Mencintaimu Adalah Pilihanku

Mencintaimu Adalah Pilihanku
81


__ADS_3

Setelah sampai di depan pinggir jalan. Bella menunggu taxi, untuk ia gunakan pulang ke Apartmensnya.


Setelah sampai di Apartmensnya. Bella berjalan ke arah parkiran mobil. Bella mengelilingi sebuah mobil yang masih terbungkus rapi. Bella membuka penutup mobil mewahnya yang pernah ia beli tampa sepengetahuan Hamish.


Setelah memeriksa keadaan mobinya yang berapa bulan ini telah di belinya, Bella berjalan masuk ke dalam Apartmensnya dengan membawa koper besarnya yang berisi semua pakaian yang pernah di belikan Hamish.


Sesampai di dalam kamar Apartmensnya. Bella merapikan semua pakaianya masuk ke dalam lemari mewah yang baru -baru ia ia beli. Seisi kamar Apartmens Bella semuanya telah berubah. Di dalamnya nampak sangat mewah, semua perlengkapan, perabot semuanya telah ia ganti menjadi baru. Di dalam Apartmens Bella terlihat semua terlihat sangat baru.


Setelah merapikan pakaianya. Bella merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya, lalu mengelus lembut perutnya yang kini mulai terlihat sedikit membungcit. Bella menarik napasnya lalu membuangnya pelan. Bella kembali memikirkan kehidupannya di masa yang akan mendatang.


Bella terbawa oleh lamunannya. Namun tiba -tiba Nada suara hape Bella berdering. Bella berangjak dari tempat tidurnya, lalu mencari dimana letak hapenya berada.


Bella berjalan ke arah lemari hiasnya karna di sana Bella meletakkan Hapenya. Bella meraih Hapenya lalu melihat nama pemannggil di layar Hapenya.


Berian calling...


Bella menggeser tombol ijo pada layar Hapenya, lalu menjawab panggilan dari Berian.


"Iya, Halo."


"Kamu lagi apa?"


"Lagi rebahan, di atas tempat tidur di dalam kamar."


"Apa aku menggangumu?"


"Ah, tidak, kamu tak menggaguku,"

__ADS_1


"Apa kita bisa bertemu lagi?"


"Tentu saja."


"Aku, berencana ingin berkungjung ke kotamu. Namun aku belum tau kapan, yang jelasnya kalau bukan bulan ini, kemungkinan bulan depan, aku akan kesana, setelah aku di sana apa kamu ingin menagjakkun jalan -jalan?"


"Tentu saja, aku akan mengajakmu berkelilin di kotaku, imformasikan padaku jika kamu telah berada di kotaku. Oky."


Setelah sambungan telponya terputus. Bella menatap dirinya di cermin. Bella berkeringat dingin setelah menyadari kalau dirinya saat ini tengah hamil.


"Apa yang aku lakukan? aku lupa kalau saat ini, aku tengah hamil." Kembali menatap pantulan dirinya di cermin. "Ah, tidak, Berian tak boleh tau, kalau aku pernah hamil.


Setelah mengatakan itu Bella mengambil tasnya lalu berjalan keluar dari Apartmensnya. Menuju arah parkir lalu masuk ke dalam mobilnya, lalu mengendarai mobilnya menuju arah rumah orang tuanya.


Setelah sampai di halaman rumahnya. Bella di sambut ramah oleh Henra, Ayahnya.


Bella tersenyum sinis melihat ke arah Ayahnya. lalu duduk di kursi yang masih nampak terlihat baru.


Bella duduk lalu mengelus kursi yang kini tengah di dudukinya.


"Apa ini saja, yang Ayah Belli?" Pertanyaan sindiran keluar dari mulut Bella.


Henra menatap ke arah Bella, lalu bertanya. "Maksud kamu apa? bicara seperti itu padaku?"


Bella kembali tersenyum sinis lalu berkata. "Apa lagi yang kamu beli, setelah menjualku dengan harga yang sangat mahal pada Hamish?"


"Bella, kamu bicara apa? Ayah tak mengerti dengan apa yang kamu katakan?"

__ADS_1


Bella berdiri dari tempat duduknya lalu mengatakan.


"Alah, Ayah tak perlu pura -pura, semuanya aku tau, Hamish telah memberitahukan semuanya padaku." Bella meneteskan air mata. "Ayah begitu sangat tega, melakukan itu padaku, apa salahku Ayah?" Berteriak di hadapan Henra dalam keadaan menangis. "Katakan Ayah? kenapa Ayah tega melakukan ini padaku? aku ini putrimu, putri kangdungmu."


Henra terdiam mendengar semua apa yang Bella katakan. Henra tak tau harus menjawab apa! semua pertanyaan yang Bella lontarka padanya, Hanya kata "Maaf" yang terucap dari mulutnya.


"Maafkan Ayah Bella."


"Maaf." Menatap tajam ke arah Henra. "Maaf, Ayah bilang, apa kata maaf itu bisa mengembalikan semuanya? tidak ayah, dan apa Ayah tau, saat ini Hamish telah mengusirku dari rumahnya, karna apa? karna dia tak mengiginkan anak dariku." Kembali berteriak di hadapan wajah Henra. "Dan apa ayah tau? saat ini aku tengah hamil, anaknya Hamish." Mengelus perutnya. "Karna dia tak ingin anak dariku, maka seenaknya dia menendangku dari rumahnya. Apa sekarang Ayah puas, melihat penderitaan yang aku alami?"


Mendengar kata Bella, kalau ia tengah hamil. Henra terkejut dan tak menyangka kalau Bella akan terusir dari rumah Hamish dalam keadaan Hamil. Henra lalu berkata pada Bella.


"Ada baiknya kamu kembali ke rumah Hamish, dan suruh dia bertanggun jawab dengan apa yang terjadi denganmu saat ini. Henra mengatakan itu dengan santai.


Dan itu membuat Bella semakin kesal. "Apa! Ayah menyuruhku kembali ke dalam neraka itu? asal Ayah tau, aku tak pernah bahagia tinggal di sana, setiap hari Hamish selalu menyiksaku, walaupun dalam beberapa bulan aku merasa nyaman" Tertawa, menertawakan dirinya sendiri. "Namun setelah semua itu berlalu aku tak pernah merasa bahagia lagi. Di tambah saat ini aku tengah hamil, aku di tendang keluar dari rumah Hamish, lalu aku di pecat dari kantornya. Apa sekarang Ayah puas?" Kembali berteriak di depan wajah Henra.


Mendengar teriakan Bella di depan wajahnya, Henra merasa kesal dan marah hingga akhirnya tanganya reflek memukul wajah Bella. Henra mengangap Bella telah kurang ajar padanya. "Dasar kurang ajar, anak tak tau diri." itulah kata kasar yang di lontarkan Henra pada Bella.


Bella memegan wajahnya yang baru saja mendapat pukulan dari tangan Ayahnya. Bella menatap tajam ke arah Henra lalu berkat. "Bukan aku yang tak tau diri, tapi Ayah yang tak punya Hati, tega menjual putrinya sendiri." Bella membalas kata yang di lontarkan Henra.


Henra sangat marah ketika mendengar apa yang baru saja Bella katakan, Henra merasa sangat kesal hingga akhirnya ia berkata. "Keluar kamu dari rumahku, dan jangan pernah lagi kamu menginjakkan kakimu di rumah ini, aku tak sudi memiliki putri pembangkan sepertimu." Henra berteriak pada Bella.


Setelah mendengar kata kasar yang keluar dari mulut Henra. Bella berkata di hadapan wajah Henra.


"Aku bersumpah Henra, ini terakhir kalinya aku menginjakkan kakiku di rumahmu ini, aku mengangapmu telah mati, dan kamu juga harus mengangapku telah mati, dengar baik -baik mulai saat ini aku dan kamu tak lagi memiliki hubungan apapun."


Setelah mengatakan itu pada Ayahnya. Bella berjalan keluar dari rumah Henra menuju arah mobilnya. Lalu melajukan mobilnya menuju arah rumah sakit, untuk segera mengambil tindakan untuk kandungannya.

__ADS_1


Waktu terus berlalu, setelah hari buruk itu berlalu. Bella mulai menata kembali kehidupannya. Namun satu yang membuat Bella merasa bingun, saat ini ia tak memiliki pekerjaan.


__ADS_2