Mencintaimu Adalah Pilihanku

Mencintaimu Adalah Pilihanku
110


__ADS_3

Pagi ini Hamish terbangun dari tidurnya dan tak mendapati Bella di sampinnya. Hamish meraba sampin tempat tidurnya, namun tangannya tak menemukan apa yang Ia cari.


Hamish membuka matanya lalu melihat ke sampin dan tak mendapati Bella di sana.


Aby terkejut lalu berkata. "Dimana Bella ku." Hamish bangun lalu mengenakan pakaiannya. Setelah mengenakan pakaiannya Ia berjalan keluar dari kamarnya dan turun di lantai dasar dan mendapati Henra tengah duduk di kursi meja makan.


Hamish berjalan mendekat ke arah mertuanya lalu bertanya. "Ayah, Bella kemana? apa ayah melihatnya?" tanya Hamish sedikit cemas.


Henra menganggukkan kepalanya tak tau. Karna sejak Ia bangun, memang Ia tak melihat Bella.


Henra pun berkata. "Memangnya Bella kemana Nak? apa kalian bertengkar?" tanya Henra pelan.


Dengan segera Hamish menjawab.


"Tidak Ayah, kami tak bertengkar, diantara kami tak ada masalah apapun. Aku terkejut karna aku terbangun dan tak menemukan Bella di sampinku." Hamish menjelaskan.


Henra tersenyum mendengar penjelasan Hamish. Ia pun berkata.


"Tunggu saja Ia pulan, mungking Ia keluar karna ada keperluannya di luar."


"Keperluan apa Ayah?" melihat ke arah Henra. "Kalau Ia ada keperluan, lalu kenapa Ia tak memberitahukanku kalau Ia ingin keluar, setidaknya membangunkanku." Hamish mengacak rambutnya setelah mengatakan itu.


Setelah beberapa waktu Hamish mendengar suara nyanyian Bella dari luar rumah. Dengan segera Hamish berjalan keluar rumah dan mendapati Bella sedang berolaga pagi.


Hamish berjalan mendekat ke arah Bella, karna Ia memanggilnya. Namun Bella tak mendengarnya karna saat ini Bella tengah mengenakan airphond di telinganya.


Hamish mendekat, dan langsung memeluk Bella dari belakan. Bella sedikit terkejut karna sebuah tangan langsung melingkar di pinggulnya.

__ADS_1


"Sayang." Hamish mengecup lembut rambut Bella dari belakan.


Bella berbalik menlihat ke arah Hamish. Bella melepas aerphon di telinganya lalu berkata. "Kamu udah bangun sayang?" Bella tersenyum lembut setelah mengatakan itu.


"Hem, masih setia memeluk pinggul Bella. "Kenapa kamu olaraga sendiri dan tak membangunkanku. Hem?" Jari -jari Hamish menyentuh dahi Bella yang mengeluarkan keringat.


Bella pun tersenyum lalu menjawab. "Aku sengaja tak membangunkanmu karna aku melihatmu tertidur begitu sangat lelapnya." Bella menjelaskan.


Setelah menjelaskan semuanya Bella dan Hamish masuk ke dalam rumah lalu berjalan ke arah kamar mereka. Hamish berjalan ke arah kamar mandi untuk membersikan diri. Sementara Bella menyiapkan pakaian yang akan Hamish, dan untuk dirinya kenakan untuk menghadiri acara pernikahan Rendi dan Clarisa.


Setelah keduanya selesai bersiap. Hamish memberi protes pada pakaian yang tengah Bella kenakan. Hamish tak menyukai pakaian itu karna menurutnya, gaun yang dikenakan Bella sangatlah terbuka.


"Sayang, aku tak suka dengan gaun yang kamu kenakan?" kata Hamish pelan.


"Kenapa sayang? ini kan sangat cocok dengan jas yang kamu kenakan."


"Kalau begitu aku tak mau mengenakan jas ini." Hamish melepas jas yang Ia kenakan lalu melemparnya ke arah tempat tidur. "Aku tak suka melihat gaun yang kamu kenakan. Itu sangat terbuka. aku tak ingin ada orang lain yang melihat semua keindahan tubuhmu selain dirinku." Hamish mulai memperlihatkan sifat posesifnya.


Bella pun berkata pada Hamish.


"Tapi sayang. Aku tak punya gaun yang bagus aku kenakan. Semua gaunku udah lama dan, semuanya udah ketinggalan jaman.


Dengan segera Hamish berkata. "Kalau kamu masih ingin mengenakan gaun itu, lebih baik kita tak usah menghadiri acara perikahan Rendi." Hamish mengatakan itu dengan membelakangi Bella.


Hamish tak tau kalau saat ini mata Bella mulai berkaca -kaca setelah mendengar apa yang tengah Ia katakan.


Hamish pun berbalik melihat ke arah Bella, dan mendapati istrinya tengah mengeluarkan air mata. Hamish terkejut melihat Bella menangis. Dengan segera Is berjalan menghampiri Bella, lalu berkata.

__ADS_1


"Sayang, Maafkan aku. Bukan maksud aku berkata seperti itu." mengusap air mata Bella yang ada di wajahnya. "Aku hanya tak ingin kamu mengenakan gaun ini." menyentuh gaun yang tengah Bella kenakan. "Aku tak mau, orang lain melihat tubuhmu yang terekpos itu." menunjuk bagian terbuka pada gaun yang Bella kenakan. "Sudah ya, sayang, kamu jangan menangis." Hamish mengusap dan menciumi wajah Bella dengan sangat lembut setelah itu Ia memeluk tubuh istrinya dengan mengelus lembut belakan Bella.


Bella pun mendongakkan wajahnya melihat ke arah wajah Hamish lalu berkata. "Lalu aku harus memakai gaun apa? hanya gaun ini yang masih baru dan senada dengan jas yang akan kamu kenakan." Bella menjelaskan.


Hamish tersenyum lalu berkata. "Segera ganti pakaianmu, kita akan mencari gaun yang senada dengan jasku di luar. Kita akan ke butik dimana biasa kamu membeli gaun." Hamish memegan pundak Bella.


Bella pun mengangukkan kepalanya setuju dengan apa yang dikatakan Hamish.


*


*


*


Hai, Readerku, kesayanganku. Authornya cuman Up sedikit ya. Berhubung ada sesuatu di yang harus Authornya urus. Namun akan tetap berusaha untuk Up tiap hari. karna sebagian hidup Author ada di dunia novel ini.


Semangat untuk kalian. Semangat juga untuk diriku, agar semua masalah ini cepat terselesaikan. Dan kembali semangat menulis cerita cinta Bella dan Hamish yang semakin hari semakin romantis. Upss, aku curhat dikit.


Sambil menunggu kabar Upnya Kalian bisa membaca novel aku yang lainnya, semuanya terkesan Romantis.


@. Cinta Aby


@. Pengorbanan Cinta


@. Ikatan Hati


Dan masih ada cerita lainnya yang tengah menunggu saran dari kalian.

__ADS_1


Salam hangat dariku @. Diana Ana.


Terimakasih.😘


__ADS_2