Mencintaimu Adalah Pilihanku

Mencintaimu Adalah Pilihanku
114


__ADS_3

Melihat apa yang tengah Bella lakukan dengan suaminya Rendi pun berkata. "Dasar pengantin baru, maunya nenpel terus." setelah mengatakan itu Rendi melihat ke arah Clarisa.


Mendengar ucapan Rendi, Nabila pun berkata. "Kamu nantinya pasti akan seperti itu juga. Kamu kan juga pengantin baru." Nabila tertawa setelah mengatakan itu pada Rendi.


Doni pun ikut bicara tak mau kalah dengan dua pasangan penganting baru yang ada di hadapannya.


"Kami saja udah punya anak masih seperti pengantin baru. Iya kan sayang." Melihat ke arah Nabila. "Lihatlah istriku semakin hari, aku melihatnya semakin seksi." Setelah mengatakan itu, Doni mengecup lembut bahu istrinya.


Hamish dan Rendi yang melihat itu. Kagun melihat cinta yang di tunjukkan Doni.


Hamish pun berkata. "Semoga kelak aku dan Bella akan selalu seperti kalian, saling menjaga dan tentunya saling mencintai." Setelah mengatakan itu Hamish mengecup lembut punggun tangan Bella.


Rendi merasa sangat bahagia malam ini, hingga akhirnya Ia membahas soal perjodohan anak -anak mereka kelak.


"Nabila, Bella." panggil Rendi.


Nabila dan Bella yang mendengar panggilan Rendi melihat ke arah Rendi bersamaan, lalu berkata. "Iya, Ren, ada apa?" ucap mereka bersamaan.


Rendi tersenyum lalu berkata. "Aku punya rencana. Jika Allah memberi kita umur yang pangjang. Aku ingin anak -anak kita di jodohkan. Pasti sangat menyenangkang kalau kita semua besanan." setelah mengatakan itu Rendi melihat ke arah Nabila lalu melihat ke arah Bella.


Dengan cepat Hamish berkata. "Aku setuju Ren, dengan ide kamu itu. Pasti akan sangat menyenangkang kalau kita semua besanan." setelah msengatakan itu Hamish mengambil minuman yang ada di depannya lalu meminumnya.


"Kalau aku tak tau Ren, kalau mau menjodohkan aku setuju saja. Tapi bagaimana kalau anak -anak kita tak salin mencintai terus berpisah, kan kita juga yang dapat dampak buruknya. Kalau menurut aku, akan lebih baik biarkan anak -anak kita yang memilih pasangannya masing -masing. Dan kalau memang anak -anak kita ada jodoh toh pastinya mereka akan bertemu. Aku akan berdoa untuk itu." Nabila menjelaskan semua, karna Ia telah melewati masa itu sewaktu Ia di jodoh -jodokan dengan Rendi.


Dan memang benar semua yang tengah Nabila katakan. Bahkan Rendi juga pernah merasakan hal itu.


"Iya, juga ya Bil. Seperti kisa kita du...?" Rendi mengantunkan ucapannya lalu melihat ke arah Doni.


Malam semakin larut acara persahabatan itu telah selesai. Nabila dan Bella pamit untuk pulang. Namun sebelum mereka pulang ke rumah masing -masing. Rendi mengambil beberapa poto kebersamaan mereka. Bahkan mereka bertukar pasangan ketika berpoto. Setelah selesai berpoto.


Rendi pun berkata. "Nanti kalau potonya udah jadi aku akan mengirim ke rumah kalian masing -masing."


Setelah malam itu, mereka tak pernah lagi bertemu. Karna Rendi pindah ke kota sebelah. Sementara Hamish membawa Bella ke paris untuk berbulan madu.


****


Setelah sampai di rumahnya. Nabila dan Doni masuk kedalam kamarnya dan mendapati Mira tengah tidur di dalam kamarnya bersama Aby putranya.


Doni tersenyum melihat Mamanya yang tengah terlelap. Namun tidak dengan putranya. Putranya masih setia bermain dengan tangannya.


Doni berjalan ke arah tempat tidur. Sementara Nabila memilih untuk membersikan diri terlebih dahulu.


Mira yang merasa tempat tidur yang Ia tempati sedikit tetkuncang, terbangun, lalu berkata. "Kalian sudah pulang?" mengucek kedua matanya dengan tangan.


"Iya, Ma, kami baru saja pulang."


"Nabila mana Don?" tanya Mira ketika Ia melihat sekelilin dan tak melihat menantunya.


"Aku di sini Ma," ucap Nabila yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi.


Setelah mengatakan itu. Nabila berjalan ke arah tempat tidur lalu duduk di hadapan Mira.

__ADS_1


Nabila pun bertanya."Apa, Aby rewel Ma?" tanya Nabila pelan.


"Tidak sama sekali. Abynya anteng di jagain oleh neneknya." Mengelus kepala cucunya yang kini tengah sibuk mengusap ibu jarinya.


Nabila tersenyum melihat ke arah putranya yang kini mulai sedikit aktip. berhubung umur Aby saat ini tengah memasuki bulan ke empat.


Doni dan Nabila begitu sangat bahagia, menjalani kehidupannya sebagai orang tua baru. melihat pertumbuhan putranya yang semakin hari semakin membuat mereka tambah gemes melihatnya.


*****


Di paris, Bella dan Hamish terlihat begitu sangat bahagia. Mereka selalu terlihat mesra. Bahkan Hamish tak pernah membiarkan Bella sendiri. Apapun yang Bella lakukan, Hamish juga ikut melakukanya.


Meskipun di tengah kesibukan pekerjaan. Dan sebagai bos mafia. Hamish tak pernah membuat Bella merasa sendirian.


Semua yang Hamish punya.Ia berikan semua untuk istrinya.


Kebahagian yang Hamish berikan untuk Bella. Membuatnya merasa tak kekurangan apapun.


Setelah pulang dari Paris. Hamish mendapat kabar yang sangat membahagiakan. Karna Bella saat ini tengah mengandung anak kedua mereka. Walaupun sebelumnya Bella harus membuang anak pertama mereka.


Hamish selalu menjadi suami siaga untuk istrinya. Bahkan untuk makanan istrinya Ia harus melakukannya sendiri. Karna Ia tak ingin Bella makan, makanan yang menurutnya tak sehat.


Bella yang merasa semua itu, bagaikan seorang Ratu, apa -apa yang Ia lakukan semuanya di larang kerasa oleh suaminya.


Waktu terus berlalu, kini usia kandungan Bella memasuki bulan ke sembilan. Hari persalinannya juga telah di tetapkan oleh dokter. Sementara Hamish semakin siaga menjaga istrinya.


Seperti pagi ini Bella terbangun dari tidurnya. Namun tak mendapatkan suaminya di sampinnya.


Namun Ia tak mendengar sahutan suaminya. Bella bangun lalu duduk di atas tempat tidur, lalu Ia kembali memanggil suaminya.


"Sayang, kamu dimana? apa kamu berada di dalam kamar mandi?" Bella beranjak dari tempat tidur lalu berjalan menuju arah kamar mandi untuk mencari keberadaan Hamish suaminya. Namun Ia tak menemukannya.


Hingga akhirnya Ia memutuskan untuk keluar dari kamarnya. Bella membuka pintu dan mendengar suara yang begitu sangat ramai di sampin kamarnya. Namun sebelum Ia sampai perutnya tiba -tiba sakit.


Ratna yang beru saja sampai di lantai atas, terkejut melihat ke arah Nona mudanya yang tengah meringgis kesakitan.


"Ao, sakit, ao, perutku." Bella duduk di lantai dengan memegan perutnya.


Ratna dengan segera berlari ke arah Bella, lalu berkata.


"Nona, Nona kenapa?" tanya Ratna panik.


"Hamish mana? perutku terasa sangat sakit." masih memegan perutnya.


Tampa menjawab pertanyaan Bella, Ratna berlari ke arah kamar sebelah. Karna di sana Hamish tengah menyiapkan tempat untuk calon anaknya. Hamish dan para anak buahnya tengah merenopasi kamar yang akan di tempati oleh calon anaknya.


Setelah sampai di dalam dengan segera Ratna berkata. "Tuan, Nona, Nona?" ucapan Ratna terputus -putus.


Hamish berjalan mendekat ke arah Ratna, lalu berkata. "Nonamu kenapa?" Hamish terlihat panik ketika mengatakan itu.


"Sepertinya Nona ingin melahirkan."

__ADS_1


Setelah mendengar itu dengan segera Hamish berlari keluar dari kamar dan mendapati Bella duduk di lantai dengan memegan perutnya.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Hamish pelan.


"A, sayang, sepertinya aku akan segera melahirkan." Bella tak berenti meringgis kesakitan.


Mendengar itu, dengan cepat Hamish mengankat tubuh Becca. Namun sebelum itu Ia memerintahkan Ratna untuk segera memberitahu supir untuk menyiapkan mobil.


Hamish mulai mengankat tubuh Bella turun ke lantai dasar, dan berjalan ke arah pintu depan, dan segera memasukkan Istrinya kedalam mobil, Hamish duduk di sampin istrinya dengan memegan tangannya. Lalu memerintahkan supirnya untuk segera membawanya ke rumah sakit.


Setelah sampai di depan rumah sakit, dengan segera Hamish turun dengan mengendong tubuh istrinya masuk ke dalam rumah sakit.


Dengan rasa cemas dan panik. Hamish mengancam dokter.


"Dokter, selamatkan istriku. Kalau sampai terjadi sesuatu yang buruk padanya, Aku akan meratakan rumah sakit ini dengan tanah." kata Hamish dengan sorot mata membunuh.


Dokter yang akan menangani Bella, hanya diam, takut tak berkata apapun.


Dan tampa di persilahkan Hamish menemani istrinya lahiran. Di dalam ruangan persalinan, Bella yang meringgis kesakitan, Hamish yang menangis melihat istrinya kesakitan seperti itu.


"Sayang, maafkan aku karna telah membuatmu seperti ini." setelah mengatakan itu Hamish mengecup lembut dahi Bella.


Mendengar ucapan suaminya. Bella merasa mendapat kekuatan dan semangat baru. Hingga hanya beberapa ngedam saja Bella telah melahirkan bayi yang sangat cantik.


"Oe, oe, oe" Suara bayi menangis. membuat Hamish melihat ke arah anaknya.


Hamish begitu sangat terharu, setelah Ia menggendong bayi cantiknya. Hamish sampai meneteskan air mata ketika melihat bayi mungil yang ada di dalam pangkuannya. Ia tak menyangka kalau putri kecil yang tengah Ia gendong adalah buah cintanya, darah daginnya bersama istri yang begitu sangat ia cintai.


Melihat suaminya meneteskan air mata, Bella pun berkata, "Sayang kenapa kamu menangis? apa kamu bahagia melihat putri kecil kita?" mengelus belakan Hamish.


Hamish melihat ke arah Bella, lalu berkata. "Ini, air mata kebahagian, aku sangat, sangat bahagia dengan kelahiran putri kita ini" mengecup lembut dahi putrinya kemudian mengecup lembut dahi istrinya. "Terimah kasih sayang, karna telah memberi kebahagian yang begitu sangat besar untukku, aku sangat bersyukur karna Allah telah memberi kita kesempatan kedua, untuk memiliki bayi mungil ini. Apa kamu sudah memiliki nama untuk malaikat kecil kita?" Hamis melihat ke arah Bella.


Bella mengangukkan kepala, lalu berkata. "Aku belum memikirkan nama yang cocok untuknya. Apa kamu memiliki nama panggilan yang bagus untuk putri kita?" tanya Bella pelan.


"Kalau kamu setuju. Aku ingin memberi nama putri kita Rebecca Hamish daud willie. Apa kamu suka nama itu? kalau kamu suka kita akan memberi nama itu." Setelah mengatakan itu Hamis melihat ke arah Bella.


Bella mengangukkan kepalanya setuju, dengan apa yang dikatakan suaminya, lalu Ia pun berkta.


"Nama yang sangat cantik. Aku sangat menyukai nama itu."


Mendengar itu Hamish memeluk erat tubuh Bella dari sampin.


*


*


*


Oke, para Readers kesayangan Author, kisa ini uda sampai ya. Dan berlanjut ke cerita cinta anak -anak mereka. yang berjudul Cinta Aby.


Lanjut ke sana ya. Di tunggu keritik dan sarannya.

__ADS_1


Tamat....


__ADS_2