
"Iya,Mas,Terimah kasih untuk semunya."
Semenjak kehamilan Nabila menginjak usia 16 minggu. Nabila menjadi pemalas, mulai dari malas bangun pagi, malas mandi namun nafsu makan bertambah dan itu membuat tubuhnya sedikit berisi. Pagi ini Nabila sudah terbangun namun malas berangjak dari tempat tidur mungking karna efek bawaan bayi. Saat ini Nabila masih nyaman dalam pelukan Doni. Nabila pun menatap wajah tampan Doni.
Cup, Satu kecupan lembut mendarat di bibir Doni dan itu membuat Nabila malu sendiri dengan tingkahnya. Nabila pun menutup wajahnya dengan selimut. Doni yang menyadari tingkah lucu Nabila membuatnya pura -pura tertidur. Pelan -pelan Nabila membuka selimut yang menutupi wajahnya. Nabila lalu melihat ke arah wajah Doni yang masih terlelap.
"Mas, Doni belum bangun, jadi dia tak menyadarinya."
Nabila pun tersenyum sambil menatap ke arah wajah Doni. Setelah puas memandangi wajah Doni Nabila ingin membalikkan badan namun terhalang oleh tangan kekar Doni. Doni pun bangun dan langsung menindih tubuh Nabila.
"Auuu, Mas." Teriakan kecil Nabila.
"Siapa suruh mengodaku pagi -pagi, kini juniorku sedang terbangun."
Berkata sambil mengecup lembut leher jengjang Nabila.
__ADS_1
Nabila yang mendapat serangan seperti itu dari Doni membuatnya mendesah dan itu membuat Doni semakin bergairah.Maka terjadilah pergulatan yang panas di dalam kamar sepasang suami istri itu. Setelah selesai melakukannya,Doni mengendong Nabila masuk ke dalam kamar mandi kemudian mandi bersama. Doni tersenyum ketika melihat bagian dada Nabila yang penuh dengan tanda merah kepemilikan di sana. Doni pun tersenyum melihat istrinya yang sedang terlihat polos di hadapannya. Nabila pun menyadari pandangan Doni yang terlihat mesum. Nabila lalu berkata.
"Mas Doni kini sudah pinter mesum."
"Sedikit pintar." Berkata sambil tertawa lepas.
Selesai mandi Doni dan Nabila keluar dari kamar lalu berjalan ke arah meja makan. Selesai makan mereka berdua bersiap untuk segera pergi ke rumah sakit. Sesampai di rumah sakit Nabila tidak terlalu lama mengantri karna memiliki kartu kuning Doni. Setelah masuk ke dalam ruangan dokter kandungan dengan cepat Starla menyapa Doni.
"Selamat datang di rumah sakit kami Tuan Atmaja,apa ada yang bisa kami bantu?." Berkata sambil mengulurkan tangan pada Doni.
"Iya, saya ingin memeriksa keadaan kandungan istri saya."
"Baik," Ucap Nabila sambil tersenyum.
Nabila pun ikut melangkah di belakang Dr. Starla di temani oleh Doni. Nabila pun naik di atas berangka rumah sakit di bantu oleh Doni. Setelah selesai di periksa Dr. Starla kemudian menjelaskan.
__ADS_1
"Kondisi anda dan calon bayi anda sehat tidak ada masalah apapun, cuman anda hanya kekurangan darah, aku akan menulis resep obat yang harus anda komsunsi secara teratur."
"Terimah kasih dokter,saya akan mematuhi semua yang dokter katakan."
Setelah selesai memeriksa kondisi kandungan Nabila, resep obat pun sudah di tebus. Doni mengajak Nabila jalan -jalan.
"Sayang kita singgah di mall yuk."
Ajak Doni.
"Ayo, sekalian aku juga ingin mencari beberapa pakaian yang sedikit besar, karna saat ini badan aku jauh lebih berisi dari pada sebelumnya."
"Baik lah, apa sih yang tidak buat kamu sayang."
Sesampai di depan Mall,Doni memarkirkan mobilnya lalu keluar bersama dengan Nabila. Doni selalu mengandeng mesra pinggul Nabila. Mereka berdua pun melangkah masuk ke dalam mall. Nabila mulai memasuki tokoh demi tokoh hanya untuk mencari baju daster,hingga akhirnya menemukannya. Nabila membeli beberapa lalu keluar dari dalam tokoh.
__ADS_1
"Bagaimana?, Sudah selesai."
"Sudah mas, semuanya sudah selesai, tapi Mas saat ini aku sangat lapar," Ucap Nabila manja sambil mengelus lembut perutnya.