Mencintaimu Adalah Pilihanku

Mencintaimu Adalah Pilihanku
94


__ADS_3

Setelah selesai membahasa soal pekerjaan. M. jakson mulai membahasa soal putrinya dan juga penyatuan sebuah bisnis besar, jika Hamish bersedia menikahi.


"Oya, Hamish, sampai sekarang aku tak pernah melihatmu ataupun mendengar gosip tentang kedekatanmu dengan seorang wanita. Apa sampai sekarang kamu belum memiliki pasangan dan juga kekasih?" tanya M. jason dengan menatap ke arah Hamish lalu melihat ke arah Erika.


Hamish tersenyum ketika mendengar apa yang tengah di katakan oele M.jakson. Hamish melihat ke arah Bella, lalu melihat ke arah Erika.


Bella memasang wajah kesalnya sementara Erika tak berenti tersenyum senang melihat ke arah Hamish.


Lalu Hamish menjawab. "Sebentar lagi aku akan segera memilikinya." Itulah kata yang keluar dari mulut Hamish, yang membuat Erika senang, karna ia mengira kalau Hamish akan menjadikannya sebagai pendampin hidupnya.


Lain halnya dengan Bella. Bella begitu sangat kesal mendengar apa maksud dari ucapan Hamish barusan. Hingga akhirnya Bella mengumpat dalam hatinya. "Maksud Hamish apa? bicara seperti itu pada M. jason? apa ia akan menjadikan Erika sebagai pendampin hidupnya? lalu aku? aku di anggap apa?"


Erika terlihat begitu sangat senang, sangkin senangnya Erika tak berenti memeluk lengan Hamish. Namun Hamish sengaja membiarkan Erika melakukan itu padanya. Karna ia ingin melihat Bella cemburu padanya.


Jujur saat ini Hamish mulai mencintai Bella. Karna semua gadis yang di kenal Hamish tak ada yang seperti Bella. Bella dari sisi manapun, dia sangatlah baik. Namun semua karna Hamish, Bella berubah menjadi wanita yang seperti itu.


Seiring berjalannya waktu, pelan -pelan Hmish mulai membuka hati, dan ternyata ia begitu sangt menginginkan Bella, bahkan ia begitu takut jika Bella pergi darinya. Dan sebentar lagi Hamish berencan ingin melamar Bella pas di hari ulang tahunnya.


Setelah pulang dari acara mithin itu. Di perjalanan pulan, Bella hanya terdiam tak seperti biasanya yang selalu banyak pertanyaan pada Hamish. Mungkin karna cemburu atu apalah yang jelasnya Bella saat ini begitu sangat kesal pada Hamish.


Di dalam mobilnya sesekali Hamish melihat ke arah Bella yang hanya terdiam dan memasang wqjah kesalnya. Bella tak menyangka kalau selama ini Hamish tak pernah mengangapnya, dan ingin menjadikan wanita lain sebagai pendampin hidupnya. Itulah yang ada di fikiran Bella saat ini.

__ADS_1


Melihat kediaman Bella. Hamish ingin mencairkan suasana dengan bertanya pada Bella.


"Bella, kamu kenapa? apa ada sesuatu terjadi denganmu? kenapa.dari tadi aku perhatikan kamu hanya diam?" Tanya Hamish melihat sebentar ke arah Bella lalu kembali pokus melihat ke arah jalanan.


Mendengar pertanyaan Hamish, Bella hanya terdiam tak menanggapi. Kekesalan Bella bertambah ketika Hape Hamish berdering dan memperlihatkan nama Erika yang terlihat di layar Hapenya.


Bella, menarik napasnya pelan, lalu membuangnya kasar ketika mendengar Hamish berkata pada Erika. "Tunggu aku di situ, kamu jangan kemana -kemana." Itulah yang membuat Bella merasa sangat kesal hingga akhirnya ia berkata pada Hamish.


"Mish, aku pulang saja ke rumah, aku tak usah ikut kamu ke kantor. Aku merasa sangat kelelahan." Bella menatap Hamish dengan wajah yang sangat kesal.


Hamish melihat ke arah Bella. lalu berkata. " Apa kamu baik -baik saja? apa perlu aku mengantarmu pulang ke rumah." Hamish memberentikan laju mobilnya.


Hamish tersenyum mendengar apa yang Bella katakan. Hamish tau kalau saat ini Bella tengah cemburu melihat kedekatannya dengan Erika. Namun Hamish tak pernah menyangka kalau caranya itu telah membuat Bella berfikir kalau ia tak menginginkan Bella lagi. Sehingga Bella mengambil keputusan sendiri tampa memberitahukan Hamish.


Bella pulang ke rumah Hamish dengan perasaan, marah, kesal semua bercampuk menjadi satu. Bella mengira selama ini ia tengah menghabiskan masa mudanya dengan orang yang tak pernah mengiginkannya, dan tak pernah bisa mencintainya. Jangankan menikahinya mencintai dirinya pun ia tak tau. Hingga akhirnya Bella mengambil keputusan akan meninggalkan negara yang ia tempati saat ini tampa memberitahu Hamish.


Setelah sampai di rumah mewah Hamish. Bella di sambut ramah oleh para pelayan rumah Hamish. "Selamat sing Nona Muda." Sapanya.


"Siang." Bella tersenyum ramah, ketika mengatakan itu. Namun ia tak berenti melangkah ke arah kamarnya.


Bella yang selalu bersikap baik pada para pelayan Hamish. Dan itu membuat para pelayan Hamish menyukainya. Bahkan di antara mereka ada yang berdoa. "Semoga Tuan mereka bisa bersama selamany dengan Bella." Karna mengetahui setatus mereka tinggal bersama layaknya seorang suami istri. Namun tak ada ikatan.

__ADS_1


Sesampai di dalam kamarnya Bella berjalan ke arah tempat tidur lalu melemparkan tasnya. Bella mengacak rambutnya kesal. Namun juga merasa sakit di dalam hatinya. Bella kembali lagi berfikir kalau selama ini ia tinggal bersama Hamish, Hamish tak akan pernah bisa menjadikanya sebagai pendampin hidupnya.


Bella berjalan ke arah lemari pakaiannya dan juga mengeluarkan kopernya. Lalu mengepas semua pakaiannya. Setelah selesai mengepas semua pakaiannya. Bell berjalan ke arah kamar mandi untuk membersikan diri. Setelah itu ia bersiap untuk pergi ke bandara.


Bella keluar dari kamarnya dengan menarik koper besarnya. Lalu turun di lantai dasar. Setelah sampai di lantai dasar, Bella bertemu dengan pelayan di rumah Hamiah.


"Nona, mau kemana." Tanya pelayan itu.


Bella tersenyum ramah lalu mengatakan pada pelayannya. "Aku akan kembali ke kotaku. Aku sangat merindukan kotaku, jadi aku ingin kembali." setelah mengatakan itu Bella kembali menarik kopernya lalu berjalan keluar dari rumah Hamish.


"Nona, apa Tuan mengetahui ini?" tanya pelayan itu pada Bella.


Bella berenti melangkah lalu berbalik melihat ke arah pelayan, lalu berkata. "Kamu tak perlu khawatir sekarang, Tuanmu tak membutuhkan aku lagi. Dia akan segera menikah. Namun bukan denganku, jadi sebelum itu terjadi aku akan meninggalkan rumah ini." Setelah mengatakan itu Bella kembali melanjutkan langkah kakinya.


Melihat itu dengan segera pelayan rumah Hamish menelponnya. Namun Hape Hamish tak aktip.


"Bagaimana ini. Kalau sampai Tuan, tak mengetahui kalau Non Bella pergi dari rumah?." Wajah panik. "Hape Tuan tak bisa di terhubungi lagi." pelayan itu memegan dahinya yang mulai mengeluarkan keringat dingin karna merasa takut dengan melihat kepergian Bella.


Bella keluar dari pintu rumah Hamish. Lalu berjalan ke arah mobil yang sempat tadi di gunakannya pulang ke rumah Hamish. Supir mobil itu menunggunya atas permintaan Bella dan tentunya dengan bayaran yang sedikit tinggi dengan harga sebelumnya.


Bella masuk ke dalam mobil lalu menyuruh supir itu membawanya ke Bandara. "Bawa aku ke bandara pak," ucap Bella pelan pada supir tersebut.

__ADS_1


__ADS_2