
Setelah kepergian Bella, Hamish mendengus kesal. Hingga akhirnya ia memilih keluar dari Hotel tersebut. Lalu menuju ke sebuah Club malam yang ada di dekat Hotel ia tempati saat ini.
Melihat itu semua Natasya tersenyum kemenangan, melihat gadis yang bersama Hamish keluar dari kamar dalam keadaan menangis, dan saat ini Hamish telah berada di Club malam sampin hotelnya.
"Aha, ini kesempatan aku, untuk memilikimu lagi Hamish." Senyum kemenangan Nastaya terlihat jelas di bibirnya dengan melipat ke dua tanganya ketika mengatakan itu.
Natasya berjalan mengikuti Hamish menuju arah Clup malam yang ada di sampin Hotelnya. Natasya pun masuk lalu mencari keberadaan Hamish saat ini. Seteleh melihat Hamish yang kini tengah minum bersama seorang Wanita. Natasya berjalan menhampirinya, dan menyuruh pergi wanita yang bersama Hamish saat ini.
"Pergi." Natasya menatap tajam ke arah wanita yang kini tengah menemani Hamish minum.
Wanita itu berangjak dari tempat duduknya, ketika melihat ke arah Natasya. Setelah itu Natasya duduk di sampin Hamish yang kini sedang menikmati minuman yang tersedia di dalam Clup tersebut.
Natasya tersenyum melihat ke arah Hamish yang kini mulai mabuk. Natasya mengambil gelas yang ada di tangan Hamish, lalu berkata.
"Sudah, kamu jangan terlalu banyak minum, sekarang kamu tengah mabuk." Setelah mengatakan itu Natasya membantu Hamish berdiri, lalu berjalan, untuk segera keluar dari Clup malam tersebut.
Setelah sampai di luar Clup, Natasya memanggil pengawalnya agar membantunya membawa Hamish masuk ke dalam kamarnya yang berada di dalam hotelnya sendiri.
Setelah itu Natasya berkata. "Lihatlah Hamish apa yang akan aku lakukan padamu, sampai kapan pun kamu hanya akan menjadi milikku seorang." Natasya tersenyum melangkah menuju arah Hotelnya. Natasya hanya berjalan kaki karna jarak antara Clup dan Hotelnya sangat lah dekata, dan bisa di katakan Clup dan Hotelnya berdampingan.
Setelah sampai di dalam kamarnya, Natasya melihat ke arah Hamish yang kini tengah terbaring di atas tempat tidurnya. Natasya tersenyum melihatnya, lalu berjalan mendekat Hamish. Natasya duduk di pinggir tempat tidur, lalu mengelus lembut Wajah Hamish. Lalu berkata. "Hamish aku menrindukanmu, merindukan setiap kebersamaan yang telah lewati bersama, setahun telah berlalu, kita terpisah hanya karna keegoisan aku, yang ingin memiliki kekasih lebih daripada dirimu."
Natasya terkejut ketika Hamish membuka matanya, lalu menariknya masuk ke dalam pelukannya.
"Hamish, Aoo," Natasya berteriak kecil ketika Hamish menariknya.
Hamish mulai menyentuh setiap inci tubuh Natasya. Namun Natasya tak menolak semua itu. Justru Natasya menikmati setiap sentuhan yang Hamish lakukan. Hingga akhirnya mereka berdua melakukannya, seperti malam yang pernah mereka lewatkan bersama.
__ADS_1
Hingga pagi hari, Hamish terbangun, melihat Natasya terlelap di sampinnya tampa mengenakan sehelai benang pun. Hamish bangun lalu menyandarkan kepalanya di sandaran tempat tidur, lalu melihat ke arah Natasya yang masih terlelap di sampinya.
Hamish mencoba mengingat kejadian semalam. Tentang semua yang ia lakukan pada Natasya, Semalam ia hanya setengah mabuk, sehingga ia mampu mengingat semuanya. Hamish larut menatap ke arah Natanya, begitu banyak bekas kepemilikan yang ia ukir di leher, dan di dada Natasya. Hingga akhirnya suara dering Hape menyadarkannya.
Bastian calling...
Itulah nama pemanggil yang tertera di layar Hape Hamish.
Hamish pun menjawab. "Iya, Bas, ada apa?" tanya Hamish santai.
Dengan cepat Bastian menjawab pertanyaan Hamish. "Apa, Bella bersamamu?" Itulah pertanyaan yang Bastian lontarkan.
"Ah, tidak, aku tak bersamanya, semalam ia pulang."
Bastian terkejut mendengar apa yang keluar dari mulut Hamish. "Apa semalam ia pulang?, dengan siapa?, naik apa?" Pertanyaan bertubi -tubi, Bastian lemparkan pada Hamish.
"Tidak, semalam aku pulang sendiri."
Hamish terkejut mendengar apa yang Bastian katakan. Hamish melompat dari tempat tidur dan itu membuat Natasya terbangun.
"Kamu kenapa, sayang?" Tanya Natasya.
Hamish tak menghiraukan ucpan Natasya, ia tengah sibuk memunguti pakaianya di lantai, lalu mengenakannya.
Setelah selesai mengenakan semua pakaiannya. Hamish berjalan keluar dari kamar Natasya, tampa menghiraukan panggilannya, Hamish berlalu meninggalkannya.
"Apa yang terjadi denganya? kenapa ia tak menghiraukan panggilanku?" Natasya mendengus kesal ketika Hamish berlalu meninggalkannya begitu saja.
__ADS_1
Setelah sampai di depan rumahnya dengan segera Hamish berlari masuk ke dalam kamar yang Bella tempati. Hamish melihat sekelilin kamar. Semua pakaian dan koper Bella semuanya masih di dalam kamar, lalu kemana pemiliknya? itulah yang Hamish pikirkan saat ini.
Hamish berlari keluar dari kamar Bella, lalu menuju arah kamarnya, untuk melihat siarang Cctv yang terhubung langsun dengan kamar Bella. Namun hasilnya ternyata semalam Bella tak kembali kerumahnya.
Hamish keluar dari kamarnya, lalu mencari arah keberadaan Bastian. Setelah bertemu dengan Bastian Hamish bertanya.
"Kalau tak pulang ke sini, lalu kemana Bella pergi." Itulah pertanyaan Hamish lontarkan pada Bastian.
Bastian melihat ke arah Hamish sejenak, lalu berkata. "Semalam Bella pulang ke kota tempat tinggalnya, aku mendapatkan laporan ini." Bastian memperlihat selembar kertas yang ia pegan.
Hamish meraih kertas itu dari tangan Bastian, lalu melihatnya. Setelah membaca isi kertas itu, Hamish meremas kertas itu, lalu membuangnya sembarangan.
Bastian melihat santai ke arah Hamish saat ini, Bastian bisa melihat wajah kesal yang Hamish perlihatkan saat ini.
Hamish mengacak rambutnya kesal, karna Bella kembali ke kotanya tampa memberinya kabar. "Awas, kamu akan mendapatkan hukuman dari perbuatanmu ini."
Setelah mengatakan itu. Hamish melihat ke arah Bastian, lalu berkata. "Bas, kita pulang sekarang."
Bastian hanya mengangukkan kepalanya, mengerti dengan apa yang Bosnya katakan. Bastian mulai memesan tiket, untuk keberangkatannya ke kota yang di tempati Bella saat ini.
*****
Setelah sampai di kotanya. Bella mengunakan taxi untuk segera sampai di Apartmensnya. Sesampai di dalam kamar, Bella membersikan dirinya dan berganti pakaian, lalu berjalan keluar dari kamarnya menuju arah dapur, untuk mencari sesuatu yang bisa ia makan.
Bella mendengus kesal ketika melihat isi kulkasnya, hanya ada susu di dalamnya. Bella duduk memikirkan semua pengeluaran yang ia keluarkan setelah kembali dari Sydney.
"Uangku udah menipis, gajian juga masih lama, aku juga tak tau apakah bulan ini aku bisa mendapatkan gajiku, atau tidak?, dengan apa yang aku lakukan dengan Bos killer itu, yang ada nantinya aku bakal di pecat dari pekerjaanku karna aku kabur dari Negaranya. Hup, apa yang akan aku lakukan jika itu terjadi nantinya?" Bella memikirkan semua kejadian yang menimpanya.
__ADS_1
Setelah itu, Bella beranjak dari tempat duduknya, lalu berjalan keluar dari Apartmensnya, untuk mencari sesuatu yang bisa ia makan, karna jujur saat ini ia begitu sangat kelaparan, sangat kelaparan.