Mencintaimu Adalah Pilihanku

Mencintaimu Adalah Pilihanku
64


__ADS_3

Bella, tersenyum melihat ke arah orang yang kini tengah menatap ke arahnya. Setelah semua kesadaran Bella terkumpul, Bella menyadari kalau yang berdiri di hadapannya saat ini adalalah Bosnya.


Bella bangun, lalu berangjak dari tempat tidurnya, karna merasa terkejut dengan apa yang sedang di lihatnya saat ini. Bella melihat Bosnya berada dalam kamar Apartmensnya. yang ada dalam fikiran Bella saat ini hanya ada satu kata. "Kenapa Bos killer itu berada di dalam kamarku?"


Hamish hanya bisa menatap tajam ke arah Bella yang kini belum bersiap. Jangan kan bersiap, mandi pun belum, Hamish merasa sedikit kesal melihat ke arah Bella, yang menurut Hamish, Bella bekerja tak propesional, Karna menemaninya juga salah satu Pekerjaan baginya.


Hamish berjalan mendekat ke arahn Bella yang kini tengah tertunduk. "Kenapa kamu belum bersiap?. Hem, untuk ini, apa alasan yang akan kamu jelaskan padaku?." Hamish menatap tajam ke arah Bella.


Bella mengankat wajahnya sedikt, lalu berkata. "Maaf, Pak, aku ketiduran." Lalu kembali lagi menundukkan kepalanya.


Hamish merasa sangat kesal, mendengar jawaban yang keluar dari mulut Bella, "Apa kamu tau jam berapa pesawat yang akan kita tumpangi, berangkat?" Hamish masih menatap tajam ke arah Bella.


Dengan segera Bella menjawab. "Tidak Pak, aku tak tau, kan Bapak tak memberitahukan aku?." Bella berkata santai di hadapan Hamish.


Dan itu membuat Hamish semakin kesal. Tampa mendengar kata yang keluar dari mulut Bosnya. Bella berlari masuk ke dalam kamar mandi, untuk segera mandi, lalu bersiap.


Selesai mandi, Bella keluar dari kamar mandinya dan mendapati Bosnya duduk di kursi yang ada di dalam kamarnya. Bella merasa sedikit terkejut melihat Bos tengah duduk santai, memandanginya dengan tatapan aneh menurut Bella.


"Bapak, masih ada disini?, Maaf pak, bukannya saya mengusir anda. Namun sebaiknya anda keluar,karna saya ingin bersiap." Bella mengatakan itu dengan sopan.


"Bersiap saja, aku tak akan menggangumu." Hamish mengatakan itu dengan pelan dan santai.


Namun kali ini Bella yang merasa kesal dengan ucapan Bosnya. "Tapi Pak, bagaimana cara saya bersiap, dan menganti baju kalau bapak ada di sini?" Suara Bella sedikit meninggi. Dan itu membuat Hamish menatap tajam ke arahnya.

__ADS_1


Hamish pun berangjak dari tempat duduknya, lalu berjalan mendekat ke arah Bella yang kini tengah berdiri di hadapan tempat tidurnya. Bella merasa takut ketika Hamish berjalan mendekat ke arahnya. Bahkan saat ini Hamish menatap tajam ke arahnya. Bella merasa takut dan gemetaran karna saat ini ia hanya mengenakan jubah mandinya saja.


"Bapak mau ngapain?." Tanya Bella ketita melihat Hamish semakin mendekat ke arahnya.


Hamish tak menjawab pertanyaan Bella justru ia semakin mendekat dan mendekat. Dan itu membuat Bella jatuh terduduk di pinggir tempat tidurnya.


"Bapak, mau ngapain?" Tanya ulang Bella.


Hamish pun berhenti ketika wajahnya dan wajah Bella kini sangat berdekatan. Hamish menatap wajah tampa mec -ap yang ada di hadapannya kini, bulu mata yang lentik, mata yang bulat, semuanya terlihat sempurna di matanya. Hamish pun menarik wajahnya, menyadari apa yang tengah ia lakukan.


Dengan segera ia berkata pada Bella. "Segera bersiap, kalau tidak kita akan ketinggalan pesawat." Setelah mengatakan itu. Hamish berjalan keluar dari kamar Bella dalam keadaan tersenyum.


Setelah Bosnya keluar dari kamarnya, Bella memegan dadanya yang tak berenti berdetak akibat ulah Bos killernya.


*****


Setelah semuanya siap. Hamish menyuruh supirnya melajukan mobilnya ke arah Apartmens yang di tempati Bella. Setelah sampai di parkiran Apartmens, Hamish menyuruh supirnya untuk menunggu.


"Tunggu aku di sini." Setelah mengatakan itu Hamish berjalan masuk ke dalam Apartmens. Hamish mencari nomor kamar yang tengah ia dapat dari orang suruhannya.


Setelah menemukan nomor kamarnya. Hamish pun mengetuk pintu. Namun tak ada sahutan dari dalam, hingga akhirnya Hamish memutar knop pintu, yang tak terkunci. Hamish masuk lalu melihat sekelilin ruangan.


"Ini, sudah benar kamarnay." Hamish mengatakan itu ketika melihat poto Bella yang ada di atas meja hiasan.

__ADS_1


Hamish melihat -lihat sekelilin, namun tak menemukan Bella di manapun. Hingga akhirnya ia memutuskan berjalan ke arah ruangan yang kini tengah tertutup rapat. Hamish membuka kenop pintu ruangan tersebut lalu masuk.


Hamis mencium wangi yang ada di dalam kamar Bella. "Hem, ini adalah wangi kesukaanku." Hamish mengatakan itu dengan menutup kedua matanya. Menikmati bau harum yang ada di dalam kamar Bella.


Hamish pun berjalan, lalu melihat boneka beruang yang kini tengah robek tak beraturan di lantai. Ia berjalan ke arah boneka tersebut lalu meraihnya. Ia tersenyum ketika membaca tulisan yang ada di boneka beruang tersebut. "Bos Killer." itulah tulisan yang ada di boneka beruang tersebut.


Hamish pun berdiri lalu melihat ke arah tempat tidur, yang kini tengah di tempati Bella terlelap.


Saking lelapnya, Bella sampai banjir keringat, meskipun suhu di kamarnya sangat lah dingin. Hamish tersenyum melihat ke arah Bella yang kini tengah terlelap. Pelan -pelan tangan Hamish menyentuh rambut Bella yang kini tengah berada di wajah cantik Bella. Hamish tersenyum sendiri melihat ke arah Bella yang tak berenti mengeluarkan keringat. Hingga akhirnya ia memilih untuk membangunkan Bella.


*****


Bella pun bersiap dengan sangat cepat, karna tak ingin Bosnya mengomelinya lagi. Setelah selesai bersiap. Bella keluar dari kamarnya dengan menarik kopernya. Bella menghampiri Bosnya yang kini tengah duduk santai di ruangan tamu.


"Aku, uda siap pak." Bella berkata pada Bosnya dengan senyuman mengembang di bibirnya.


Hamish pun melihat ke arah Bella, mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki, ia memperhatikan Bella.


Hamish pun bicara.


"Apakah kamu tak bisa berdandang lebih cantik lagi?" Hamish menarik napasnya lalu membuangya pelan, lalu kembali melanjutkan ucapannya. "kenapa kamu terlihat sangat jelek?"


Mata Bella membulat ketika mendengar apa yang di katakan Bosnya. "Maaf, pak, wajah saya memang seperti ini, walaupun saya berdandang, ya, hasilnya akan tetap sama, ya, seperti ini." Jawab santai Bella.

__ADS_1


Hamish berdiri setelah mendengar apa yang baru saja Bella katakan. Hamish merasa kali ini, ia tak perlu menjawab apa yang Bella katakan. Hamish berjalan ke arah pintu di ikuti oleh Bella di belakanny. Keduanya berjalan ke arah parkiran, di mana letak arah mobil Bosnya.


__ADS_2