Mencintaimu Adalah Pilihanku

Mencintaimu Adalah Pilihanku
67


__ADS_3

Namun sebelum masuk ke dalam Ballroom, seseorang telah menanti kedatangan Hamish di depan pintu masuk ke dalam ruangan Ballroom.


Gadis itu terlihat sangat cantik. Gadis itu melambaikan tangannya ketika melihat Hamish berjalan mendekat ke arah pintu ruangan Ballroom.


"Hamish, dah lama tak bertemu." Gadis itu bergelayut manja di lengannya.


Namun Hamish hanya menanggapinya dengan santai. Bahkan Hamish tak melihat atau pun melirik, ke arah gadis itu.


"Hamish, aku merindukanmu." Gadis itu kini tengah memeluk Hamish dari sampin. Dan itu membuat Hamish tersenyum getir mendengarnya.


Melihat itu Bastian hanya tersenyum melihat tingkah konyol Natasya. Ya, nama gadis itu adalah Natasya, dialah gadis yang sangat Hamish cintai. Namun setelah di khianati, jangankan melihat, meliriknya pun Hamish tak ingin.


"Hai, Natasya." Sapa Bastian.


"Hai, Bastian, kamu, apa kabar?" setelah bertanya Natasya melihat ke arah gadis yang kini tengah berada di antara mereka berdua. "Gadis ini siapa?" Natsya menunjuk gadis yang kini berada di antara Hamish dan juga Bastian.


Hamish pun tersenyum mendengar pertanyaan Natasya. Hamish merangkul pinggan Bella, lalu berkata. "Dia calon istriku." kata yang keluar dari mulut Hamish seperti tamparan buat Natasya.


Natasya merasa tidak senang mendengar apa yang barusan Hamish katakan. "Kamu pasti berbohon kan?, iya kan?." Natasya tak percaya.


"Apa kamu ingin bukti?" setelah mengatakan itu Hamish langsung mencium bibir Bella dengan sangat lembut.


Bella membulatkan matanya ketika Hamish mencium bibirnya. Ia tak percaya kalau Bosnya melakukan itu padanya di depan Natasya bahkan di depan Bastian.

__ADS_1


Hamis melepas ciumannya ya.lalu berbisik di telinga Bella. "Ikuti apapun yang aku lakukan padamu malam ini, hanya malam ini, gajimu akan aku bayar tiga kali lipat dari gajimu sebelumnya." Mata Bella kembali membulat ketika mendengar ucapan yang keluar dari mulut Hamish.


Bastian kembali tertawa dalam hati ketika melihat Hamish mencium Bella. Hingga tampa berbicara apapun Bastian berjalan masuk ke dalam ruangan Ballroom.


Kini hanya mereka bertiga, tinggal di luar. Natasya tak percaya dengan apa yang ia dengar dan juga ia lihat, lalu kembali lagi bertanya pada Hamish. "Sejak kapan kalian menjalin hubungan?" Natasya melihat ke arah Hamish dan juga Bella.


Hamish tertawa getir, mendengar pertanyaan Natasya, lalu ia menjawab. "Apa perlu aku mengatakan padamu?. Dan apa pernah kamu mengatakan kalau kamu mencintai orang lain selain diriku?" Hamish bertanya balik pada Natasya, dan itu membuat Natasya terdiam tak menjawab pertanyaan Hamish.


Setelah melihat Kebungkaman Natasya. Hamish mengajak Bella masuk. "Ayo, sayang kita masuk." Hamish merangkul erat pinggul Bella. Mereka berdua pun masuk ke dalam Ballroom.


Setelah melihat Hamish masuk ke dalam, Natasya nampak geram dan marah, mengumpat semua ia rasakan saat ini. "Jika aku tau akan seperti ini hasilnya, aku atak akan pernah mengirim undangan padamu, aku ingin hubungan kita kembali seperti dulu lagi Hamish. Aku tak akan menyerah begitu saja, sampai kapanpun kamu hanya akan tetap menjadi milikku, hanya milikku." Selesai mengatakan itu Natasya berjalan masuk ke dalam Ballroom.


Setelah sampai di dalam ruangan, Bella mulai tidak nyaman dengan rangkulan tangan Hamish. Bella berusaha melepas tangan Hamish dengan melihat ke arahnya.


Mengerti akan tatapan Bella, Hamish melepas rangkulan tangannya dari pinggul Bella dengan senyuman mengembang di bibirnya.


Setelah itu ia mulai mengambil napasnya dalam -dalam. Selama berada dalam rangkulan. Hamish, Bella merasa napasnya tertahan, apalagi mengingat kejadian yang baru saja ia alami. Hamish begitu berani menciumnya. Bahkan itu adalah ciuman pertama Bella.


Bella berdiam diri mengingat kejadian yang baru saja ia alami. Namun tiba -tiba sebuah tepukan di pundak mengagetkannya. Bella pun berbalik.


"Bastian." Bella tersenyum malu melihat ke arah Bastian. Bella merasa sangat malu di saat Hamish menciumnya di hadapan Bastian.


"Kamu, kenapa?" menatap wajah Bella "Wajahmu juga kenapa merona seperti itu?"

__ADS_1


Bella memegan wajahnya dengan ke dua tangannya, ketika Bastian berkata seperti itu padanya. "Ah, Bastian, kamu jangan meledek aku, aku kan malu?" Namun kali ini Bella menutup semua wajahnya dengan kedua tangannya. Bella merasa sangat malu atas semua yang terjadi padanya barusan.


Malam semakin larut, acara peresmian hotel telah berlalu, Kini yang tertinggal di dalam ruangan itu, hanya mereka berempat. Hamish ingin menginap di hotel tersebut karna mendapat tantangan dari Natasya.


"Hamish, aku akan percaya kalau gadis ini adalah calon istrimu." menunjuk ke arah Bella "Kalau kamu bisa menidurinya malam ini." Tantang Natasya.


"Baik lah, siapa takut." Menjawab tampa melihat ke arah Bella yang kini tengah menggigit bibirnya, takut. mendengar apa yang di katakan Hamish barusan.


"Baik lah jika kamu menerima tantanganku, sekarang kamu masuk ke dalam kamar hotel yang tengah aku siapkan untukmu." Natasya tersenyum getir ketika melihat ke arah Hamish yang kini tengah menarik tangan Bella masuk ke dalam kamar yang tengah ia siapkan.


Setelah sampai di dalam kamar hotel, Bella menghempaskan tangan Hamish dengan kasar, lalu berkata,


"Maksud kamu apa?, menerima tantangan mantan kamu itu?, kalau kamu masih mencintainya, jangan jadikan aku sebagai alat untuk membuatnya cemburu." Bella menatap tajam ke arah Hamish yang kini tengah melihat ke arahnya.


Hamish berjalan mendekat ke arah Bella, dan langsung ******* bibir Bella dengan sangat kasar. Membuat Bella marah dan berusaha melepas bibir Hamish dari bibirnya. Setelah bibir Hamis terlepas, Bella melayangkan tangannya di wajah Bosnya.


PLakkk.


Satu tamparan mendarat di wajah Hamish. Setelah melakukan itu, Bella berlari keluar dari kamar hotel, dalam keadaan menangis. Bella merasa harga dirinya kini di injak -injak oleh Bosnya.


Bella berlari keluar dari Ballroom hotel, menuju arah mobil Hamish untuk mengambil tasnya, lalu berlari. keluar menunggu taxi. Setelah mendapatkan taxi, Bella menyuruh supir itu mengantarnya kebandara.


"Antarkan aku ke bandara pak." Bella mengunakan Bahasa inggris ketika berbicara pada supir taxi tersebut.

__ADS_1


Tampa membawa pakaian yang ia bawa dari kotanya. Bella kembali ke kotanya hanya mengenakan gaun yang ia pakai saat ini. Bella langsung pulang malam itu juga, ke kota tempat tinggalnya.


Tampa sepengetahuan Hamish, kini Bella berada di atas pesawat sendiri, hanya ada tas kecil yang ia selalu bawa kemana. Beruntung semuanya ada di dalam tas kecil Bella, mulai dari Visa, Vasport, dan juga dompet plus Atm, semuanya ada di dalam tas yang selalu Bella bawa kemanapun ia pergi.


__ADS_2