
Setelah selesai membantu Nabila memindahkan barang -barangnya, Mira mengajak Nabila ke ruang tamu. Mira melihat Nabila terlihat begitu sangat kelelahan.
"Sebentar Mama masuk dulu ambilkan kamu minum?."
"Iya, Ma," Ucap Nabila pelan.
Mira pun berjalan masuk lalu keluar membawa segelas jus. Mira memperhatikan tingkah Nabila yang sesekali melihat ke arah pintu.
"Kamu kenapa sayang?." Tanya Mira.
"Anu Ma," Ucap Nabila sedikit gugup.
"Sudah lah,Mama tau,kalau saat ini kamu sedang menanti kedatangan Doni benar kan?."
"Iya, Ma, tak biasanya Mas Doni pulang terlambat."
"Kamu coba telpon dulu, atau bagaimana kalau kita mengerjai suami kamu itu, dia pasti cepat lansung pulang,Mama jamin itu."
"Maksud Mama, ngerjain kaya gimana?, aku tak mengerti."
Mira lalu mendekat ke telinga Nabila lalu membisikkan sesuatu. Nabila sedikit terkejut mendengar rencana Mira, Nabila lalu berkata.
__ADS_1
"Tapi Ma,!"
"Sudah kamu jangan khawatir, ikuti saja rencana Mama."
"Baik Ma," Ucap Nabila sambil mengangukkan kepala.
"Sekaranh kamu masuk ke dalam kamar kamu, tapi ingat kamu jangan keluar sebelum Mama kasi kode ke kamu." Berkata sambil mengedipkan matanya pada Nabila.
"Ya, sudah,Nabila masuk dulu ya Ma.
Setelah Nabila masuk ke dalam kamarnya, Mira mulai menghubungi Doni. Setelah sambungan telponnya tersambung dengan segera Mira berkata.
Tampa berkata apapun Doni lansung mematikan hapenya,lalu berlari keluar dari kantornya. Doni merasa sangat panik ketika Mira berkata kalau Nabila pergi lagi dari rumah. Sebenarnya Doni sengaja pulng telat karna dia ingin menyelesaikan semua pekerjaanya, agar besok dia bisa menemani Nabila Cek'ap di rumah sakit sekalian mengajak Nabila jalan -jalan. Namun karna kesibukan itu Doni lupa mengabari Nabila.
Sesampai di depan rumahnya dengan segera Doni berlari masuk ke dalam rumahnya.
"Ma." Teriak Doni.
Setelah memanggil Mira, Doni berlari naik ke lantai atas di mana letak kamarnya. Mira sedikit khawatir melihat wajah panik putranya. Mira pun mengekori Doni hingga sampai di dalam kamarnya.
"Ma, tolong jelaskan, sebenarnya apa yang terjadi?,kenapa Mama membiarkan Nabila pergi?."
__ADS_1
Mira hanya terdiam mendengar semua pertanyaan Doni, namun di dalam hati Mira tertawa lepas melihat kepanikan putranya. Doni pun berjalan ke arah lemari pakaiannya lalu membukanya. Terlihat jelas pakaian Nabila semuanya tak ada lagi di dalam lemari bahkan pakaian Doni pun tak ada di dalamnya namun Doni belum menyadarinya.
"Sayang kamu kemana?, apa mungking kamu kembali ke Apartmens kita?,"
Doni mulai memperhatikan sekeliling. Terlihat ada yang aneh dengan isi kamarnya, perlahan Doni kembali membuka lemari pakaiannya. Lalu berkata.
"Kemana semua pakaian aku?."
Berkata sambil melihat ke arah Mira.
Mira tertawa lepas ketika Doni bertanya soal pakaiannya. Mira lalu berkata.
"Kalau kerja itu, ingat yang di rumah, " Ucap Mira sambil berjalan turun ke lantai dasar.
"Ma, Nabila mana?, Mama jangan bikin aku panik,aku takut kalau Nabila sampai pergi lagi."
Bertanya dengan penuh pengharapan.
"Dari tadi istri kamu gelisa nunguin kamu, aku ngak tega sama Nabila hingga akhirnya Mama berinisiatif mengerjai kamu." Berkata sambil menunjuk ke arah kamar yang di tempati Nabila saat ini.
Doni pun berlari ke arah kamar yang di tungjuk Mira. Doni segera membuka pintu kamar dan melihat ke dalam. Wajah Doni kembali ceria ketika melihat Nabila sedang terlelap di atas tempat tidur yang berbalut dengan selimut.
__ADS_1