
"Sahabat kamu bilang apa?." tanya Bella penasaran.
Rendi pun tersenyum melihat ke arah Bella yang kini serius menanti jawaban keluar dari mulut Rendi. "Dia berkata, tunggu ya Rendi aku masak capcai kesukaan kamu, awas kalau kamu tak memakannya, aku akan mempitas wajah kamu menjadi adonan kue. Ya, aku menunggu masakannya hingga jadi. Namun satu hal yang aku lupa, kalau ternyata sahabat aku ini tak tau masak. Aku tersenyum ketika sahabatku menuang capcainya ke dalam mangkok. Namun aku mencium bau yang berbeda pada masakan pada umumnya. Sahabat aku membawa masakannya di hadapanku dari tampilannya terlihat sangat enak. Namun... ketika aku memakannya. Rasanya, ya Allah, aku tak tau harus mengatakan apa pada rasanya. Sudah hambar, agak sedikit pahit, semua rasa tak enak bercampur satu dalam masakan sahabat aku itu."
Mendengar Cerita Rendi. Bella tertawa lebar, dengan menutup mulutnya dengan ke dua tangannya.
Rendi pun ikut tertawa mengingat kejadian waktu itu.
Bella pun kembali memakan makanannya lalu kembali bertanya lagi pada Rendi. "Terus Ren, sahabat kamu itu taunya apa?, maksud aku selain tak tau memasak sahabat kamu itu bisanya apa?."
Mendengar pertanyaan Bella. Rendi kembali tersenyum mengingat kejadian bersama dengan sahabatnya waktu di kampus.
"Sahabat aku itu sangat baik, kalau berbicara, kata yang keluar dari mulutnya itu sangat lembut selembut kapas, dia tak pernah berkata kasar, karna selama aku menjadi sahabatnya aku tak pernah mendengarnya mengucapkan kata kasar pada siapapun. Aku begitu sangat menyayanginya begitu pun dengan dirinya. Sahabat aku itu taunya menangis dia lebih suka terharu kalau melihat seseorang yang menurut dia layak dikasihani."
Rendi pun berenti berbicara lalu kembali memakan makanannya. Namun Bella tak berenti menyuruh Rendi untuk menceritakan soal sahabatnya itu.
Hingga akhirnya Bella kembali lagi berkata. "Terus ceriatain soal sahabat kamu itu, lagi dong, aku kan penasaran pengen dengar semua cerita tentangnya." Bella memasang wajah lucu di hadapan Rendi dan itu membuat Rendi tertawa lebar.
"Baik lah, aku akan menceritakan semua tentang sahabatku itu." Rendi pun meminum minumanna lalu kembali melanjutkan cetinya.
Rendi pun menarik nafasnya lalu kembali melanjutkan ceritanya.
Rendi dan Nabila pov
Sejak dari kecil orang tua Rendi dan orang tua Nabila bersahabat. Namun, Rendi dan Nabila tak pernah mengetahui hal itu. Karna tempat tinggal dan jarak jang cukup jauh membuat mereka tak mengetahui kalau ke dua orang tua mereka memiliki hubungan yang baik.
Hingga suatu hari Rendi pindah sekolah ke kota yang di tinggali Nabila. Rendi mendaftarkan diri sebagai murid baru di sekolah tersebut. Rendi sengaja mendafkan diri di sekolah tersebut karna di sana termasuk sekolah yang baling bagus di antara beberapa sekolah tingkat menengah lainnya.
Seperti pagi ini Rendi datang ke sekolah barunya dengan mengenakan motor sport barunya. Dan itu membuat para murid di sana melihatinya. Salah satu di antaranya berkata.
__ADS_1
"Murid baru ya, keren banget." itulah ucapan yang terdengar di telinga Rendi ketika memasuki halaman sekolah. Namun, Rendi hanya tersenyum mendengar ucapan para murid -murid itu.
Ketika Rendi memasuki halaman sekolah, seorang gadis jatuh karna di kerjai oleh teman -temanya.
Aoo.
Suara gadis tersebut ketika jatuh, Rendi pun dengan segera mendekat ke arah gadis itu lalu menolongnya.
"Kamu tak kenapa -napa?." Rendi membantu gadis itu untuk berdiri.
Nabila pun melihat ke arah pemuda tersebut sambil tersenyum lalu berkata. "Terimah kasih ya, karna telah menolongku." Setelah berdiri Nabila mencari orang yang telah membuatnya jatuh. Namun, yang di carinya tak ada di tempatnya.
Rendi pun melihat ke arah gadis yang ada di depannya, kini tengah membersikan sikunya dari debu.
Rendi pun bertanya. "Di mana letak kantor kepala sekola?."
Mendengar ucapan pemuda tersebut, Nabila melihat ke arah Rendi yang serius menatapnya lalu berkata.
Setelah mendengar itu, Rendi pun berkata. "Terima kasih ya, karna telah menunjukkan ruangan kepala sekola."
Rendi pun berlalu, lalu kembali lagi ke hadapan Nabila lalu berkata."Oya kenalkan manaku Rendi Baskara." Rendi mengulurkan tangannya ke arah Nabila.
Nabila pun membalas uluran tangan pemuda tersebut dengan tersenyum lembut. "Nabila Larasati, panggil saja Nabila."
Selesai memperkenalkan diri, Rendi kembali melanjutkan perjalanannya menuju arah ruangan kepala sekolah. Setelah sampai, Rendi pun masuk lalu mulai mengikuti prosedur sebagia murid baru.
Setelah jam kelas, Nabila masuk ke dalam ruangan kelasnya karna sebentar lagi jam pelajaran akan segera di mulai, Namun, sebelum jam pelajaran di mulai. Guru yang akan mengajari mereka membawa seorang murid baru, yang tak lain adalah pemuda yang telah menolong nya tadi. Rendi pun tersenyum ke arah Nabila dan Nabila membalas senyuman Rendi.
Setelah selesai memperkenalkan diri. Rendi pun duduk di sampin tempat duduk Nabila yang kebetulan kosong.
__ADS_1
"Boleh, aku duduk di sini?." Tanya Rendi pada Nabila.
Nabila pun tersenyum lalu berkata. "Boleh," ucap Nabila pelan dan lembut.
Waktu pelajaran telah selesai, kini para murid pulang ke rumah masing -masing. Sementara Nabila menunggu mobil jemputannya. Melihat itu Rendi pun melajukan motornya ke arah Nabila.
"Hai, lagi nunggu siapa?." tanya Rendi.
Dengan cepat Nabila menjawab Pertanyaan Rendi. "Karjo."
Mendengar nama Karjo yang di sebut Nabila. Rendi Membuka helem yang sempat di pakainya tadi. Lalu menatap ke arah Nabila lalu kembali bertanya.
"Karjo, karjo itu siapa?."
Nabila kembali melihat ke arah wajah Rendi, karna sedari tadi Nabila menundukkan kepalanya karna merasa kepanasan.
"Karjo itu supir aku, yam biasa antar jemput aku ketika aku ke sekolah."
Rendi pun tertawa ketika selesai mendengar ucapan Nabila. Rendi menertawakan dirinya sendiri karna telah berfikiran kalau Nabila menunggu kekasihnya yang bernama Karjo.
Melihat Rendi tertawa, Nabila pun bertanya. "Kenapa kamu tertawa?, apa yang lucu?."
Rendi pun menutup mulutnya ketika mendengar pertanyaan Nabila. Lalu berkat. "Ham, tak ada yang lucu, aku hanya menertawakan diriku saja, karna aku berfikir kalau kamu menunggu kekasihmu yang bernama Karjo."
Nabila tertawa lepas ketika mendengar ucapan yang di keluarkan oleh Rendi. "Apa." Nabila kembali tertawa lepas ketika selesai mengatakan itu. Nabila juga memukul pelan lengan Rendi dan itu membuat Rendi sedikit meringgis.
Ao, ao, ao.
Nabila kembali berkata.
__ADS_1
"Lagian kamu apa -apaan sih, masa anak SMA kaya kita ini uda punya kekasih, kamu ada -ada aja deh Ren." Nabila kembali tertwa lepas ketika mengatakan itu.