Mencintaimu Adalah Pilihanku

Mencintaimu Adalah Pilihanku
92


__ADS_3

Hamish dan Bella melakukan mandi bersama, dan juga melakukan yang biasa pernah mereka lakukan sebelumnya. Hamish begitu sangat menikmati semua yang ada pada tubuh Bella. Dan begitupun dengan Bella, ia juga ikut menikmati setiap sentuhan yang Hamish berikan.


Hamish mengankat Bella keluar dari kamar mandi lalu berjalan ke arah tempat tidur.


Hingga akhirnya mereka melakukannya di atas tempat tidur Hamish. Rasa untuk Bella kini telah terluapkan. Cukup lama mereka melakukan itu hingga keduanya merasa sama -sama kelelahan. Hingga akhirnya tertidur sampai pagi.


Bella terbangun dan melihat Hamish masih terlelap di sampinnya dalam keadaan memeluknya. Bella tersenyum senang karna sebelumnya, waktu pertama bersama dengan Hamish. Hamish tak pernah memeluknya dalam keadaan tertidur yang ada Hamish selalu membelakangi Bella ketika pagi hari.


Bella mengelus lembut wajah Hamish yang kini masih setia menutup ke dua matanya. Hamish yang merasa tangan seseorang tengah menyentuh wajahnya membuka matanya pelan. Lalu berkata.


"Bella, jangan gangu aku, aku masih sangat mengantuk." Setelah mengatakan itu Hamish berbalik membelakangi Bella, lalu melanjutkan kembali tidurnya.


Bella tersenyum melihat Hamish yang kini telah membelakanginya lalu berkata.


"Masih tak berubah juga." Setelah mengatakan itu Bella berangjak dari tempat tidur dalam keadaan polos, lalu berjalan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersikan diri.


Setelah selesai dengan ritual mandinya. Bella keluar dari dalam kamar mandi. Lalu berjalan ke arah lemari untuk mengambil pakaiannya, lalu mengenakannya. Kemudian merias dirinya seperti biasa ia lakukan. Bella menatap wajahnya ketika ia selesai berias.


"Sempurna." Bella memuji kecantikannya dan juga penampilannya.


Setelah itu, Bella melihat ke arah Hamish yang kini masih setia menutup ke dua matanya. Bella kembali mengelus lembut wajah Hamish dan itu membuat Hamish terbangun dari tidurnya. Bella tersenyum ketika melihat Hamish terbangun dari tidurnya.


"Udah, bangun? sekarang kamu mandi, setelah itu kita turun sarapan bersama -sama." Bella berkata lembut pada Hamish.

__ADS_1


Hamish mengangukan kepalanya setuju dengan apa yang Bella katakan. Hamish beranjak dari tempat tidur lalu berjalan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersikan diri.


Setelah selesai Hamish dan Bella turun ke lantai dasar, lalu berjalan ke arah dapur untuk menikmati sarapan bersama. Selesai sarapan, Hamish mengajak Bella ke ruangan pribadinya karna ada sesuatu yang ingin ia katakan pada Bella.


"Bella ikut aku ke ruangan pribadiku. Ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu." Hamish menatap ke arah Bella yang kini masih menikmati sarapan pagi.


Bella tersenyum dengan mengangukkan kepalanya. lalu berkata,"Baik." Melihat ke arah Hamish.


Di dalam hati Bella begitu sangat senang, karna ia mengira Hamish akan mengajaknya menikah. Bella mulai berfikir kalau Hamish telah benar -benar berubah dan ingin memulai kehidupan yang baru bersamanya.


Setelah sampai di dalam ruangan pribadi Hamish. Bella duduk di kursi kebesaran Hamish dengan melihat ke arah jendela yang ada di dalam ruangan tersebut. Setelah beberapa waktu Hamish berjalan menghampirinya. Dan Bella langsung berdiri ketika melihat Hamish berjalan ke arahnya. Bella takut jika nantinya Hamish akan marah padanya jika melihatnya duduk di kursi kebesarannya.


Hamish duduk di kursi kebesarannya. Lalu menarik tangan Bella duduk di pangkuannya. Bella sedikit terkejut lalu berkata.


"Auc, Hamish pelan -pelan." Bella duduk di pangkuan Hamish dengan melingkarkan kedua tangannya di leher Hamish.


"Bella, aku ingin mengajakmu tinggal di Sydney. Kita akan pindah ke sana" Setelah mengatakan itu Hamish membenamkan wajahnya di dada Bella.


Bella sedikit kecewa dengan apa yang Hamish katakan. Karna Bella mengira Hamish akan melamarnya lalu mengajaknya menikah. Namun ternyata Hamish hanya ingin mengajaknya tinggal di negaranya.


Bella mengelus lembut rambut Hamish yang kini masih setia membenamkan wajahnya di dada Bella.


Bella pun bertanya. "Kenapa kita harus pindah? dan perusahaan kamu di sini siapa yang akan menjalankannya?" itulah pertanyaan Bella.

__ADS_1


Hamish menarik kepalanya bangun. Lalu melihat ke arah Bella, lalu berkata. "Aku ingin melanjutkan usaha Papaku di sana, sekarang mereka sudah tua, Papaku dan Mamaku ingin menikmati kehidupannya dengan dan tampa adanya tanggun jawab besar yang ia pikul di pundaknya. Maka dari situ Papaku menyerahkan semua tanggun jawab ini padaku. Apa kamu bersedia ikut denganku ke sydney? dan soal perusahaan di sini aku menyerahkan semuanya pada Bastian. Bastian yang akan bertanggun jawab dengan perusahaanku di sini." Hamish menatap wajah Bella dan menunggu jawaban yang keluar dari mulutnya.


Tampa berfikir lama, Bella mengangukkan kepalanya setuju dengan apa yang Hamish katakan.


"Iya, aku akan ikut bersamamu, kemanapun kamu pergi, dan jika kamu menginginkanku jadi secretarismu aku siap." Bella berkata lembut lalu kembali mengecup bibir Hamish dan Hamish pun membalas kecupan Bella. Hingga akhirnya mereka kembali melakukan semuanya di dalam ruangan pribadi Hamish.


Seiring berjalannya waktu kini Bella telah berada di sydney. Negara kelahiran Hamish. Bella kembali menjadi secretaris Hamish di perusahaanya dan kemanapun Hamish pergi melakukan perjalanan bisnis ia selalu mengajak Bella.


Hingga suatu malam Hamish datang di acara teman bisnisnya denga mengajak Bella. Malam itu seperti biasa Bella selalu berpenampilan seperti biasanya, cantik dan menawan, berjalan dengan sangat anggun. berjalan di tengah -tengah teman bisnis Hamish.


Dan salah satu di antara mereka mengenal Bella. Karna Bella pernah melayani salah satu teman bisnis Hamish yang bernama mario.


"Bella, apa itu kamu?" Mariao berjalan ke arah Bella yang kini tengah berdiri di dekat bartender di dalam ruangan yang ia tempati berdiri saat ini.


Mario menepuk bahu Bella. Bella berbalik melihat ke arah Mario. Bella sangat terkejut, dan berkeringat dingin ketika melihat pemuda yang ada di hadapannya. Pemuda yang pernah ia layani dan memberinya begitu banyak uang.


"Maaf, anda siapa." Bella gugup dan berpura -pura tidak mengenal pemuda yang kini tengah berdiri di hadapannya.


"Hei, kamu Bella kan? kamu kan wanita yang malam itu, pernah...?" ucapan mario terputus karna Bella dengan segera berkata.


"Maaf, sepertinya anda salah orang. Maaf saya harus pergi." Bella ingin berjalan namun dengan cepat Mario memegan lengan Bella.


"Hei, kamu mau kemana? temani aku minum di sini, aku akan membayarmu berapapun yang kamu mau." Mario menghalangi langkah Bella.

__ADS_1


Bella sedikit kesal, lalu menyiram wajah Mario dengan segelas minuman yang dari tadi ia pegan.


"Dasar berengsek apa kamu fikir aku wanita seperti itu?" Bella berteriak pada Mario. Dan itu membuat seluruh tamu yang ruangan tersebut melihat ke arah mereka berdua.


__ADS_2