
Setelah sambungan telponya terputus, Bella beranjak dari tempat duduknya lalu berjalan ke arah pentri, untuk membuatkan kopi untuk Bosnya. Ketika melangkah ke arah pentri, perasaan Bella baik -baik saja. Namun setelah ia bersada di hadapan pintu ruangan Bosnya. Perasaan Bella jadi campur aduk. perasaan takut, gemetaran, bercampur jadi satu. Namun tetapia paksakan untuk masuk.
Setelah masuk ke dalam ruangan Bosnya, Bella berkata dalam hati. "Ayolah Bella, kamu harus propesional."
Bella berjalan mendekat ke arah tempat duduk bosnya. Lalu meletakkan kopi yang ia bawa. Setelah meletakkan kopi di hadapan Bosnya. Bella permisi keluar.
"Ini, Pak, kopinya." Setelah mengatakan itu Bella melangkah keluar dari ruangan Bosnya. Namun langkahnya terhenti ketika Bosnya memanggilnya.
"Bella." Suara datar keluar dari mulut Bosnya.
"Ada apa lagi B**os killer ini memanggilku?" ucap Bella dalam hati.
Bella berbalik badan melihat ke arah Bosnya. Kali ini Bella tak menundukkan kepalanya, melainkan melihat ke arah Bosnya yang kini tengah menatap ke arahnya.
"Iya, Pak, ada apa?" tanya Bella sopan.
Hamish tersenyum lalu mendekat padanya.
Di dalam hati Bella berkata. "Apa lagi yang akan Bos killer ini lakukan padaku?." Bella melihat ke arah Bosnhnya yang semakin mendekat padanya.
Hamish berdiri di hadapan Bella. lalu berkata. "Bella jadilah wanitaku, apapun yang kamu inginkan semuanya akan aku berikan, asalkan kamu selalu ada, jika aku membutuhkanmu." Kata keluar dari mulut Hamish membuat tubuh Bella bergetar marah.
Tampa berkata apapun, Bella berjalan keluar dari ruangan Bosnya. Menuju arah meja kerjanya. Bella menutup wajahnya dengan ke dua tanganya. Tampa Bella sadari kedua matanya mengeluarkan
dua bolah kristal jatuh membasahi wajah cantiknya.
Bella berfikir dalam hati, jika saat ini ia tengah memerlukan uang, untuk membayar hutang ayahnya pada rentenir. Namun untuk mendapat uang, apakah ia harus menyerahkan, tubuhnya, harga dirinya pada Bos killernya itu. Ah, cobaan yang Bella terima saat ini sangat lah besar baginya. Bella menjadi dilema di antara dua pilihan, apakah ia harus menerima tawaran Bosnya atau membiarkan ayahnya di penjara. Sebuah pilihan yang berat yang harus Bella pilih, karna ke dua pilihan ini, akan membuatnya kehilangan harga dirinya.
Jika ia menerima tawaran Bosnya, berarti ia telah menyelamatkan ayahnya dari hukuman penjara. Namun tidak menyelamatkannya dari apa yang akan Bosnya lakukan.padanya.
__ADS_1
Kepala Bella terasa sangat pusing, hingga akhirnya ia memilih pulang ke rumah Ayahnya. Bella terkejut ketika melihat ayahnya di seret oleh polisi keluar dari rumahnya.
"Ayah." teriak Bella. Bella berjalan mendekat ke arah ayahnya, yang kini tangannya tengah di borgol oleh petugas kepolisian.
Henra melihat ke arah Bella, lalu berkata. "Biarkan saja Bella, ini akibat yang telah ayah lakukan, jadi biarkan ayah menjalaninya." Henra menundukkan kepalanya ketika mengatakan itu.
"Tidak ayah, aku berjanji akan segera membebaskan ayah." Bella mengatakan itu dengan deraian air mata.
Melihat ayahnya di bawa oleh petugas kepolisian. Bella dengan segera menunggu kendaraan, untuk segara sampai ke perusahaan tempat ia bekerja.
Setelah sampai di depan kantornya. Bella berlari masuk ke dalam lobi kantor. Meskipun tampa sengaja ia bertabrakan dengan Bastian.
Hanya kata "Maaf." Yang keluar dari mulutnya, lalu kembali berlari masuk ke dalam lif. Di dalam suara napas Bella terengah -engah.
Ehua, ehua, ehua.
Pelan -pelan Bella mulai mengetuk pintu ruangan Bosnya.
Tok, tok, tok.
Suara pintu Bella ketuk. Walaupun merasa sangat takut. Namun Bella tetap melakukannya.
"Masuk." Suara datar yang menyahut dari ruangan ia ketuk.
Bella masuk ke dalam ruangan, Bosnya dengan tangan dan bibir yang gemetaran. Bella berjalan mendekat ke arah meja kerja Bosnya.
Hamish menatap ke arah Bella yang kini tengah, berdiri di hadapannya. Hamish mulai pembicaraan. "Ada apa Bella?" Hamish pura -pura tak tau, dengan apa sebenarnya yang terjadi pada Bella. Padahal semua yang terjadi pada ayah Bella, semua adalah hasil dari campur tangannya.
Hamish pov
__ADS_1
Ketika melihat Bella keluar dari kantornya. Hamish menghubungi nomor Henra. Hamish memberitahukan kalau ia telah mengatakan keinginannya pada Bella. Namun Bella tak menanggapi apa yang ia katakan. Justru Bella hanya terdiam keluar dari ruangannya hingga akhirnya ia pulang ke rumah ayahnya.
Henra pun berkata. "Aku juga telah memberitakhukan semuanya. Bahkan aku membujuknya agar ia mau meminjam uang denganmu." Hanya itu yang henra katakan, hingga akhirnya Hamish berkata.
"Baik lah, saat ini aku akan mengirim polisi untuk menangkapmu, setelah itu Bella akan datang padaku, memohon dan meminta bantuanku, untuk melepaskanmu dari dalam penjara. Karna saat ini Bella tak ada pilihan lain, selain meminta bantuan dariku." Setelah mengatakan itu pada Henra. Hamish tertawa kemenangan di dalam ruanganya, lalu ia segera menghubungi polisi yang selalu menangani semua masalah tentang keluarganya.
Setelah selesai menghubungi polisi, Hamish berkata sendiri dalam ruanganya.
"Beres, kini aku hanya tinggal menunggu hasil. Sebentar lagi Bella akan datang, lalu memohon padaku." Hamish menyungginkang senyum kemenangan di bibirnya. Lalu tertawa.
Ha, ha, ha.
Hamish tertawa membayangkan dirinya bersama dengan Bella dalam ruangan yang sama, satu rangjang bersama, bahkan Hamish sampai memikirkan kalau ia bersama dengan Bella dalam balutan selimut yang sama. Hamis memegan tengkuk lehernya yang terasa sangat dingin ketika memikirkan hal itu, tentang dirinya bersama dengan Bella.
*****
Seperti yang Hamish rencanakan, saat ini Bella tengah berdiri di hadapannya. Hamish melihat wajah Bella yang terlihat sangat panik dan juga ketakutan.
Hamish kembali bertanya pada Bella, karna melihat kebungkaman Bella.
"Bella, kamu kenapa?, apa sesuatu terjadi padamu?" pertanyaan keluar dari mulut Hamish, membuat Bella mengeluarkan keringat dingin.
Hingga akhirnya Bella memberanikan dirinya berbicara pada Hamish.
"Saya memerlukan bantuan anda." Itulah kalimat utama yang keluar dari mulut Bella.
Hamish, melihat ke arah Bella, lalu duduk di hadapanya. "Katakan, bantuan apa yang kamu inginkan dariku?. Namun satu hal yang harus kamu tau, meminta bantuan dariku tidaklah gratis." Hamish menatap ke arah Bella ketika mengatakan itu.
Bella meremas kedua tangannya, lalu berkata. "Aku menerima tawaran anda tadi pagi yang anda katakan. Namun, tolong bantu saya untuk melepaskan Ayah saya dari dalam penjara, dan juga bayarka semua hutang -hutang Ayahku dari rentenir, setelah itu aku akan menuruti semua yang anda inginkan."
__ADS_1