamu akan menyesalinya."
Setelah mengatakan itu, tak terasa waktu berlalu begitu saja. Malam telah tiba, Bella pun pamit pada Rendi untuk segera kembali kerumah sakit.
"Rendi, terimakasih untuk hari ini." Bella tersenyum. "Sekarang aku akan kembali ke rumah sakit."
"Baiklah, kamu hati -hati di jalan. Titip salam untuknya dan kalau ada kesempatan besok aku akan kesana bersama dia." Rendi tersenyum ketika mengatakan itu.
Dan Bella mengerti apa yang di maksud oleh Rendi. Bella melajukan mobilnya ke rumah sakit. Sementara Rendi melajukan mobilnya ke Restorand untuk menjemput Clarisa pulang dari tempat kerjanya.
Kini hubungan Rendi dan Clarisa semakin dekat. Bahkan Rendi telah mengatakan cintanya pada Clarisa. Namun Clarisa meminta waktu untuk memberikan jawaban pada Rendi.
Sesampai di parkiran Restorand Rendi turun dari mobilnya dan melihat Clarisa berjalan ke arahnya.
"Kamu sudah selesai." tanya Rendi.
"Iya."
Setelah itu Rendi mengajak Clarisa masuk ke dalam mobilnya, lalu mengantarnya pulan. Namun sebelum itu. Rendi mengajak Clarisa ke pantai, dan bisa dibilang Rendi mengajak Clarisa diner di Villa miliknya.
Di dalam mobil Rendi tak berenti tersenyum dan itu membuat Clarisa bertanya.
"Kamu kenapa Ren? daritadi aku perhatikan, kamu selalu tersenyum.Apa ada sesuatu yang lucu, sehingga kamu terus tersenyum seperti itu.
Rendi yang mendengar pertanyaan Clarisa. Melihat sejenak ke arahnya lalu kembali pokus melihat ke depan.
__ADS_1
"Tidak, ada yang lucu, aku hanya pengen tersenyum saja."
Clarisa mengankat bahunya ketika mendengar apa yang tengah Rendi katakan, Lalu ia ikut melihat ke arah depan.
Setelah sampai di pantai, Rendi turun dari mobilnya di ikuti oleh Clarisa.
Sebenarnya Rendi mengajak Clarisa ke pantai, karna Ia mempunyai rencanakan dadakan. Ia ingin memberi kejutan pada Clarisa.
Hanya satu yang ada difikirannya saat ini, Diterima atau di tolak itu akan menjadi urusan belakangan.
Rendi mendengar semua apa yang Ranti katakan padanya semalam.
"Kalau kamu mencintainya, segera lamar dia. Karna akan lebih baik pacaran setelah menikah." itulah yang di katakan Ranti semalam padanya.
Hingga Ia merencanakan semuanya secara mendadak. Rendi mengajak Clarisa ke pinggir pantai, di sana telah di sediakan semua oleh pelayan Villanya sesuai dengan apa yang Ia perintahkan.
Clarisa begitu sangat menikmati keindahan pantai dekat Villa Rendi. Karna di sana terbilang tempat paling tenang jika seseorang ingin menenangkan dirinya.
Rendi hanya tersenyum melihat tingkah lucu Clarisa. Setelah itu Rendi menarik tangan Clarisa agar mendekat padanya. Clarisa sedikit terkejut setelah Rendi menarik tangannya.
Clarisa kini tengah berdiri di hadapan Rendi. Setelah itu Rendi berlutut di hadapannya. Clarisa sedikit terkejut ketika melihat Rendi tengah berlutut di hadapannya.
Rendi memegan tangan Clarisa lalu berkata. "Clarisa. Mungkin aku bukan pemuda baik untukmu. Namun aku akan berusaha menjadi yang terbaik untukmu. Aku juga tak seperti yang kamu inginkan. Namun, aku akan berusaha menjadi seperti yang kamu inginkan. Maukah kamu menjadi Istriku, pendampin hidupku sekaligus menjadi calon ibu untuk anak -anakku kelak." Rendi melihat wajah Clarisa yang kini mulai terlihat memerah mungkin karna pantulan cahaya lampu dan entahla yang jelasnya saat ini wajah Clarisa terlihat memerah.
Namun belum sempat Clarisa menjawab. Sebuah suara yang begitu sangat ramai Ia dengar, mereka semua bertepuk tangan dan berkata.
"Terima, terima, terima." Dan salah satunya berteriak kencang. "Terima Kak." Dan Clarisa mengenal suara itu yang tak lain adalah adiknya.
Rendi terkejut mendengar suara itu.Karna Ia tak tau bagaimana orangtuanya dan orang tua Clarisa tau kalau Ia akan melamar Clarisa malam ini di Vilanya.
Clarisa melihat ke arah orang yang kini tengah bertepuk tangan, dengan melihat ke arah mereka berdua. Bahkan momen indah ini di rekam baik oleh adiknya Clarisa yang bernama Ates. Clarisa juga melihat kedua orang tuanya turut hadir melihatnya.
__ADS_1
Setelah melihat semua anggota keluarganya. Clarisa kembali melihat ke arah Rendi yang masih setia berlutut dengan memegan tangannya.
"Apa kamu yang merencanakan semua ini?" tanya Clarisa pelan.
Dengan segera Rendi menjawab. "Bukan. Bahkan aku juga terkejut melihat mereka ada di sini." Setelah mengatakan itu Rendi kembali bertanya. "Bagaimana? apa kamu menerimaku menjadi calon suamimu?" Rendi menharap jawaban yang tepat keluar dari mulut Clarisa.
Clarisa menatap wajah Rendi, lalu berkata. "Apa kamu yakin? ingin menjadikanku sebagai calon pedampin hidupmu?" tanya Clarisa pelan.
Dengan cepat Rendi menjawab. "100%. Aku yakin denga pilihanku."
Mendengar kata yang keluar dari mulut Rendi menbuat Clarisa terseyum, lalu Ia menjawab.
"Baiklah, aku terima lamaran kamu."
Mendengar kata yang keluar dari mulut Clarisa membuat Rendi begitu sangat bahagia. Karna rasa bahagianya Rendi langsung mengendong tubuh Clarisa lalu berlari mengelilingi meja yang ada di tempatnya saat ini.
Melihat itu Ranti memeluk Mama Clarisa yang kini ada di sampinnya.
"Selamat ya calon besan. Sebentar lagi anak -anak kita akan segera menikah." Ranti mengatakan itu setelah melepas pelukannya dari Mama Clarisa.
Sebenarnya Ranti dan kedua orang tua Clarisa tak saling mengenal. Akan tetapi perusahaannya dan perusahaan orang tua Clarisa memiliki patner kerja yang sama. Hingga akhirnya mereka bertemu. Di tambah sewaktu Rendi mengajak Clarisa datang kerumahnya, dari situ Ranti tau nama orangtua Clarisa.
Dan tampa Rendi ketahui, sewaktu Ia memerintahkan para pelayan Vilanya untuk mempersiapkan semuanya. Ranti tengah berada di sana. Hingga akhirnya Ranti menelpon kedua orangtua Clarisa, lalu menyuruhnya datang ke Vilanya.
*
*
*
Bersambung
__ADS_1