
"Sudah, Mas, semuanya sudah selesai, tapi Mas saat ini aku sangat lapar," Ucap Nabila sambil mengelus lembut perutnya.
Nabila pun melihat sekeliling, dan matanya tertuju pada pada sebuah Restorand yang ada di dalam Mall tersebut.
"Mas, kita makan di situ saja."
Tunjuk Nabila.
"Ya, sudah ayo kita kesana."
Doni dan Nabila pun berjalan ke arah Restorand tersebut. Namun sebelum mereka berdua masuk tiba -tiba seseorang memanggil nama Doni.
"Doni."
Mendengar suara panggilan itu, Doni dan Nabila berbalik melihat ke arah datangnya suara itu. Wajah Nabila tampak murung ketika melihat wajah yang telah memanggil nama suaminya. Doni pun menyadari kemurungan Nabila. dengan segera Doni merangkul erat pinggul Nabila. Doni pun menjawab panggilan wanita itu.
"Ada apa?." Berkata dengan nada datarnya.
"Tidak apa, tadi aku kebetulan lewat dan aku melihatmu."
"Baik lah, sekarang kami masuk dulu."
Bella pun melihat ke arah Nabila lalu berkata.
"Kenalkan namaku Bella, teman lama Doni." Berkata sambil mengulurkan tangan.
"Nabila." Membalas uluran tangan Bella.
"Dialah istriku, yang sangat aku cintai," Ucap Doni sambil mengecup lembut kening Nabila.
Bella pun tersenyum masam melihat ke arah Doni. namun dengan cepat mata Bella melihat ke arah perut Nabila yang mulai sedikit terlihat.
"Sudah berapa bulan?."
"Sudah masuk bulan ke empat."
__ADS_1
Berkata lembut sambil mengusap perutnya.
Setelah selesai bertanya pada Nabila, Bella pun pamit sama mereka berdua.
"Aku kesana dulu ya, ada seseorang yang ingin aku temui." Berkata sambil tersenyum
"Baiklah kamu hati -hati," Ucap Nabila sambil melambaikan tangannya.
Setelah kepergian Bella,Doni pun mengajak Nabila masuk ke dalam Restorand tersebut.
"Ayo sayang kita masuk."
"Ayo,aku sudah sangat kelaparan."
Mereka berdua pun masuk ke dalam Restorand lalu mulai memesan makanan. Sambil menunggu makanan datang Nabila bertanya pada Doni.
"Mas wanita itu dia...?."
"Dialah yang membuat istriku pergi dari rumah."
Melihat wajah sedih Nabila dengan segera Doni meraih tangan Nabila lalu berkata.
"Sayang lupakan semua ini, semunya sudah berlalu,dan yang paling utama saat ini kamu dan calon anak kita."
Selesai makan,Doni dan Nabila pun berjalan keluar dari dari Restorand dan tampa sengaja bertemu dengan Rendi."
"Rendi." Panggil Nabila.
Rendi pun melihat arah suara yang memanggilnya.
"Nabila, kalian di sini?, lagi ngapain?."
"Aku sedang menemani Ratuku berbelanja pakaian, karna saat ini semua baju -bajunya di rumah kekecilan."
Nabila pun menatap tajam ke arah wajah Doni.
__ADS_1
"Mas ngak suka." Berkata sedikit kesal.
"Aku suka banget,karna itu tak membuat cintaku semakin bertambah," Ucap Doni dengan nada menggoda.
"Apaan sih Mas, malu sama Rendi."
Berkata sambil mencubit perut Doni.
Nabila pun melihat ke arah Rendi yang sedang sibuk melihat layar hapenya.
"Oya, Rendi kamu ngapain ke sini?."
"Aku ke sini ingin menemui seseorang."
"Cewe atau cowo," Ucap Nabila menyelidiki.
"Cewek,dong,aku mengenalnya tiga hari yang lalu terus sekarang aku mengajaknya untuk makan bersama," Ucap Rendi menjelaskan.
"Ya, sudah semoga kamu sukses, kemudian berlanjut ke arah yang lebih serius."
"Ya, sudah aku kesana dulu,sepertinya dia sudah menungguku."
Pamit Rendi.
"Oky, semoga berhasil," Ucap Nabila sambil mengacungkang jempolnya.
Setelah perbincangan Nabila dan Rendi selesai. Doni pun berkata.
"Sayang apa kamu masih mau jalan -jalan atau lansung pulang?."
"Kita pulang saja Mas, aku merasa sngat lelah,kakiku sudah terasa kram."
"Mau aku gendong?."
"Tak usah suamiku, kesayanganku, cintaku,aku masih kuat berjalan sampai di parkiran." Berkata sambil tersenyum lembut pada Doni.
__ADS_1