Mencintaimu Adalah Pilihanku

Mencintaimu Adalah Pilihanku
102


__ADS_3

Buk.


Hamish terjatuh di belakan Henra. Henra pun berbalik melihat ke arah suara yang Ia dengar. Dan Ia sangat terkejut ketika melihat Hamish kini tengah tergeletak di lantai.


Henra jongkok lalu memeriksa, dan mengankat kepala Hamish yang kini tak sadarkan diri.


"Hamish, bangun Nak." Henra menepuk pelan wajah Hamish. Namun Hamish tak bereaksi. Hingga akhirnya Henra memanggil putrinya.


"Bella, segera kesini!" Teriak Henra pada putrinya.


Bella yang mendengar teriakan Ayahnya. Dengan segera Ia berlari dari kamarnya dan melihat Ayahnya tengah memangku tubuh Hamish yanh tak sadarkan diri.


Bella terkejut melihatnya. Lalu Ia berlari turun dari ke lantai dasar karna saat ini Ia tengah berada di lantai dua dimana letak kamarnya.


Setelah sampai Bella langsung bertanya pada Henra. "Apa yang terjadi Ayah? kenapa Hamish jadi seperti ini?" tanya Bella terkejut. Bella lalu meraih tangan Hamish yang terasa sedikit dingin.


Henra melihat ke arah Bella yang kini mulai panik melihat keadaan Hamish. Lalu Henra berkata.


"Ada baiknya, kita bawa Hamish kerumah sakit. Karna Ayah tak tau apa yang mengakibatkannya sampai Dia tak sadarkan diri seperti ini."


Bella menganguk setuju dengan apa yang di katakan Ayahnya. Bella pun membantu Ayahnya membawa tubuh Hamish kemobil. Setelah sampai di dalam mobil dengan segera Ia melajukan mobilnya menuju arah rumah sakit.


Di perjalanan menuju arah rumah sakit. Henra melihat ke arah wajah Hamish yang mulai terlihat pucat.


"Cepat sedikit Bella." Henra khawatir dengan keadaan Hamish.


Bella yang mendengar apa yang di katakan Ayahnya terkejut, takut terjadi sesuatu yang buruk pada Hamish. Biar bagaimana Bella masih memiliki perasaan cinta kepada orang yang telah membuat hidupnya sensara.


Setelah sampai di depan pintu rumah sakit, dengan segera Bella keluar dari mobilnya, lalu memanggil suster yang ada di dalam rumah sakit.

__ADS_1


"Suster tolong aku." Bella berteriak memanggil suster yang ada di dalam rumah sakit itu.


Suster yang mendengar teriakan Bella dengan segera Ia berjalan menghampiri Bella yang terlihat sangat panik. Bella membuka pintu mobilnya dan suster itu melihatnya.


Suster itu berlari mengambil berangkar rumah sakit ketika Ia melihat pasien yang tengah tak sadarkan diri di dalam mobil.


Setelah Hamish di letakkan di atas berangkar rumah sakit. Bella tak berenti menggenggam tangan Hamish.


"Hamish, bangun, kamu tak boleh kenapa -napa!" Hanya itu yang keluar dari mulut Bella saat ini.


Setelah sampai di depan ruangan pemeriksaan. Hamish di bawa masuk sementara Bella tertinggal di luar karna perawat melarangnya masuk.


Bella tak berenti melihat di kaca pintu ruangan yang tengah Hamish tempati menjalani pemeriksaan. Bella merasa sangat takut jika terjadi sesuatu yang buruk pada Hamish.


Henra yang melihat kepanikan putrinya dengan segera Ia berjalan mendekat ke arah putrinya lalu berkata. "Tenang Bella, Hamish tak akan kenapa -napa." Henra menepuk pelan bahu putrinya.


"Iya, Ayah semoga saja." Bella kembali melihat ke kaca pintu ruangan pemeriksaan.


"Keluarga pasien mana?"


Dengan segera Bella menjawab. "Saya Dok." Bella berjalan mendekat ke arah dokter yang menangani Hamish.


"Pasien harus segera di oprasi, karna saat ini impeksi di lambungnya semakin membahayakan kesehatannya. Dan itu membuatnya sering merasa kesakitan. Namun kali ini kami harus segera mengambil tindakan." Dokter menjelaskan.


Bella meneteskan air matanya ketika mendengar apa yang tengah dokter katakan padanya, Lalu Ia pun berkata.


"Lakukan apa saja. Dokter, asal Ia bisa sehat seperti semula. Aku tak mau terjadi apa -apa padanya."


Setelah menyelesaikan semua prosedurnya kini Hamish mulai menjalani oprasinya. Bella tak berenti berjalan kesana kemari di depan pintu kamar ruangan oprasi Hamish. Henra hanya bisa menguatkan putrinya. Ia tau kalau Bella masih sangat peduli pada Hamish. Melihatnya mengeluarkan airmata untuk Hamish itu adalah tanda kalau Bella masih mencintai Hamish.

__ADS_1


Hampir tiga jam Hamish menjalani oprasi. Hingga akhirnya Dokter yang mengoprasi Hamish keluar dari ruangan oprasi. Melihat itu dengan segera Bella bertanya.


"Bagaimana keadaannya Dokter? apa dia baik -baik saja?" tanya Bella dengan wajah yang panik.


Dokter tersenyum melihat ke arah Bella. Lalu Ia berkata. "Tenang saja oprasiya lancar, dan sebentar lagi kami akan segera memindahkannya keruang perawatan." Setelah mengatakan itu Dokternya berlalu pergi.


Kini Hamish tengah di pindahkan ke ruang perawata. Namun Ia belum sadar sama sekali.


Bella tak berenti melihat ke arah wajah Hamish yang kini tengah menutup kedua matanya. Bella memandang wajah orang yang telah menghancurkan kehidupannya, wajah yang telah begitu sangat menyakitinya.


Namun di balik itu semua Bella tak pernah berhenti mencintai Hamish. Bella selalu menanti kapan hari itu akan tiba, di saat Hamish mengatakan semua isi hatinya padanya. Dan kelak menjadikannya miliknya seorang.


Bella mlihat ke arah Ayahnya yang kini tengah terlelap di sopa yang ada di dalam kamar perawatan Hamish. Setelah itu Bella merebahkan kepalanya di pinggir tempat tidur dengan memegan tangan Hamish. Mungkin karna kelelahan hingga akhirnya Ia terlelap sampai pagi.


Hamish tersadar lalu melihat sekelilinnya, Ia pun berkata. "Aku ada dimana? apa yang terjadi denganku? Dan ini kenapa." Hamish memegan perban yang ada di bagian perutnya. "Ao, ini sangat sakit." Hamish sedikit meringgis karna merasa perih.


Setelaha itu melihat Bella tengah tertidur dengan menggengam tangannya. Hamish tersenyum karna bisa melihat orang pertama yang begitu Ia cintai, kini tengah terlelap di sampinnya dengan memegan tangannya.


Hamish mengelus lembut wajah Bella. Dan itu membuat Bella mengeliat dari tidurnya.


Eug.


Pelan -pelan Bella membuka matanya, karna merasakan ada sesuatu di wajahnya. Bella bangun dan mendapati Hamish kini telah membuka matanya.


"Hamish, kamu telah sadar." Bella tersenyum ketika melihat Hamish kini telah tersadar.


Hamish tersenyum, lalu Ia ingin bangun. Namun dengan cepat Bella berkata. "Kamu jangan Bangun dulu, lukamu masih basah."


Hamish melihat ke arah Bella lalu bertanya. "Sebenarnya apa yang terjadi denganku? kenapa aku bisa seperti ini." Hamish bertanya karna Ia tak tau apa yang sebenarnya terjadi dengannya. Karna seingatya Ia hanya sakit perut setelah itu Ia tak mengingat apa -apa lagi.

__ADS_1


"Kamu, istirahat dulu, Semalam kamu baru saja menjalani oprasi, karna lambung kamu empeksi, dan Kata dokter ini semua karna kamu tak makan dengan teratur bahkan tiga hari terakhir ini yang ada di dalam perutmu hanya air putih dan minuman berakohol." Bella menatap ke arah Hamish ketika mengatakan itu semua.


Hamish hanya terdiam mendengar semua apa yang di katakan Bella. Karna benar adanya. Selama Bella pergi meninggalkannya, Hamish sangat jarang memakan makanan yang mengandung protein.


__ADS_2