Mencintaimu Adalah Pilihanku

Mencintaimu Adalah Pilihanku
52


__ADS_3

Waktu terus berlalu kedekatan Rendi dan Nabila semakin hari, semakin akrab. Mereka selalu bersama kemanapun mereka pergi. Banyak murid di sekolah mereka mengira, kalau keduanya memiliki hubungan dekat. Namun kenyataanya keduanya hanya bersahabat baik.


Rendi mengangap Nabila sebagai adiknya. Begitupun dengan Nabila yang telah mengangap Rendi sebagai saudaranya sendiri, karna dari dulu Nabila selalu menginginkan ingin mempunyai seorang saudara laki -laki.


Hingga lulus sekolah Rendi dan Nabila masih terlihat lebih akrab daripada sebelumnya. Mereka berdua bahkan memilih kuliah di kampus yang sama.


Seperti pagi ini, Rendi datang ke rumah Nabila, untuk menjemputnya, dan membawa surat pendaftaran kuliah, yang telah di setujui oleh orang tua mereka.


Rendi masuk ke halaman rumah Nabila, lalu memarkirkan motornya di depan pintu utama rumah Nabila.


Nabila pun datang menhampiri Rendi. "Hai Ren." Sapa Nabila ketika keluar dari pintu rumahnya.


Rendi tersenyum melihat ke arah Nabila, lalu berkata. "Udah siap?."


"Udah daritadi aku siapnya, cuman kamunya yang telat."


"Oya, kalau begitu maaf ya."


"Ah, ya sudah, ayo kita berangkat sekarang."


Rendi pun tersenyum mendengar apa yang di ucapkan Nabila, yang terdengar sangat manja di telinganya.


Rendi pun menyerahkan helem untuk Nabila kenakan."Ini, kamu pakai, agar rambutmu tak berantakan."


Setelah memakai helem Nabila naik di belakan boncengan motor Rendi, Setelah Nabila naik, Rendi pun melajukan motornya menuju arah kampus yang akan mereka tempati kuliah nantinya.


Setelah sampai. di depan kampus yang akan mereka gunakan untuk melanjutkan pendidikan. Mereka berdua masuk mendaftarkan jurusan yang akan mereka ambil. Rendi mengambil jurusan Menejemen, sementara Nabila mengambil jurusan ke dokteran.


Mereka berdua berbeda jurusan. Namun, keduanya tetap selalu bersama, terkadang Rendi akan pulan ke sorean, terkadang pula, pulang lebih cepat daripada biasanya. Nabila akan selalu setia menunggu jam kepulangan Rendi. Begitupun yang di lakukan Rendi sebaliknya.

__ADS_1


Hingga suatu hari, Rendi memiliki seorang kekasih yang sangat posesif. Gadis itu sangat tidak menyukai kedekatan Rendi dan Nabila. Meskipun berkali Rendi telah menjelaskan, kalau ia dan Nabila hanya sebatas sahabat baik, tak lebih. Namun, masih saja dia tak menyukai semua tentang Nabila.


Seperti siang ini, Rendi dan kekasihnya yang bernama Alia makan siang di kanting kampus mereka. Nabila juga masuk bersama dengan salah satu temannya. Namun Rendi langsung memangil Nabila dan menyuruhnya bergabung bersama mereka.


"Nabila." Panggil Rendi.


Nabila pun melihat ke arah Rendi dengan senyuman manis di bibirnya.


lalu berjalan menhampiri Rendi yang tengah duduk bersama Alia kekasihnya.


"Hai Ren, Hai Alia." Sapa Nabila pada keduanya.


Tampa melihat ke arah Alia, Rendi menyuruh Nabila duduk di hadapannya. "Duduk Bil, kita makan bersama di sini."


Nabila kembali tersenyum lalu berkata pada Alia, karna sedari tadi Nabila melihat wajah tak suka Alia padanya. "Aku boleh gabung Alia." Nabila melihat ke arah wajah Alia yang kini tengah menatapnya dengan pandangan tak suka.


Rendi yang mendengarkan pertanyaan Nabila, melirik ke arah Alia, Namun dengan cepat Alia merubah wajah tak sukanya, menjadi Alia yang lembut. "Iya, silahkan Nabila, kamu duduk saja." Namun di dalam hati Alia berkata. "Awas kamu Nabila, aku akan membuatmu menjauhi Rendi dengan sendirinya." Senyum sinis kini tersungging di bibir Alia.


Hingga pulang kampus, Nabila tak menemukan kendaraan untuk pulang. Rendi yang melihat Nabila sedang berdiri di pinggir jalan, jalan menhampirinya. "Bila, kamu lagi ngapain disitu?" Tanya Rendi.


"Aku lagi nunggu taxi Ren, Karjo ngak sempat jemput aku hari ini."


"Ya, sudah, kamu pulang bereng aku saja."


"Tapi, Ren, bagaimana dengan Alia? apa dia tak akan marah nantinya?"


"Sudahlah, kamu tak usah memikirkan soal Alia, biar aku yang menjelaskannya nanti." Rendi tersenyum melihat ke arah Nabila.


Nabila pun menganguk kepalanya, setuju dengan apa yang di katakan Rendi.

__ADS_1


"Baik lah, aku akan, ikut kamu pulang."


Rendi pun berjalan ke arah motornya di ikuti oleh Nabila di belakannya. Setelah sampai di tempat motor Rendi terparkir. Rendi memakaikan helem di kepala Nabila setelah itu Rendi memakai helem untuk dirinya sendiri.


Setelah itu Rendi melajukan motornya keluar dari pintu gerban sekolah menuju arah rumah Nabila.


Namun tampa Rendi dan Nabila ketahui. Seseorang sangat marah melihat kedekatan mereka berdua. Bahkan orang itu mengepalkan tangannya di tembok karna merasa sangat kesal dengan apa yang di lihatnya.


"Awas, kamu Nabila, aku akan membuat perhitungan dengamu." Itulah ucapan yang keluar dari mulut wanita itu, yang tak lain adalah Alia kekasih Rendi.


Keesokan harinya seperti hari biasanya, Nabila berangkat ke kampus dengan di antar oleh Karjo supir pribadi untuk mengantara jemputnya. Karna selama Rendi memiliki kekasih Rendi jarang datang menjemput Nabila. Namun Nabila mengerti dengan apa yang Rendi lakukan.


Mobil Nabila telah sampai di parkiran kampus. Nabila turung dari mobilnya lalu berjalan masuk ke arah kelasnya. Namun belum sempat Nabila masuk ke dalam ruangan kelasnya, tiba -tiba beberapa mahasiswi menarik tangan Nabila masuk ke dalam toilet.


"Apa, yang ingin kalian lakukan padaku?" Nabila berkata pelan melihat wajah mahasiswi yang tengah membawanya masuk ke dalam toilet.


Namun dari belakan tiba -tiba seseorang menguyur kepala Nabila dengan air. Nabila terkejut lalu berbalik melihat ke arah wanita yang tengah menguyurnya dengan air.


"Alia, apa yang kamu lakukan?, kenapa kamu mengguyurku dengan air."


Mendengar ucapan Nabila Alia tertawa lepas. Namun tak menyadari kalau saat ini seorang mahasiswa tengah melihat apa yang di lakukan Alia pada Nabila.


"Rendi harus tau soal ini," ucap mahasiswa itu, berlari menjau dari toilet untuk menmcari keberadaan Rendi.


"Dengar Nabila, aku sangat membencimu, kenapa sih, Rendi harus mengenalmu dan menjadikanmu sahabat baiknya, aku tak menyukai semua itu, aku membenci jika kamu dekat -dekat dengan Rendi." Alia mengelilingi Nabila ketika mengatakan itu semua.


"Tapi, Alia kamu kan tau, sejak dulu hingga sekarang aku dan Rendi selalu bersama. Namun setelah aku tau kalau kamu menjalin hubungan dengan Rendi, aku tak sedekat dulu lagi, aku juga mengerti jika kekasih lebih penting dari pada sahabat." Nabila menjelaskan.


"Namun, kenyataanya kamu malah lebih dekat dengan Rendi. Rendi sampai membatalkan janjinya denganku, hanya untuk mengantarmu pulang ke rumahmu." Alia mengatakan itu dengan pandangan sinis melihat ke arah Nabila.

__ADS_1



Yang penasaran dengan Visual Rendi ini ya.


__ADS_2