
Setelah sampai di parkiran kantor polisi, dengan segera Bella keluar dari mobil Hamish, lalu berlari masuk ke dalam ruangan kantor polisi tersebut.
Hamish masuk ke dalam ruangan kantor polisi. Dari situ Bella bisa melihat, betapa Hamish sangat di segani di dalam kantor polisi tersebut. Bella bisa melihat rasa hormat yang di tunjukkan aparat kepolisian tersebut pada Hamish.
Hamish mulai menandatangani surat jaminan untuk Henra. Setelah urusan di kantor polisi selesai. Hamish ke rumah orang tua Bella. Hamish menbawa sejumlah uang, untuk Hamish, dengan alasan uang itu akan Henra gunakan untuk membayar hutangnya pada rentenir.
Setelah semuanya selesai. Hamis mengajak Bella ke rumahnya.
"Bersiaplah, kita akan kembali ke rumahku." Setelah mengatakan itu Hamish berdiri mengikuti arah langkah kaki Bella masuk ke dalam kamarnya.
Henra hanya bisa terdiam melihat Hamish berjalan masuk ke dalam kamar putrinya. Karna setatus Bella saat ini, Henra tengah menjual putrinya tampa sepengetahuannya.
Hamish masuk ke dalam kamar Bella. Hamish duduk di pinggir tempat tidur Bella, lalu bertanya.
"Apakah selama ini, kamu tidur di tempat seperti ini?" Pertanyaan yang keluar dari mulut Hamish membuat Bella berbalik melihat ke arahnya. Karna saat ini Bella tengah mengambil bebearapa lembar pakaiannya yang tersisa di rumah ayahnya, selebihnya semua ada di Apartmensnya.
Bella menjawab. "Iya, mulai dari bayi aku tinggal di dalam kamar ini, memang kenapa?" ucapan Bella sedikit menantang untuk Hamish.
Hamish tersenyum getir mendengar ucapan yang keluar dari mulut Bella. Hamish berangjak dari duduknya lalu berjalan ke arah Bella. Hamish memeluk Bella dari belakang. Sontak membuat Bella terkejut dan sedikit meronta.
Namun Hamish berbisik di telinganya. "Apa kamu lupa dengan dokumen, yang tengah kamu tanda tangani?" Hamish mengingatkan Bella soal statusnya saat ini.
Bella terdiam ketika, mendengar apa yang Hamish bisikkan di telinganya.
Hamish melihat ke arah baju yang kini tengah Bella pegan.
Hamish berkata. "Baju sejelek itu mau kamu pakai?, tidak, tidak, kamu tak usah membawa pakaian apapun ke rumahku, aku akan membeli pakaian yang cocok untuk kamu kenakan." Masih dalam mode memeluk Bella dari belakang.
Bella hanya terdiam mendengar apa yang Hamish katakan. Karna yang Harus Bella lakukan saat ini, hanya mendengarkan apa yang Hamish katakan tampa harus membantanya. Itu semua tertulis dalam dokumen yang ia tanda tangani.
Hamish melepas pelukannya lalu mengajak Bella pergi.
__ADS_1
"Kamu tak perlu membawa apapun kerumahku, kita akan mampir di pusat perbelanjaan, untuk membeli semua yang kamu butuhkam." setelah mengatakan itu Hamish berjalan keluar dari kamar Bella.
Bella ikut keluar dari kamarnya, mengikuti arah langki Hamish. Setelah sampai di ruangan tamu. Bella mencari keberadaan Henra ayahnya. Bella berjalan ke arah kamar Henra.
"Ayah." Panggil Bella, Bella membuka pintu kamar Henra. Namun tak menemukan keberadaanya. "Kemana Ayah pergi? kenapa tak mengatakan padaku kalau ia ingin pergi." Bella berjalan ke arah ruangan tamu di mana Hamish tengah menunggunya.
Setelah sampai di hadapan Hamish, Bella berkata. "Ayah tak ada di rumah." Bella menatap ke arah Hamish, memberitahukan kalau saat ini Ayahnya tak ada di dalam rumah.
Hamish melihat ke arah Bella lalu berkata. "Ayah, kamu ada di rumah rentenir itu. Ia mengatakan padaku kalau kita mau pergi, kita tak perlu menunggunya." Hamish mengatakan.itu dengan santai pada Bella.
Bella menatap ke arah Hamish yang kini tengah menatapnya juga.
Bella bertanya. "Dari mana kamu tau kalau Ayahku ada di rumah rentenir itu?" tanya Bella pelan.
"Aku baru saja menelponnya, kalau kamu tak percaya, kamu hubungi saja nomornya." Setelah mengatakan itu Hamish berjalan keluar dari rumah Bella menuju arah mobilnya.
Bella kembali ke dalam kamarnya untuk mengambil tas, lalu menyusul Hamish masuk ke dalam mobilnya.
Di depan pusat perbelanjaan terbesar di kotanya. Hamish memarkir mobilnya lalu mengajak Bella keluar.
"Ayo." Hamish keluar dari mobilnya di ikuti oleh Bella.
Hamish merangkul pinggul Bella, agar mendekat padanya. Lalu berjalan masuk ke dalam pusat perbelanjaan. Bella selalu merasa risih dengan semua yang Hamish lakukan padanya.
Hamish masuk ke dalam sebuah tokoh pakaian, lalu mulai memilih pakaian untuk Bella kenakan seterusnha. Bella terkejut melihat semua pakaian yang Hamish pilihkan untuknya. Semuanya terlihat nampak seksi, dan minin. Hamish mulai menyuruh Bella masuk untuk mencoba semua pakaian yang ia pilih.
"Masuk, dan coba semua ini, jika kamu telah mengenakannya keluar dan perlihatkan padaku." Hamish memerinta Bella.
Bella hanya terdiam, lalu mengambil semua pakaian yang telah Hamish pilihkan. Satu persatu Bella telah mencobanya. Namun Bella berenti mencoba ketika mendapatkan beberapa pakaian lingerie, pakaian itu sangatlah seksi, dan hanya layak di pakai di dalam kamar.
Bella tak mencoba pakaian itu. Lalu berjalan keluar dari kamar ganti. Bella melihat ke arah Hamish yang kini tengah menantinya mengenakan pakaian seksi itu.
__ADS_1
"Kenapa kamu tak mencoba pakaian itu?" Hamish menunjuk ke arah tangan Bella, karna saat ini Bella tengah memegan pakaian seksi itu.
"Enggak, aku malu, pakaian ini hanya layak pakai kalau berada di dalam kamar."
Hamish tersenyum ketika mendengar ucapan Bella. Hamish lalu berkata.
"Baik lah, malam ini, kamu harus mengenakan pakaian ini untukku." Hamish meraih semua pakaian yang ada di tangan Bella, lalu berlalu ke arah kasir untuk membayar semua tagihan pakaian yang ia pilih untuk Bella.
Bella membulatkan matanya ketika mendengar apa yang Hamish katakan, Bella membayankan dirinya mengenakan pakaian seksi itu di dalam kamar Hamish.
"Oh, astaga apakah secepat ini, Hamish ingin melakukan itu padaku?" Guman Bella dalam hati.
Bella duduk terpaku di kursi yang tersedia di dalam tokoh pakaian tersebut. Hingga akhirnya Hamish datang menghampirinya, lalu mengajaknya pulang ke rumahnya. Namun sebelum itu iya mengajak Bella makan.
Setelah selesai mengajak Bella makan. Hamish langsung melajukan mobilnya menuju arah rumahnya.
Setelah sampai di hadapan rumah Hamish, Bella berdecak kagum, melihat rumah mewah Hamish, yang tak kalah besar dari rumahnya yang ada di Sydney.
*
*
*
Hai, para Readersku yang Author sayangi, seperti yang aku tulis di Eps. 49, aku menjelaskan kalau cinta Doni dan Nabila telah sampai, dan Berlanjut di kisah cinta putra putra mereka yang berjudul 'CINTA ABY' jadi di kelanjutan ceritaku ini, aku hanya akan menulis bagaimana kisah cinta Bella dan kisah Cinta Rendi, dan membahas bagaimana Bella menjadi seorang wanita ******.
*
*
Terimakasih.
__ADS_1