
"Aooo, mas, apa -apaan sih, kalau aku jatuh gimana," Ucap Nabila sedikit memukul dada Doni.
"Aku tak akan pernah membuatmu jatuh," Sambil mengecup lembut kening Nabila.
Setelah beberapa bulan Cuti, kini Harlan sudah kembali bekerja.Harlan mengajukan cuti kepada Doni karna istrinya sedang hamil tua. Harlan tidak tega meninggalkan istrinya sendiri. mereka tidak memiliki siapa -siapa di kota itu,jadi untuk bisa menemani istrinya,Harlan mengajukan cuti selama tiga bulan.
"Bagaimana keadaan istri dan anakmu Lan?." Tanya Doni sedikit datar.
"Alhamdulillah,Tuan keduanya sehat."
Setelah bertanya kabar soal anak dan istri Harlan, Doni tersenyum sendiri di dalam ruangan kantornya, dan itu tak lepas dari pandangan mata Harlan. Harlan begitu sangat bahagia melihat senyuman itu.karna selama menjadi Body guar Doni, Harlan baru dua kali melihat senyuman itu.
"Bos, kenapa?." Tanya Harlan.
"Bukan urusan kamu." Berkata tegas.
"Maaf, bos,bukan maksud saya, ingin tau semuanya." Berkata gugup.
"Sudahlah, Lan, sekarang tugas kamu adalah menjaga Nona mudamu tampa sepengetahuannya, ikuti dia kemana pun dia pergi." Berkata tegas pada Harlan.
"Baik Tuan, sekarang saya undur diri mau ke Apartmens Tuan." Berkata sopan sambil membungkukkan badan.
__ADS_1
"Hemm, pergilah," Ucap Doni sedikit datar.
Setelah Harlan keluar dari ruangannya, Doni berkata dalam ruangannya.
"Jika aku memiliki putra dan putri,mereka berdua pasti akan sangat cantik dan tampan,karna memiliki Ayah yang tampan sepertiku dan memiliki Mama secantik Nabila,Aaaa,pengen rasanya cepat punya anak."
Hari ini Doni pulang lebih awal, dia ingin memberitahukan keinginanya pada Nabila,kalau dia ingin segera memiliki anak.
Ting -nong ting -nong, suara bel Apartmens Doni.
Lastri pun segera berlari menuju arah pintu untuk segera membuka pintu.
"Maaf Tuan saya telat buka pintunya. " Ucap Lastri.
"Nyonya ada di kamar Tuan."
"Makasih ya bi," Ucap Doni sambil berlari naik ke lantai atas.
Sesampai di dalam kamar, Doni tersenyum melihat Nabila sedang terlelap. Doni pelan -pelan naik di atas tempat tidur,perlahan Doni mengusap lalu mengecup lembut kening Nabila.Nabila pun terbangun karna merasa sesuatu yang menempel di wajahnya.
"Mas, sudah pulan?,tapi ini kan belum waktunya," Ucap Nabila dengan suara serak,sambil melihat ke arah jam dindin yang ada di dalam kamarnya.
__ADS_1
"Sayang apa kamu lupa kalau suamimu ini seorang bos, jadi terserah mau pulan jam berapa,lagian di kantor semua pekerjaanku sudah selesai, jadi aku sengaja pulan cepat karna aku juga sangat merindukanmu," Ucap Doni sambil mencium leher jengjang istrinya.
"Sayang." Panggil Doni.
"Apa mas," Ucap Nabila santai.
"Aku ingin segera punya anak darimu."
"Iya, mas aku juga ingin segera memilikinya." Berkata lembut.
Perlahan Doni memulai dan setelah selesai melakukanya, Doni mengusap lembut perut Nabila samb berkata.
"Cepatlah hadir di antara kami nak."
Nabila pun terseyum melihat tingkah laku suaminya,di dalam hati Nabila berkata.
"Amin."
Setelah selesai Doni mengajak Nabila mandi bersama.
"Ayo kita mandi sayang." Ajak Doni.
__ADS_1
"Ayo,mas," ucap Nabila sambil tersenyum melihat ke arah suaminya.
Mereka berdua pun masuk ke dalam kamar mandi, untuk membersikan diri. Selesai dengan ritual mandinya ke duanya pun bersiap keluar dari kamar menuju dapur untuk segera makan. karna Nabila begitu sangat kelaparan.