
Bella, menyandarkan kepalanya pada sandaran tempat tidurnya, memikirkan apa yang harus ia kerjakan agar keuangannya tak bertambah menipis. Ia sudah mencoba kesana kemari mencari pekerjaan. Namun sampai sekarang ia belum mendapatkan pekerjaan.
"Apa yang harus ku kerjakan sekarang." Menepuk bantal yang ada di sampinnya. Lalu menarik laci meja di sampin tempat tidurnya. Bella mengeluarkan buku tabungannya lalu melihat isinya.
"Ah, aku tak boleh tinggal berdiam diri seperti ini, aku butuh pekerjaan. Jika aku tak bekerja, bulan depan aku pasti akan menjual mobilku." Memegan kepalanya karna merasa sedikit pusing memikirkan apa yang akan ia lakukan kedepannya.
Bella berangjak dari tempat tidurnya, lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersikan diri. Setelah selesai dengan ritual mandinya. Bella bersiap untuk keluar mencari pekerjaan.
Bella melajukan mobilnya membelah kota yang ia tinggali. Mobil Bella melaju dengan santai ketika melewati depan perusahaan Hamish, tempat ia bekerja dulu, tempat ia bertemu dengan pemuda kasar dan tak menghargai wanita.
Bella menghentikan mobilnya pas di depan perusahaan Hamish. Ia menaikkan kecamatanya di kepalanya, lalu melihat ke luar dari jendela mobilnya.
Namun setelah beberapa saat sebuah mobil hitam masuk ke dalam parkiran area kantor. Dan Bella tau siapa mobil itu? Itu dalah mobil hamish. Orang yang telah menhancurkan hidupnya dan juga masa depannya.
Hamish keluar dari mobilnya. Lalu seorang wanita ikut keluar dari mobilnya. Dan Bella juga tau siapa wanita itu.
Bella tersenyum sinis ketika melihat Hamish jalan bersama dengan wanita itu.
"Hem, Hamish, Hamish, aku pikir kamu tak menyukai wanita itu lagi. Namun ternyata? dasar pria berengsek tak tau malu." Umpat Bella dalam mobilnya.
Setelah itu Bella kembali menurunkan kecamatanya, lalu melajukan mobilnya ke perusahaan yang akan ia tempati untuk melamar pekerjaan.
"Gagal lagi, gagal lagi." Umpat kesal Bella ketika keluar dari perusahaan yang di tempatinya melamar pekerjaan. Bella masuk ke dalam mobilnya duluk, lalu melempar sembarangan map yang iya bawa. "Aku harus bagaimana lagi? aku tak tau harus melamar pekerjaan dimana lagi."
Bella kembali melajukan mobilnya. Namun setelah beberapa saat Hapenya berdering. Bella memasukkan tangannya ke dalam tasnya lalu mengambil Hapenya.
Bella menghentikan mobilnya, ketika melihat nama pemanggil.
Berian calling...
"Berian." Bella tersenyum ketika melihat nama pemanggil di layar Hapenya. Dengan segera ia memence tombol hijau.
"Iya, halo"
__ADS_1
"Halo, Bella, sekarang aku ada di kotamu."
"Benarkah? sekarang kamu dimana?"
"Aku, masih di bandara, aku baru saja sampai."
"Ooo, sekarang kamu mau kemana?"
"Aku, akan mencari hotel dulu, setelah itu aku akan mengurus urusan bisnisku, setelah semua selesai, aku ingin kamu mengajakku berkelilin di kotamu."
"Baik lah, sekarang kamu tunggu aku di sana, biar aku yang menjemputmu bagaimana?"
"Hem, sebua ide yang baik, baiklah aku akan menunggumu. kamu jangan terlalu lama sampai di sini."
"Baikalah, 20 menit lagi aku sampai, kamu jangan kemana. Ok, bay."
Setelah sambungan telponnya terputus Bella melajukan mobilnya ke arah bandara. Senyum merekah tak pernah terlepas dari bibir manis Bella. Setelah 20 menit Bella sampai di bandara. Bella memarkirkan mobilnya lalu turun, lalu berjalan masuk ke area bandara untuk mencari keberadaan Berian.
Bella celingak -celinguk, melihat kesana kemari. Namun tiba -tiba sebuah tangan menutup mata Bella dari belakang. Bella sedikit terkejut lalu meraba tangan tersebut. Bella tersenyum ketika mengingat kalau ia datang ke bandara untuk menjemput Berian.
"Berian."
Bella tersenyum senang ketika melihat wajah Beriang di hadapanya. Begitupun dengan Berian ia tersenyum lepas ketika melihat wajah cantik Bella.
"Hai, Bella, apa kabar?" Berian memeluk Bella. Lalu Bella pun membalas pelukan Berian.
"Aku, baik." Bella menepuk lembut bahu Berian yang kini tengah memeluknya.
Setelah pelukan keduanya terlepas Bella mengajak Berian ke mobilnya.
"Ayo, Berian kit ke mobil."
Setelah mengatakan itu, keduanya berjalan kemobil, Berian masuk kedalam mobil dan duduk di depan, Di ikuti oleh Bella. Bella mulai melajukan mobilnya keluar dari parkiran bandara.
__ADS_1
Berian tak berenti tersenyum melihat ke arah Bella yang kini tengah serius menyetir mobilnya. Menyadari dirinya di perhatikan Bella melihat ke arah Berian lalu berkata.
"Jangan terlalu lama melihatku, nanti kamu jatuh cinta, aku tak mau tanggun jawab jika itu sampai terjadi." Bella tertawa ketika selesai mengatakan itu pada Berian.
Mendengar apa yang Bella katakan. Berian menarik napasnya lalu menghembuskan dengan pelan. Lalu ia berkata. "Dari awal aku melihatmu aku telah jatuh cinta, dan bahkan aku telah mengatakan peraanku padamu. Namun sampai sekarang kamu tak menjawabnya."
Bella tertawa melebar ketika mendengar apa yang dikatan Berian.
"Udah, Berian kamu jangan ngaco, aku itu mengangapmu temanku tak lebih."
Setelah mengatakan itu, Bella memarkir mobilnya di depan sebuah restorand yang ada di kotanya.
Bella tersenyum melihat ke arah Berian, lalu berkata.
"Ayo, kita makan dulu, biar otak kamu tidak berfikiran aneh -aneh terus." Setelah mengatakan itu Bella turun dari mobilnya di ikuti oleh Berian.
Bella masuk ke dalam, restoran di ikuti oleh Berian di belakannya. Bella menghentikan langkahnya sejenak, karna sedikit terkejut ketika melihat Hamish dan Natasya sedang menikmati makan siang bersama.
Setelah itu ia menormalkan rasa keterkejutan di wajahnya. Lalu mencari kursi yang kosong yang sedikit jauh dari tempat duduk Hamish saat ini.
Namun Berian menyapa Hamish. "Hamish." Berian berjalan mendekat ke arah Hamish yang kini tengah makan. Melihat itu Bella hanya bisa mengumpat dalam hati.
"Apa -apaan ini, kenapa malah Berian berjalan ke arah sana sih? aku uda berusaha menghindar. A, ah.
Hamish mencari arah suara yang tengah memanggilnya. Hamish berdiri ketika melihat Berian berjalan ke arahnya. Dan setelah Berian sampai di hadapannya. Hamish memeluknya dengan pelan, dan di sambut hangat oleh Berian.
"Berian, kenapa kamu bisa ada di sini? apa kamu tengah melakukan perjalanan bisnis? atau yang lainnya?" Melepas pelukannya.
Berian tersenyum lalu menjawab pertanyaan Hamish. "Semuanya, aku datang ke sini karna ada urusan bisnis dan juga urusan hati."
Lalu Berian menatap ke arah Natasnya yang kini tengah makan tampa melihat ke arahnya. "Natsya kamu juga ada disini?" Tanya Berian ketika melihat Natasya.
Hamish melihat ke arah Berian lalu berkata. "Kalian saling mengenal." Lalu kembali melihat ke arah Natasya.
__ADS_1
Natasya hanya tersenyum sinis ketika mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Hamish. Natasya berdiri lalu berkata "Ah, kami tak saling mengenal, kami hanya pernah bertemu sekali, iyakan Berian. Mengharap agar Berian mengiakan ucapannya barusn.