Mencintaimu Adalah Pilihanku

Mencintaimu Adalah Pilihanku
103


__ADS_3

Bella tak berenti mengomel dan itu membuat Hamish tersenyum. Hamish menaikkan telunjuknya di bibir Bella. Memberi tanda agar Bella berenti mengomelinya. Hamish merasa saat ini Bella telah menjadi istrinya, dan mengomelinya ketika Ia terlambat pulang ke rumah.


Bella sedikit terkejut ketika jari telunjuk Hamish tengah berada di bibirnya. Bella terdiam lalu melihat ke arah Hamish. Bella pun mengambil jari tangan Hamish dari bibirnya. Lalu duduk di bangku yang ada di sampin berangka rumah sakit yang saat ini tengah di tempati Hamish.


"Kenapa? apa ada yang sakit?" Bella memelankan suaranya.


Hamish mengangukkan kepalanya, lalu mengengam erat tangan Bella.


"Bella, jangan tinggalkan aku lagi." menatap ke arah wajah Bella. "Aku sangat membutuhkanmu. Aku tak bisa hidup jauh darimu. Aku berharap kamu bisa memaafkan semua kesalahan yang pernah aku lakukan padamu, dan kembali hidup bersamaku." kata Hamish pelan.


Bella hanya terdiam ketika mendengar apa yang tengah Hamish katakan. Melihat kediaman Bella Hamish kembali berkata.


"Bella." panggil Hamish.


Bella melihat ke arah Hamish namun tak berkata apapun. Bella hanya diam.


"Maukah kamu kembali lagi bersamaku? aku bersedia melakukan apa saja asalkan kamu mau menerimaku kembali."


Bella ingin menjawab pertanyaan Hamish. Namun tiba -tiba Hapenya berdering di atas meja sopa yang ada di dalam ruangan yang Ia tempati saat ini.


Bella berangjak dari duduknya, lalu berjalan ke arah meja untuk mengankat Hapenya yang kini tengah berdering.


"Iya, Halo, Rendi, ada apa?" Bella tersenyum ketika mengatan itu. Dan itu membuat Hamish sedikit kesal.


Hamish pun berkata dalam hati.


"Siapa, si Rendi ini? kenapa Bella begitu sangat bahagia ketika mendapat telpon darinya? bahkan Bella harus keluar dari ruangan ini ketika berbicara dengannya. Apa dia kekasih baru Bella? Ah, ini tidak mungkin! Aku tak akan pernah membiarkan itu." wajah Hamish berubah pias seketika.

__ADS_1


Setelah sambungan telponnya dengan Rendi selesai. Bella kembali masuk ke dalam ruangan perawatan Hamish. Bella melihat Hamish yang kini tengah duduk di atas berangka.


"Kenapa kamu bangun? lukanya masih basah. kalau terjadi apa -apa bagaimana?" Bella berkata pelan.


Karna kekesalannya, Hamish berkata. "Kamu tak usah memperdulikan, dan mengurus aku lagi. Mendingan sekarang kamu pulang saja, dan temui pacar kamu yang bernama si Rendi itu." Setelah mengatakan itu Hamish melihat ke arah meja yang ada di sampinnya. Ia merasa tenggorokannya sangat kering oleh sebab itu Ia ingin minum.


Bella mengerutkan dahinya ketika mendengar apa yang baru saja Hamish katakan, Ia hanya terdian. Namun Ia berkata dalam hati.


"Apa Hamish cemburu? kenapa Ia sampai berkata seperti itu?"


Hamish berusaha ingin mengambil segelas air minum itu. Namun Ia sedikit kewalahan karna merasa nyeri di bagian perutnya.


Melihat itu, dengan segera Bella mengambil gelas air minum tersebut, lalu memberikan pada Hamish.


Namun Hamish langsung berkata.


"Tak, usah aku bisa sendiri." Hamish tak mengambil air yang di berikan Bella padanya.


"Sudah, ini minum. Kamu tak usah ngambek kaya Abg gitu, kamu itu uda tua tak pantas tau." Bella mendekatkan gelas itu di bibir Hamish dan Hamish pun mulai minum.


Selesai minum Bella melap bibir Hamish dengan tisu. Namun dengan segera Hamish memegan tangan Bella lalu kembali berkata.


"Apa kamu mau memaafkan aku? dan kembali hidup bersamaku lagi?" tanya Hamish pelan.


Dan lagi Bella terdiam ketika Hamish kembali menanyakan hal itu padanya. Sebenarnya Bella telah memaafkannya dan bersedia kembali hidup bersamanya. Setelah Henra mengatakan semuanya pada Bella sebelum Ia kembali ke rumahnya.


Namun Bella ingin melihat sampai dimana Hamish akan berjuan untuk mendapatkan cintanya. Ia takut kalau kejadian sebelumnya terulang kembali, maka dari situ Bella sengaja bersikap biasa saja. Dan diamnya akan membuat Hamish terus berusaha.

__ADS_1


Hamish kembali berkata.


"Bella, aku mohon, maafkan segala kesalahanku. Aku tak bisa menjalani hidupku tampa dirimu. Apa memang di hatimu tak bisa menerima aku lagi?" Hamish menekannkan kata terakhirnya.


Bella melihat ke arah Hamish, lalu Ia berkata. "Aku akan menerimamu kembali asal kamu bisa menerima semua syaratku." Itulah ucapan pertama yang keluar dari mulut Bella.


Hamish menatap ke arah Bella, lalu Ia berkata. "Apapun syaratmu. Aku akan melakukan semua itu, asal kamu bisa kembali lagi padaku." ucap Hamish pelan.


Bella tersenyum tipis. Lalu Ia berkata. "Baiklah, aku akan menerimamu kembali jika kamu bersedia memberiku semua harta yang kamu miliki. Mulai dari perusahaan, rumah beserta semua aset -aset yang kamu miliki, aku ingin semua itu menjadi atas namaku. Jika kamu menerima semua syaratku aku akan kembali padamu." Bella menjelaskan semunya.


Hamish terdiam setelah mendengar semua permintaan Bella. Hamish diam bukan karna Ia tak sanggup melakukan semua itu. Namun Ia tengah memikirkan cara agar semua keinginan Bella segera Ia wujudkan semuamya.


Melihat kediaman Hamish, Bella tersenyum sinis. Bella mengira Hamish akan langsung setuju dengan semua yang Ia katakan. Namun ternyata, Bella kembali kecewa dengan itu semua. Demi membuang rasa kecewanya, Bella keluar dari ruangan perawatan Hamish. Lalu berjalan ke luar rumah sakit untuk membuang rasa kecewanya. Namun sebelum Ia keluar, Bella menyampaikan pada suster agar menjaga Hamish dan memberitahukan jika sesuatu yang buruk tengah terjadi.


Bella melajukan mobilnya menuju arah taman kota. Namun sebelum Ia pergi Ia menghubungi Rendi terlebih dahulu. Ia ingin mencurahkan semua isi hatinya pada Rendi. Sekaligus mengeluarkan semua rasa yang kini tengah membuat dadanya terasa sesak.


Sesampai di taman kota, Bella berjalan ke arah danau buatan. Di sana Ia berteriak sekengcang -kencangnya.


Aaaaaaaa.


Bella berteriak sekencang mungking, agar rasa sesak itu sedikit menghilang. Namun betuntung pengunjung di taman kota itu lagi sepi, kalau ramai pengunjung pasti saat ini mereka mengira Bella telah gila.


Rendi yang mendengar teriakan Bella sedikit terkejut. Ia tak tau apa yang terjadi dengan sahabatnya itu? Ia pun berjalan mendekat ke arah Bella.


Rendi menepuk pelan bahu Bella lalu berkata. "Kamun kenapa? apa ada masalah?" Setelah menanyakan itu Rendi mengajak Bella duduk di banku kosong yang ada di bawah pohon tak jauh dari danau buatan tersebut.


Bella duduk diikuti oleh Rendi. Setelah itu Rendi memberikan sebotol air mineral yang Ia bawa, setelah itu Rendi kembali bertanya.

__ADS_1


"Kamu kenapa Bel? apa ada sesutu yang tengah terjadi?"


Bella terdiam sejenak ketika mendengar pertanyaan Rendi. Bella menarik napasnya, lalu menghembuskannya pelan, setelah itu Ia mulai menceritakan semuanya tentang dirinya pada Rendi. Awalnya Bella merasa malu mengatakan semuanya. Namun Rendi selaku teman yang baik, mendengarkan semua yang di katakan, sekaligus memberi saran untuk Bella.


__ADS_2