Mencintaimu Adalah Pilihanku

Mencintaimu Adalah Pilihanku
88


__ADS_3

Berian kemudian mengatai, bahkan mengancam Bella, atas apa yang Bella tengah lakukan.


"Awas kamu! kamu pasti berbohong kalau kamu tengah pulang ke kotamu, aku akan mencarimu bahkan aku akan segera mengecek nama dan jadwal keberangkatanmu di bandara."


Tangan Bella gemetar ketika mendengar semua ancaman yang keluar dari mulut Berian.


Bella menutup sambungan telponnya lalu berdiri dari tempat tidur. Ia merasa sangat ketakukan tangannya mulai mengeluarkan keringat dingin. Ia tak bisa berfikir dengan jernih yang ada di dalam fikirannya saat ini hanya ada satu kata, ingin berlari jauh, sejauh mungkin dari Berian.


Hingga akhirnya Bella mengingat nama orang yang tengah membantunya tadi siang. Bella berdiri lalu berjalan ke arah pintu lalu keluar. Bella melihat ke kiri dan kanan lorong Hotel yang ia tempati. Sangat sepi hanya ada celening servis yang lewat dan menyapanya dengan Baik.


Bella melihat nomor angka kamar yang ada di hadapan kamarnya. "501." Guman Bella dalam hati.


Bella berjalan menelusuri lorong hotel dengan menunjuk angka nomor kamar tersebut, hingga akhirnya ia menemukan kamar angka yang ia cari. Perlahan Bella berjalan mendekat ke arah pintu kamar, lalu mengetuknya dengan pelan.


Tok, tok, tok.


Suara pintu kamar Bella ketuk.


"Masuk." Sahut orang dari dalam kamar.


Bella mendorong pintu kamar tersebut lalu masuk. Setelah masuk Bella mencari sosok orang yang tengah membantunya tadi siang.


Canol yang melihat kedatangan Bella dengan hanya mengenakan pakaian tidur, dengan segera mempersilahkan Bella masuk.


"Masuk, Bella."


"Malam, Tuan Canol. Maaf saya mengangu anda malam -malam." Bella berjalan ke arah sopa yang ada di dalam kamar Tuan Canol.


"Silahkan duduk." Canol mempersilahkan Bella duduk.

__ADS_1


Bella duduk, dengan perasaan yang bercampur aduk, antara rasa takut dan kebingungan besar yang telah ia rasakan saat ini. Bella hanya terdiam dengan melihat ke arah lututnya.


Melihat kediaman Bella Cannol bertanya. "Ada apa Nona Bella? apa kamu ada keluhan soal pelayanan di hotelku?" Menatap ke arah Bella yang kini hanya terdiam.


Bella melihat ke arah Canol dengan meremas kedua tangannya. Lalu mencoba bicara.


"Tidak, pelayanan di Hotel anda sangatlah bagus. Maaf, Tuan Canol, apa aku bisa meminta Bantuan pada anda?" Setelah mengatakan itu, Bella kembali menundukkan wajahnya melihat ke arah lututnya.


"Bantuan apa?" Canol serius menatap ke arah Bella.


Dengan segera Bella menjawab. "Aku ingin meminta bantuan pada anda, agar anda mau memesankan aku tiket untuk pulang ke kota tempat tingggalku, tapi dengan tujuan yang berbeda, aku ingin, agar anda menyembunyikan, kalau aku tidak pulang ke kotaku melainkan ke tempat lain." Alasan yang Bella katakan pada Canol.


Canol melihat ke arah Bella, lalu bertanya "Kenapa? ada apa? apa ada sesuatu yang terjadi di sini?" Canol bertanya dengan melihat ke arah Bella.


"Iya, aku jujur, Tuan Canol, saat ini aku ada masalah dengan Bos aku. Dia mengancamku akan melakukan hal yang buruk jika ia menemukanku, karna saat ini aku kabur dari rumahnya, karna ia telah melakukan hal yang tak pantas padaku." Bella menjelaskan.


"Baiklah." Berdiri dari tempat duduknya, lalu berjalan ke arah Bella lalu duduk di sampinnya. Setelah Canol duduk di sampin Bella ia berkata. "Tapi ini ada syaratnya, aku akan membantumu, bahkan aku bisa mengantarmu sampai di depan pintu rumahmu, kalau kamu bisa menerima syaratku."


"Apa syaratnya Tuan Canol?" Bella melihat ke arah Canol.


Canol tersenyum ketika Bella bertanya padanya. "Temani aku malam ini." Melihat ke arah wajah Bella. "Dan besok malam aku akan mengantarmu pulang ke kotamu dengan mengunakan pesawat pribadiku. Bagaimana apa kamu setuju?"


Bella menggigit bibirnya ketika ia mendengar apa syarat Canol padanya. Bella tak menyangka semua pria tua maupun muda mereka semua hanya mengejar apa yang wanita miliki, tampa terkecuali, karna semua pria yang pernah menolongnya, semuanya menginginkan hal yang sama.


"Bagaimana apa kamu setuju menemaniku malam ini?" Canol mulai menyentuh paha Bella.


Bella hanya terdiam. Ia tak tau harus bagaimana. Mungkin karna keadaan, saat ini yang ia rasakan sangatlah terjepit antara mau dan tidak mau. Hingga akhirnya Bella mengiyakan keinginan Canol.


Bella terbangun dari tidurnya, setelah semalam melayani Canol. Bella berangjak dari tempat tidur Canol lalu berjalan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersikan diri. Setelah selesai dengan ritual mandinya Bella kembali ke kamarnya.

__ADS_1


Setelah sampai di dalam kamar, Bella berdiri di hadapan cermin hias yang ada di dalam kamar Hotel yang iya tempati saat ini. Bella menanggalkan semua pakaiannya, lalu melihat seluruh tubuhnya yang kini terlihat polos.


Bella menertawai dirinya sendiri. Bagaimana tidak menertawai diri sendiri, dalam dua malam tubuhnya di nikmati oleh dua pria muda dan juga pria tua.


Cukup lama ia menatap tubuhnya sendiri. Hingga ia berfikir akan melakukan itu demi mendapatkan uang yang banyak. Ia tak perlu bekerja keras untuk mendapatkan uang. Ia hanya cukup mempercantik dirinya dan juga bentuk tubuhnya. Ia itulah yang terlintas dalam fikiran Bella saat ini.


Malam itu Bella di antar oleh Conel pulang ke kotanya dengan mengunakan pesawat pribadinya. Dan saat itu Conel meminta Bella kembali melayaninya di atas pesawatnya dengan bayaran sebuah cek kosong yang ia berikan pada Bella.


****


Seiring berjalannya waktu, Setelah sampai di kota tempat tinggalnya. Bella tak pernah tinggal di Apartemennya. Bella selalu pergi ke luar kota bersama peria tua, muda bahkan orang bule semua ia temani, asal sesuai bayaran yang ia targetkan.


Bella tak pernah menolak semua ajakan itu, Hingga suatu hari Bella bertemu dengan seoran pemuda tampan dan sangat baik.


Bella mulai mencari tau semua tentang pemuda itu, Dan ternyata ia adalah putra satu -satunya dari keluarga Atmaja.


Bella mulai mendekati pemuda itu hingga akhirnya ia menjalin hubungan kasih dengannya. Setelah beberapa bulan berhubungan kasih dengan pemuda itu. Bella kembali mendapat tawaran untuk melayani pemuda lain.


Hingga pada malam itu, Bella dan pemuda yang telah membayarnya.datang ke sebuah hotel untuk melakukan apa yang harus Bella lakukan yaitu melayani para tamunya dengan baik.


Malam itu Bella masuk ke dalam sebuah hotel. Namun tampa ia sengaja Bella menabrak seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah ibu dari kekasihnya. Bella tak pernah menyangka jika ia akan bertemu dengan orangtua kekasihnya di sebuah hotel yang ia tempati berkencang dengan tamunya.


*


*


*


Kalau memahami cerita dari awal pasti kalian tau Bella menjalin hubungan kasih dengan siapa😊

__ADS_1


Ok, para Readers yang Author sayangi ikutin terus ya ceritanya.


__ADS_2