
Menerima, mempercayai, orang yang sangat baik, bukanlah jaminan untuk setiap orang yang berlaku baik terhadap kita. Karna ada saatnya orang yang kita percayai akan merubah semua sifat baiknya menjadi sangat buruk.
Seperti inilah yang tengah Bella rasakan ia tak pernah menyangka Berian tega melakukan hal yang seperti ini padanya, Bahkan terang -terangngan melakukan tindak kekerasan fikik maupun raga. Bella tak menyangka itu semua akan terjadi lagi padanya.
Bella yang kini masih tengelam dalam selimut di dalam kamar Berian. Mencoba bangun. Namun rasa sakit bekas cambukan Berian masih terasa sangat nyeri di daerah belakangnya. Bella meringgis kesakitan ketika ia duduk di atas tempat tidur. Ia melihat sekelilin, Namun tak menemukan orang yang ia cari.
"Kemana dia?." Mencoba berdiri dari tempat tidur. Meskipu merasa sangat kesakitan Bella berusaha bangun.
Bella memunguti pakaiannya yang berserahkan di lantai, Ia mengambil satu -satu. Namun semuan itu, udah tak layak pakai, semuanya tengah robek tak berbentuk. Bella memegan semua pakaianya dalam keadaan polos.
"Aku, harus pakai apa sekarang? tidak mungkin, aku menyuruh pelayan mengambilkan pakaianku di kamar."
Setelah cukup lama berfikir, hingga akhirnya ia memutuskan memakai pakaian Berian. Bella berjalan ke arah lemari pakaian, lalu memilih salah satu kemeja Berian yang ada di dalam lemari.
Bella mengenakan kemeja Berian, setelah itu, ia berjalan mengambil pakaiannya yang tak layak pakai itu, lalu membuangnya di dalam tempat sampah yang ada di dalam kamar Berian.
Bella berjalan keluar dari kamar Berian, menuju arah kamarnya. Namun setelah keluar Bella bertemu dengan salah satu pelayan Berian.
"Pagi, Nona, anda telah bangun?" tanya pelayan yang bekerja di dalam rumah Berian.
Bella tersenyum manis, lalu menjawab. "Iya, dari tadi aku udah bangun."
"Baik, Nona, tadi sebelum Tuan berangkat bekerja, ia berpesan padaku, untuk membersikan kamarnya dan menganti seprai tempat tidurnya." Setelah mengatakan pelayan itu berjalan ingin mesuk ke dalam kamar Berian. Namun Bella kembali bertanya.
"Apa, Berian telah berangkat ke kantor?"
Pelayan itu berbalik melihat ke arah Bella, lalu menjawab pertanyaanya. "Iya, tadi pagi Tuan, telah pergi ke kantor karna pagi ini, ia ada pertemuan penting dengan keliennya." Setelah mengatakan itu pelayan itu kembali berjalan masuk ke dalam kamar Berian, dan benar apa yang ia katakan, kalau pagi ini Berian memang ada pertemuan.
Bella berjalan cepat ke arah kamarnya, untuk mengepas semua pakaiannya, Ia tak ingin tinggal serumah denga Berian, Ia ingin meninggalkan rumah itu.
__ADS_1
Bella masuk ke dalam kamarnya, dan langsung membersikan diri, setelah selesai membersikan diri. Ia memasukkan semua pakaiannya ke dalam koper lalu membaya keluar dengan cara sembunyi -sembunyi. Namun setelah sampai di depan pintu utama. Bella di kejutkan oleh suara pelayan yang memanggilnya.
"Nona, Nona mau kemana?" pelayan itu berjalan mendekat ke arah nya.
Bella berkata dalam "Adduh, sedikit lagi aku keluar, ini jangan sampai ketahuan kalau aku ingin kabur." Setelah mengatakan itu dalam hati Bella berbalik melihat ke arah pelayan yang kini tengah berdiri di belakannya.
"Iya, ada apa?" Bella bertanya santai
, tersenyum ramah seolah ia hanya keluar jalan -jalan saja.
"Nona mau kemana?"
Dengan cepat Bella menjawab. "Oh, itu, anu, Aku dan Tuan ingin melakukan perjalanan bisnis." Bella sedikit gugup ketika mengatakan itu pada pelayan rumah Berian.
Setelah mengatakan itu dengan cepat Bella berjalan keluar dari rumah Berian dengan membawa koper besarnya menuju arah jalan poros, walaupun sangat berat dan butuh waktu sedikit lama agar ia bisa keluar dari pintu gerban rumah Berian.
Hingga akhirnya Bella menemukan tumpangan. Sebuah mobil mewah singgah di sampinnya, dan menawari ikut masuk ke dalam mobilnya. Mendapat tumpangan, dengan segera Bella masuk lalu duduk.
Mobil itu mewah itu melaju dengan sangat cepat membelah kota yang ada di jepan. Setelah cukup lama menyetir mobil, lalu melihat ke arah Bella yang kini mulai menormalkan nafasnya. Ia lalu bertanya.
"Anda mau kemana Nona?" Tanyanya pelan.
Mendengar pertanyaan orang yang telah menolongnya, Bella melihat ke arah orang itu, kalau di lihat dari cara berpakaian dan mobil yang ia kendarai terlihat jelas kalau orang ini, orang yang kaya. Namun dari segi umur orang ini tidak jau beda dari umur Henra ayah Bella.
"Iya, tolong antarkan aku mencari tempat menginap, semacam hotel." Bella menjawab pelan pertanyaan orang itu.
"Oya, Nona siapa namamu?"
"Bella Anastasia, panggilnya Bella.saja." Setelah memberitahukan namanya Bella, balik bertanya pada orang itu.
__ADS_1
"Maaf nama anda siapa Om.?"
"Conel saja, ngak usah panggil Om."
Setelah berbincang cukup lama, mobil Conel terparkir di depan sebuah hotel mewah yang ada di jepan. Conel turun dari mobilnya di ikuti oleh Bella.
Conel berjalan masuk ke dalam hotel di ikuti oleh Bella di belakannya, selesai memesan kamar Bella berjalan masuk. Namun sebelum ia masuk Bella berjalan ke arah Conel.
"Terimakasih, Tuan Conel karna telah membantuku." Bella tersenyum ramah pada Conel.
"Santai saja, sebenarnya aku tak menolongmu. Aku hanya kebetulan lewat, dan menemukanmu berjalan dengan membawa koper besar, oya jangan sungkan, ini adalah hotelku, jika ada sesuatu yang kamu perlukan kamu tinggal datang ke kamar pribadiku yang nomor 505." Conel menjelaskan.
Bella mengangukkan kepala, tersenyum melihat ke arah Conel, lalu berjalan masuk ke dalam kamar yang telah ia pesan.
Bella masuk ke dalam kamar hotel dengan perasaan yang sangat lega. Karna ia merasa bebas dari Berian dan ia berencana akan kembali ke kota tempat tinggalnya.
Selesai membersikan diri. Bella merebahkan tubuhnya di ata tempat tidur, perlahan matanya sedikit tertutup mungkin karna masih sangat kelelahan hingga akhirnya ia menutup matanya. Namun belum lama ia menutup matanya Hapenya berdering di sampinnya.
Bella mengankat telpon yang masuk tampa melihat nama pemanggil.
"Halo."
"Katakan sekarang kamu dimana?" Sebuah nada suara datar yang terdengar dari balik telpon.
Bella melihat ke arah layar Hapenya. Matanya membulat ketika melihat nama pemanggil. "Berian." dengan suara rendah, Bella bangun lalu duduk di atas tempat tidur, lalu berkata.
"Maaf, Berian aku kembali ke kotaku tak pamit denganmu, Maaf ya?" Bella menarik nafasnya lalu menghembuskannya pelan setelah mengatakan itu pada Berian.
Berian merasa sangat kesal ketika ia mendengar apa yang Bella katakan dari balik telpon.
__ADS_1