
Setelah meminus jus alfukad rasa pedas Nabila sedikit berkurang. Namun rasa nyeri tiba -tiba muncul di perut Nabila.
"Mas, perut aku sakit," Ucap Nabila pada Doni.
Mendengar ucapan Nabila dengan segera Doni menghampirinya. Sementara Mira dengan segera menghubungi dokter keluarganya. Doni pun mengajak Nabila masuk ke dalam kamar.
"Sebaiknya kita masuk ke kamar."
"Iya mas," Ucap Nabila sambil berdiri dari tempat duduknya.
Setelah beberapa waktu. Dokter yang di telpon Mira pun datang, dengan segera Mira mempersilahkan dokter itu masuk ke dalam kamar Doni.
"Mari dok, menantu saya mengalami nyeri perut setelah memakan makanan pedas," Ucap Mira pada dokter kandungan.
Dokter pun mulai memeriksa, keadaan Nabila, selesai di periksa dokter pun menyarankannya agar tak mengomsumsi makanan yang terlalu pedas karna itu akan membuatnya terkena diare dan sebagainya. Setelah kejadian itu Nabila tak pernah lagi memakan makanan pedas.
Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Kini usia kandungan Nabila telah memasuki bulan ke 9. Tanggal dan waktunya pun telah di tentukan oleh dokter. Doni semakin hari semakin menjaga kesehatan Nabila.
Tiap pagi Doni selalu bangun lebih awal untuk mengajak Nabila jalan -jalan di pagi hari. Karna menurut dokter jalan di pagi hari bagi ibu yang sedang hamil tua sangat baik.
Seperti pagi ini Doni membangunkan Nabila yang masih terlelap.
"Sayang, bangun kita keluar olaraga pagi yu," Ajak Doni.
__ADS_1
Nabila yang mendengar suaminya membangunkannya malah sengaja menutup semua tubuh dan wqjahnya dengan selimut. Sehingga Doni berinisiatif untuk mengankat tubuh Nabila masuk ke dalam kamar mandi.
Doni pun berjalan ke arah kamar mandi untuk mengisi bak mandi, setelah selesai mengisi Doni pun kembali ke arah tempat tidur untuk mengankat tubuh Nabila masuk ke dalam kamar mandi. dan itu membuat Nabila merasa terkejut karna merasa kedinginan.
"Mas, apa -apaan sih, ini sangat dingin," Ucap Nabila dengan sedikit kesal.
Mendengar ucapan Nabila, Doni hanya tersenyum lalu kembali menguyur kepala Nabila dengan air. setelah itu Doni mengambil sampo dan juga sabun untuk Nabila pakai. Setelah selesai Doni kembali menyiram tubuh dan kepala Nabila dan itu membiat Nabila berteriak.
"Mas, hentikan, aku sangat kedinginan."
Setelah selesai memandikan istrinya. Doni pun mengambil handuk kemudian melilitkan di tubuh Nabila,lalu mengankatnya kembali ke luar dari kamar mandi. Doni pun mendudukkan Nabila di pinggir tempat tidur lalu berjalan ke arah lemari untuk mengambilkan Nabila pakaian.
"Pakai ini sayang, setelah ini kita akan keluar olaraga pagi, masih ingat dengan ucapan dokter."
Setelah berjalan cukup jauh. Doni melihat wajah lelah Nabila lalu mengajaknya untuk kembali pulang. di perjalanan pulang Doni bertanya pada Nabila.
"Apa kamu haus sayang?."
Mendengar pertanyaan Doni,Nabila pun mengangukkan kepala lalu berkata.
"Iya, mas, aku sangat haus lelah dan juga lapar."
Mendengar ucapan Nabila, Doni pun melihat sekelilin lalu matanya tertuju pada penjual ketoprak Doni pun melihat ke arah Nabila lalu bertanya.
__ADS_1
"Sayang apa kamu ingin makan ketoprak?."
"Iya, mas, aku mau banget," Ucap Nabila semangat.
Mendengar ucapan Nabila, Doni pun mengajaknya menuju arah penjual ketoprak. Sesampai di situ Doni memesan 2 porsi ketoprak satu untuk Nabila satu lagi untuknya.
"Masih mau nambah,?" Ucap Doni ketika melihat ketoprak Nabila telah habis di pirinnya.
"Sudah mas, ini sudah cukup."
Setelah makanan ke duanya ludes, Doni pun berdiri untuk membayar ketoprak yang telah di makannya bersama Nabila. Selesai membayar Doni mengajak Nabila pulang.
"Ayo kita pulang sayang."
Sesampai di dalam rumah. Nabila duduk di ruangan tamu, sementara Doni berjalan masuk ke dapur untuk mengambilkan segelas jus mangga untuk Nabila.
"Ini sayang," Ucap Doni memberikan segelas jus pada Nabila.
Nabila pun mengambil jus yang di berikan Doni padanya kemudian langsung meminumnya sampai tandas.
"Ahhh, segernya," Ucap Nabila meletakkan gelasnya di meja.
Doni pun duduk di samping Nabila lalu mengelus lembut perut Nabila sambil berkat.
__ADS_1
"Sehat selalu ya nak, papa dan mamamu sudah tak sabar pengen liat kamu lahir ke dunia ini."