Mencintaimu Adalah Pilihanku

Mencintaimu Adalah Pilihanku
54


__ADS_3

Seiring berjalannya waktu. Rendi selalu mengajak Nabila ke rumahnya. Orang tua Rendi juga selalu merasa senang ketika Nabila datang berkunjung di rumahnya. Seperti hari ini. Rendi mengajak Nabila mampir ke rumahnya karna melupakan sesuatu.


Nabila masuk ke dalam rumah Rendi di sambut ramah oleh Ranti ibu Rendi. "Nabila sayang, kamu apa kabar?" Ranti berjalan mendekat ke arah Nabila yang kini tengah duduk di ruangan tamu.


"Baik, tante, tante bagaiman kabarnya." Tanya Nabila lembut.


"Alhamdulillah tante baik sayang, kabar orang tua kamu, bagaimana kabarnya."


"Alhamdulillah, keduanya sehat."


Nabila dan Ranti pun bercerita -cerita di ruangan tamu, mereka berdua nampak sangat akrab. Namun tampa Ranti ketahui kalau ke dua orang tua Nabila adalah sahabatnya waktu mereka muda dulu.


Randi pun menhampiri ke duanya. "Bila, ayo kita pergi." Randi melihat ke arah Nabila yang kini tengah sibuk berbicara dengan ibunya.


Nabila pun melihat ke arah Rendi dengan senyuman manis di bibirnya. "Ayo." Angguk Nabila. Nabila pun berdiri di ikuti oleh Ranti. "Tante aku pergi dulu." Pamit Nabila dengan mencium punggun tangan Ranti.


"Iya, sayang, kamu sering -sering mampir kesini ya, tante kesepian sendiri terus di rumah."


"Iya, tante, Nabila pasti akan sering -sering mampir ke rumah tante jika Rendi mengajak aku ke sini." Nabila melihat ke arah wajah Rendi yang tengah tersenyum padanya.


Setelah Nabila pulang dari rumahnya. Ranti berguman dalam hati. "Aduhh, senangnya aku, jika memiliki menantu seperti Nabila. Uda cantik, baik, sopan cara berbicara lembut banget, dari sudut pandang mana pun Nabila adalah calon menantu idaman, pasti akan sangat cocok dengan putraku yang sangat tampan." Ranti mengatakan itu dengan wajah yang ceria.


Waktu terus berjalan hingga suatu hari, orang tua Rendi dan orang tua Nabila bertemu dalam satu acara peresmian kantor rekan kerja mereka.


Ranti bersama suaminya masuk ke dalam Ballroom acara peresmian tersebut. Namun, Ranti tiba -tiba melihat seseorang yang sangat di kenalnya. Ranti pamit kepada suami dan putranya karna ingin menyapa seseorang.


"Pa, Ran, Mama mau kesitu dulu, mau menyapa seseorang." Setelah mengatakan itu pada anak dan suaminya.

__ADS_1


Ranti berjalan menuju arah seseorang yang membuatnya penasaran. Ranti memegan tangan wanita itu. Wanita itu pun berbalik melihat ke arahnya.


"Ranti, apakah itu benar dirimu?" Laras Mama Nabila langsung memeluk Randi dengan perasaan haru, sekian lama baru bertemu. begitupun dengan Hartono ayah Nabila, begitu sangat senang bertemu dengan Ranti.


Ketiganya berpelukan melepas kerinduan yang mereka bertiga pendam selama ini.


*****


Iya, itulah orang tua Nabila dan Ranti bersahabat dari umur mereka masih sangat kecil, hingga mereka harus berpisah karna Ranti mengejar cita -citanya hingga akhirnya memilih melanjutkan studinya di luar negri.


Mereka bertiga dari kecil sekolah bersama, pulang sekolah bersama, dan makan sepiring bertiga, mereka bertiga adalah sahabat yang terbaik.


Dari kecil hingga mereka remaja mereka bertiga selalu bersama Hingga hari kelulusan tingkat menengah. Ranti memilih melanjutkan studinya di luar Negri. Namu tidak dengan Laras dan Hartono, mereka berdua melanjutkan pendidikannya di kota yang mereka tempati. Mereka berdua selalu bersama hingga akhirnya mereka berdua jatuh cinta dan menikah.


*****


"Laras, aku tak bisa membayangkan kalau kamu menikah dengan Hartono, pemuda yang sangat jelek di antara semua pemuda yang ada dimuka bumi ini." Ejek Ranti pada Hartono.


Iya, itulah Ranti yang selalu mengejek Hartono yang dulunya sangat jelek. Namun sekarang Hartono tumbuh menjadi seorang pemuda yang sangat tampan dan itu membuat Laras jatuh hati padanya.


"Kenapa mesti di bayangkan, lihatlah sekarang kami menjadi pasangan yang bahagia, di karuniai putri yang sangat cantik." Hartono bangga dengan dirinya sendiri.


"Oya, putri, kalian memiliki, di mana dia?, aku ingin melihatnya sekaligus mengenalkannya dengan putraku." Ranti tersenyum senang mengatakan itu pada ke dua sahabatnya.


"Putra, dimana putramu sekarang?, aku juga ingin mengenalnya," ucap Laras kepada Ranti.


"Itu, mereka berdua, suami dan putraku." Ranti menunjuk kedua pria yang tengah berdiri santai di dekat bar mini yang ada di dalam Ballroom tersebut. "Bentar ya, aku penggil mereka berdua dulu." Ranti pun berjalan mendekat ke arah suami dan juga putranya.

__ADS_1


Setelah beberapa saat Ranti kembali lagi bersama suami dan putranya.


"Pa, kenalkan dia Laras dan Hartono, sahabat yang sering aku ceritakan, dan juga sering aku cari selama ini." Ranti memperkenalkan suaminya kemudian memperkenalkan putranya. Randi berjalan mendekat ke arah Rendi. "Dan yang ini, dia adalah putraku Randi namanya."


Setelah selesai memperkenalkan, suami dan putranya, Ranti mencari keberadaan putri Laras. "Ras, putri kamu mana?, aku penasaran ingin melihat putri dari sahabatku."


Laras pun tersenyum mendengar ucapan Ranti. "Bentar lagi sampai, tadi waktu aku telpon, katanya uda ada di depan." Laras menjelaskan.


Setelah beberapa menit seorang gadis cantik dan anggun mengenakan gaun selutut, berwarna hitam, berjalan menhampiri mereka berlima.


"Mama, maafin aku ya Ma, uda telat," ucap wanita itu dengan lembut, memeluk Laras.


Randi pun melihat ke arah gadis yang kini tengah memeluk Laras. Randi merasa tak asing mendengar suara itu. "Nabila." Panggil Randi.


Mendengar namanya di panggil,Nabila pun melepas pelukannya, lalu beralih melihat ke arah orang yang memanggilnya. "Randi, Tante, Om, kalian ada juga disini." Nabila menyapa semua orang yang ada di hadapannya.


Laras nampak sedikit terkejut, melihat Nabila mengenal semua keluarga sahabatnya. "Kamu mengenal mereka semua Bila?" Tanya Ranti.


"Iya, Ma, aku sering datang ke rumah tante Ranti, dan Randi ini sahabat aku sejak SMA." Nabila menjelaskan semuanya pada Laras Mamanya.


Laras dan Ranti tersenyum bersama, ketika mengetahui kalau putra dan putri mereka bersahabat dari SMA dan mereka berdua saling tak mengetahui semua itu.


Hartono dan suami Ranti mulai sibuk membahas soal pekerjaan, itulah seorang laki bertemu dengan sesama, yang mereka bahas hanya pekerjaan dan pekerjaan. Lain dengan kedua wanita -wanita ini, yang mereka bahas hanya soal perjodohan yanga akan mereka lakukan untuk putra dan putri mereka.


"Lihatlah putraku dia sangat cocok berdampingan putrimu." Ranti mengarahkan penlihatannya ke arah Rendi dan Nabila yang kini sedang tertawa bersama.


Laras pun mengikuti arah pandangan mata Ranti. "Maksud kamu bicara seperti itu, apa Ran?." Laras kembali melihat ke arah Ranti.

__ADS_1


Ranti tersenyum melihat ke arah Laras yang kini tengah menanti jawaban yang keluar dari mulut Ranti. "Maksud aku, bagaimana kalau kita jodohkan mereka berdua?,dan kita akan menjadi besanan."


__ADS_2